Terungkap, Alasan Utama MBG Sering Ditolak Anak-anak
- tvOnenews - Rika Pangesti
Jakarta, tvonenews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah bertujuan menyehatkan anak sekolah dengan menu tanpa penyedap rasa, santan, dan cabai. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan sebagian besar siswa justru enggan menghabiskan makanan tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 149 Jakarta Timur, Sri Purwaningsih, mengungkapkan, banyak siswa menolak makanan MBG bukan semata karena basi, melainkan karena rasa yang dianggap hambar dan tidak sesuai dengan lidah mereka.
“Namanya makanan sehat, memang tanpa micin, tanpa penyedap, tanpa santan. Anak-anak terbiasa dengan makanan gurih, pedas, instan. Jadi ketika diberikan menu sehat, mereka bilang rasanya aneh, tidak enak,” ujar Sri Purwaningsih kepada tvonenews.com, Jumat (26/9/2025).
Fenomena ini menunjukkan adanya benturan pola konsumsi. Selama bertahun-tahun, anak-anak terbiasa dengan camilan instan, mi cepat saji, hingga jajanan kantin yang kaya bumbu. Saat harus beralih ke makanan sehat ala MBG, adaptasi terasa sulit.
Beberapa menu yang sering ditolak siswa, menurut Sri, antara lain sayuran rebus, kacang edamame, dan ikan dori filet.
Sebaliknya, ketika lauk berupa ayam goreng atau mi ayam, siswa justru berebut meminta tambah makanan.
“Kalau menunya ayam goreng, pasti banyak yang minta nambah. Tapi kalau sayuran rebus, apalagi brokoli atau edamame, sering tidak disentuh sama sekali,” jelasnya.
Situasi ini juga membuat sebagian orang tua tetap membawakan bekal dari rumah.
Jika anak tidak mau menyentuh makanan MBG, bekal menjadi alternatif agar anak tidak kelaparan. Makanan MBG yang tidak habis kemudian dibawa pulang, agar tidak terbuang percuma.
Meski tidak ada kasus keracunan di SMPN 149, penolakan anak terhadap menu MBG tetap menjadi catatan penting. (rpi/aag)
Load more