News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Din Syamsuddin Sarankan Gibran Mundur Perlahan dari Wapres

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menyarankan agar Gibran Rakabuming Raka mundur secara perlahan dari jabatan Wakil Presiden (Wapres) RI.
Sabtu, 20 September 2025 - 00:43 WIB
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menyarankan agar Gibran Rakabuming Raka mundur secara perlahan dari jabatan Wakil Presiden (Wapres) RI.

Mulanya, dia merespons terkait surat pemakzulan Gibran yang sempat diusulkan forum purnawirawan TNI kepada DPR beberapa waktu lalu. Diketahui, hingga saat ini DPR belum menindaklanjuti surat pemakzulan itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Din mengaku bahwa dirinya pernah didatangi oleh sejumlah jenderal purnawirawan TNI yang membuat surat pemakzulan Gibran. Dia menilai alasan purnawirawan TNI mengusulkan Gibran dimakzulkan masuk akal.

“Memang pernah bertemu dengan saya di rumah 1-2 kali dan saya memberikan saran bahwa alasan mereka melakukan itu masuk akal, dapat dibenarkan,” kata Din saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (19/9).

Kemudian, kata Din, belakangan ini juga muncul isu ijazah SMA milik Gibran palsu. Jika tudingan itu terbukti benar, Din menyebut hal itu akan menjadi skandal politik. Untuk itu, dia mengusulkan Gibran mundur perlahan dari Wapres.

“Kalau saya, kalau itu betul-betul terjadi, soal pemalsuan ijazah tidak sesuai dengan syarat untuk masuk maju sebagai capres cawapres, lebih bagus mundur, sebelum rakyat akan marah memundurkannya,” tuturnya.

“Apalagi nanti jika terbukti dan apalagi sekarang KPU ingin bermain-main, tapi sudah cepat meralat,” lanjut Din.

Dia mengingatkan seorang pejabat publik harus bersikap transparan, termasuk terkait data pribadi yang masuk sebagai persyaratan capres dan cawapres.

Pasalnya, Din menilai kebohongan pejabat pemerintah yang mendadak terungkap sebagai skandal akan memiliki dampak yang fatal.

“Isu ijazah, ini menyangkut kejujuran. Maka ketika berkaitan dengan seorang presiden, wakil presiden, ini menjadi fatal. Kalau itu terbukti, apalagi ada penipuan, saya hanya bisa berpesan, sudahlah, mundur teratur,” tegasnya.

“Karena nanti kalau sampai rakyat kemarahannya, kekesalannya, jadi nanti isu politik antar kelompok menjadi repot bagi kita bangsa Indonesia ini,” pungkas Din. (saa/dpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemerintah Siapkan Dana Pendidikan Rp8,1 Juta Bagi Pemilih Logo HUT ke-81 RI

Pemerintah Siapkan Dana Pendidikan Rp8,1 Juta Bagi Pemilih Logo HUT ke-81 RI

Pemerintah menyiapkan apresiasi bagi 300 pemilih beruntung logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI mulai dari kesempatan menghadiri upacara kenegaraan di Istana Merdeka hingga bantuan dana pendidikan senilai Rp8,1 juta.
John Field, Pemilik Blueray Cargo Bakal Hadapi Vonis pada 10 Juli

John Field, Pemilik Blueray Cargo Bakal Hadapi Vonis pada 10 Juli

Sidang pembacaan putusan kasus dugaan suap Bea Cukai, yang menyeret pemilik Blueray Cargo John Field, digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat (10/7) mendatang.
Lakukan Pertemuan dengan BI-DEN, DPR RI: Rapat Koordinasi Mitigasi

Lakukan Pertemuan dengan BI-DEN, DPR RI: Rapat Koordinasi Mitigasi

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan pertemuan khusus dengan pemerintah membahas terkait menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Ketum Demokrat AHY Soal Pemilu 2029: Masih Jauh, Fokus Isu di Masyarakat

Ketum Demokrat AHY Soal Pemilu 2029: Masih Jauh, Fokus Isu di Masyarakat

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut bahwa partai belum terlalu fokus untuk menatap Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.
Laporan Dugaan Pencurian Dihentikan, Kubu Pelapor Kecewa Polisi Tak Lakukan Pemeriksaan Terhadap Terlapor

Laporan Dugaan Pencurian Dihentikan, Kubu Pelapor Kecewa Polisi Tak Lakukan Pemeriksaan Terhadap Terlapor

Polres Metro Jakarta Pusat memilih menghentikan penyelidikan kasus dugaan pencurian yang dilaporkan oleh Bangun Paulus Tudungta.
Karyawan Percetakan di Jakpus Disekap Selama 21 Hari, Alami Trauma Fisik Hingga Psikis

Karyawan Percetakan di Jakpus Disekap Selama 21 Hari, Alami Trauma Fisik Hingga Psikis

Polisi mengungkapkan, tiga karyawan percetakan berinisial TS (24), MRJ (20), dan AS (19) yang disekap di tempat kerjanya, di Jalan Kalibaru Timur, Bungur, Senen, Jakarta Pusat, mengalami trauma.

Trending

Selebgram Awkarin Diperiksa Kasus Hanania Travel, Ngaku Balikin Uang Saku ke Penyidik

Selebgram Awkarin Diperiksa Kasus Hanania Travel, Ngaku Balikin Uang Saku ke Penyidik

Selebgram Karin Novilda alias Awkarin selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam promosi travel umrah Hanania Group, pada Senin (29/6/2026).
Laporan Dugaan Pencurian Dihentikan, Kubu Pelapor Kecewa Polisi Tak Lakukan Pemeriksaan Terhadap Terlapor

Laporan Dugaan Pencurian Dihentikan, Kubu Pelapor Kecewa Polisi Tak Lakukan Pemeriksaan Terhadap Terlapor

Polres Metro Jakarta Pusat memilih menghentikan penyelidikan kasus dugaan pencurian yang dilaporkan oleh Bangun Paulus Tudungta.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman Vs Paraguay

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman Vs Paraguay

Jerman melangkah ke babak 32 besar dengan predikat juara Grup E Piala Dunia 2026. Di kubu lawan, Paraguay berhasil mengamankan tiket ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Karyawan Percetakan di Jakpus Disekap Selama 21 Hari, Alami Trauma Fisik Hingga Psikis

Karyawan Percetakan di Jakpus Disekap Selama 21 Hari, Alami Trauma Fisik Hingga Psikis

Polisi mengungkapkan, tiga karyawan percetakan berinisial TS (24), MRJ (20), dan AS (19) yang disekap di tempat kerjanya, di Jalan Kalibaru Timur, Bungur, Senen, Jakarta Pusat, mengalami trauma.
Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi UU Desa: Batas Usia 25 Tahun Calon Kades Tetap Berlaku

Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi UU Desa: Batas Usia 25 Tahun Calon Kades Tetap Berlaku

Baru-baru ini Mahkamah Konstitusi (MK) tolak pengujian materiil Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) yang minta aturan batas usai calon kades
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 1 Juli 2026: Sagitarius Panen Peluang

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 1 Juli 2026: Sagitarius Panen Peluang

Memasuki Rabu, 1 Juli 2026, sejumlah zodiak diperkirakan memasuki fase yang lebih menjanjikan dalam urusan finansial. Siapa saja mereka yang bercuan deras?
6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

Memasuki pekan pertama Juli 2026, sejumlah zodiak diperkirakan akan merasakan pergerakan positif dalam sektor keuangan pada periode 1 - 7 Juli 2026. Siapa saja?
Selengkapnya

Viral