GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dana Belasan Triliun Diduga Mengendap di Rekening Yayasan, KPK Perketat Pengawasan Anggaran MBG

KPK sendiri menilai bahwa tata kelola anggaran MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN) tidak maksimal atau masih lemah.
Jumat, 22 Mei 2026 - 14:06 WIB
Ilustrasi gedung KPK
Sumber :
  • Julio Trisaputra/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Tahun ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melanjutkan kajian lebih mendalam terkait dengan penganggaran Makan Bergizi Gratis (MBG)

KPK sendiri menilai bahwa tata kelola anggaran MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN) tidak maksimal atau masih lemah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya dari anggaran Rp85 triliun, yang terserap hanya sekitar 60 persen. Sehingga masih adanya uang mengendap di rekening yayasan bahkan hingga belasan triliun rupiah.

"Tahun ini kita akan melakukan kajian lebih dalam terkait dengan penganggaran MBG," ucap Direktur Monitoring KPK, Aida Zulaika dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Aida mengungkapkan, bahwa pada tahun KPK ingin lebih fokus terhadap penganggaran itu sendiri guna meminimalisasi potensi penyimpangan dalam program dengan anggaran yang jumbo.

Namun ke depannya lembaga antri rasuah ini segera melakukan kajian terkait dengan pengadaan barang dan jasa.

"Saat kemarin, kita lebih ke tata kelola regulasi, pengawasa, dan penganggaran. Kita masih terkait anggaran belum masuk sampai ke pengadaan barang dan jasa," ungkapnya.

Sebelumnya, KPK juga membeberkan alasannya untuk terus melakukan pengawasan terhadap Badan Gizi Nasional (BGN).

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin mengatakan, bahwa pengawasan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran.

Pasalnya, BGN sendiri merupakan Lembaga yang belum genap berusia dua tahun, namun harus mengelola anggaran yang begitu besar khususnya untuk menjalankan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kenapa kemudian KPK masuk juga karena BGN itu kan baru berdiri baru berdiri tahun 2024 tapi langsung diberikan amanat mandat untuk mengelola anggaran yang jumbo," katanya dalam acara Media Gathering bertajuk Merawat Sinergi Menjaga Kepercayaan di Anyer, Rabu (20/5/2026).

Ia juga menyoroti soal tata kelola yang dianggap belum terlalu siap dalam segi infrastruktur, organisasi hingga regulasi. Sehingga masih terdapat kerentanan dan harus mesti terus diawasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Suatu Lembaga yang baru dibentuk, dengan kerangka regulasi yang belum settle, organisasinya juga belum settle, kemudian mengemban amanat program nasional dengan anggaran jumbo," jelasnya.

Selain itu sambung Aminudin, alasan KPK masuk dalam pengawasan BGN karena telah menjadi antensi Publik khususnya program MBG.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lumpuh Selama 4 Tahun, Lansia di SU II Palembang Dapat Bantuan Kursi Roda dari Polisi

Lumpuh Selama 4 Tahun, Lansia di SU II Palembang Dapat Bantuan Kursi Roda dari Polisi

Seorang lansia bernama Ayucik (82), warga Jalan KH Azhari, Lorong Beringin Jaya, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, mendapat bantuan kursi roda setelah mengalami sakit pada bagian kaki hingga tidak bisa berjalan selama kurang lebih empat tahun.
Peruri Produksi Koin Emas Fisik untuk Ekosistem IDN Gold

Peruri Produksi Koin Emas Fisik untuk Ekosistem IDN Gold

Smart Billioner Indonesia menggandeng Perum Peruri untuk mencetak koin emas fisik bagi platform investasi emas digital IDN Gold.
Wamen PU Ungkap Pembangunan Flyover dan Underpass di 136 Perlintasan Sebidang Butuh Rp30 Triliun

Wamen PU Ungkap Pembangunan Flyover dan Underpass di 136 Perlintasan Sebidang Butuh Rp30 Triliun

Menurut Diana, pembangunan flyover atau underpass di 136 perlintasan sebidang tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp30 triliun.
Inter Milan dan AS Roma Siapkan Skema Tukar Pemain, Davide Frattesi Bisa Pulang ke Olimpico

Inter Milan dan AS Roma Siapkan Skema Tukar Pemain, Davide Frattesi Bisa Pulang ke Olimpico

Bursa transfer musim panas 2026 menghadirkan berbagai manuver klub Serie A. Salah satu rumor yang kini mencuri perhatian datang dari Inter Milan dan AS Roma.
Bentrok Warga dan PT Bensuli Pecah Lagi di Subulussalam, Mobil Tangki Terobos Blokade hingga Komisaris Nyaris Diamuk Massa

Bentrok Warga dan PT Bensuli Pecah Lagi di Subulussalam, Mobil Tangki Terobos Blokade hingga Komisaris Nyaris Diamuk Massa

Bentrok kembali terjadi antara warga Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam dengan perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) brondolan sawit PT Bensuli Salam Makmur, Selasa (21/4/2026). Kericuhan pecah setelah mobil tangki perusahaan menerobos blokade jalan yang dibuat warga.
ARMY Merapat! iMe Indonesia Akhirnya Rilis Seat Plan dan Harga Tiket Konser BTS ARIRANG di GBK

ARMY Merapat! iMe Indonesia Akhirnya Rilis Seat Plan dan Harga Tiket Konser BTS ARIRANG di GBK

ARMY merapat! iMe Indonesia resmi merilis seat plan dan harga tiket konser BTS ARIRANG di GBK Jakarta 26-27 Desember 2026 mulai Rp1,8 juta.

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tanpa sengaja bertemu dua remaja yang mengalami luka akibat kecelakaan di Lembang, Bandung Barat dan dilarikan ke rumah sakit
Selengkapnya

Viral