News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kenaikan Gaji ASN Jadi Sorotan, Pemerintah Akui Butuh Tambahan Rp14 Triliun!

Kenaikan gaji ASN kembali jadi sorotan. Pemerintah butuh tambahan Rp14 triliun untuk merealisasikannya, tapi Purbaya ingatkan jangan terlalu cepat berharap.
Kamis, 25 September 2025 - 13:41 WIB
Pelantikan CPNS Kabupaten Pemalang tahun 2025 di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Senin (5/5/2025).
Sumber :
  • Tim tvOne - Mohammad Hamzah

Jakarta, tvOnenews.com – Isu kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) kembali memanas dan menjadi sorotan publik. Presiden Prabowo Subianto sudah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang memuat revisi Rencana Kerja Pemerintah (RKP). 

Di dalamnya, terdapat program kenaikan gaji untuk ASN, guru, tenaga kesehatan, TNI/Polri, hingga pejabat negara. Namun, pertanyaannya kini: mampukah pemerintah mengeksekusinya tahun ini?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anggaran Jumbo untuk Kenaikan Gaji ASN

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengungkapkan, pemerintah harus menyiapkan tambahan anggaran jumbo jika benar-benar ingin merealisasikan kenaikan gaji tersebut. Saat ini, total belanja gaji untuk 4,7 juta ASN mencapai Rp178,2 triliun per tahun.

“Bila ingin direalisasikan tahun ini, maka dibutuhkan tambahan Rp14,24 triliun. Artinya total belanja gaji naik menjadi Rp192,44 triliun per tahun. Itu pun belum termasuk tunjangan dan THR,” kata Qodari di Bina Graha, Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Tambahan belanja negara yang sangat besar itu membuat pemerintah harus mencari ruang fiskal baru. Pasalnya, APBN 2025 sudah memuat berbagai program prioritas yang membutuhkan anggaran tidak sedikit.

Belum Ada Kepastian Eksekusi

Meski Perpres sudah diteken, Qodari menegaskan pemerintah belum bisa memastikan kapan kebijakan kenaikan gaji ASN bisa dieksekusi. “Sampai saat ini, kebijakan kenaikan gaji belum dapat dipastikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tidak semua kebijakan yang tercantum dalam RKP bisa langsung dijalankan pada tahun berjalan. “Ada kebijakan yang harus menunggu kesiapan fiskal dan perhitungan teknis,” katanya.

Kementerian PANRB pun belum membahas secara resmi rencana kenaikan gaji ASN, pejabat negara, maupun prajurit TNI/Polri. Padahal, kenaikan gaji terakhir baru dilakukan tahun lalu lewat PP Nomor 5 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 10 Tahun 2024.

Purbaya: Jangan Terlalu Cepat Berharap

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik, khususnya ASN, tidak terburu-buru berharap. Menjawab pertanyaan wartawan usai Konferensi Pers APBN KiTA, Senin (22/9), Purbaya bahkan sempat bercanda.

“Saya mau dinaikin gajinya ya? Belum, belum. Nanti begitu ada (perkembangan) kita kasih tahu,” ucap Purbaya sambil tersenyum.

Menurut Purbaya, sampai saat ini pembahasan teknis terkait besaran dan waktu kenaikan gaji ASN belum dilakukan di Kementerian Keuangan. Dengan kata lain, wacana ini masih sebatas kebijakan di atas kertas.

Janji atau Realisasi?

Publik kini menunggu apakah kebijakan ini benar-benar akan dijalankan atau hanya menjadi janji manis. Banyak pihak menilai kenaikan gaji ASN memang penting di tengah tekanan inflasi dan meningkatnya beban kerja. Namun, tanpa perhitungan matang, kebijakan tersebut bisa menambah beban APBN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guru, tenaga kesehatan, dan aparat TNI/Polri termasuk kelompok yang paling berharap pada realisasi kenaikan gaji. Kesejahteraan yang lebih baik diharapkan bisa mendorong kinerja mereka dalam memberikan pelayanan publik.

Namun bila kebijakan ini hanya berhenti pada retorika, kepercayaan publik kepada pemerintah bisa terganggu. Kini semua mata tertuju pada langkah Presiden Prabowo dan Menteri Purbaya. Apakah tambahan anggaran Rp14 triliun bisa ditemukan, atau kenaikan gaji ASN hanya akan jadi catatan di atas kertas? (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Melaju mulus di babak penyisihan grup, Belanda justru tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menetapkan tiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga (PNN) dan satu PT Asmin Koalindo Tuhup sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu perusahaan periode tahun 2009-2012.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta RT dan RW memperkuat pendataan warga termasuk penghuni rumah kos dan kontrakan.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.

Trending

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menetapkan tiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga (PNN) dan satu PT Asmin Koalindo Tuhup sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu perusahaan periode tahun 2009-2012.
RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta RT dan RW memperkuat pendataan warga termasuk penghuni rumah kos dan kontrakan.
Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Melaju mulus di babak penyisihan grup, Belanda justru tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Selengkapnya

Viral