Pengamat Tata Kota Nilai Penataan Kampung Kumuh Harus Libatkan Aspirasi Masyarakat
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat Tata Kota Universitas Indonesia, Muh Azis Muslim, menilai misi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk menata kampung kumuh tidak boleh berhenti pada jargon.
Menurutnya, penanganan permukiman kumuh di Jakarta hanya akan berhasil jika dilakukan secara komprehensif, terpadu, dan berkelanjutan.
“Yang pertama tentunya yang harus dilakukan oleh Pak Pramono ini kan melakukan perencanaan secara komprehensif dan terpadu untuk penataan pemukiman kumuh yang ada di Jakarta,” ujar Azis saat dihubungi tvOnenews.com, Minggu (21/9/2025).
Ia mengingatkan, hampir semua gubernur sejak era Sutiyoso hingga kini memiliki misi serupa. Namun, kebijakan yang dijalankan belum pernah memberikan hasil jangka panjang.
“Kita lihat ya sifatnya belum bisa memberikan output yang berkelanjutan,” ucapnya.
Menurut Azis, penataan kampung kumuh harus dibarengi pembangunan rumah susun komunal dengan fasilitas publik yang lengkap.
“Rumah susun komunal juga harus dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas yang memang dibutuhkan masyarakat, seperti fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, dan semuanya itu kan harus terintegrasi,” paparnya.
Ia menegaskan, masyarakat harus dilibatkan dalam setiap tahapan agar kebijakan benar-benar berdampak.
“Artinya sebagai bagian paling penting adalah bagaimana memastikan kebutuhan mereka terpenuhi, aspirasi mereka juga tersampaikan,” jelasnya.
Azis juga menekankan perlunya kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat, Pemprov DKI, hingga sektor swasta.
“Program ini kan membutuhkan adanya kolaborasi ya, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pihak swasta. Nah ini kan menjadi concern kita bersama,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta, Habib Muhammad bin Salim Alatas, menyoroti persoalan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Ia menyebut penggusuran bukan solusi, melainkan hanya memindahkan masalah. Habib mengusulkan pendekatan humanis dengan konsep kampung deret.
“Penggusuran hanya memindahkan masalah, tidak menyelesaikan akar persoalan. Yang terjadi malah warga pindah ke lokasi lain dan membentuk kampung kumuh baru,” tegas Habib. (agr/iwh)
Load more