Cerianya Anak-anak, Menu Setiap Jumat MBG Ditutup dengan Sandwich atau Burger
- tvOnenews.com/Rika Pangesti
Jakarta, tvOnenews.com - Setiap hari Jumat, ada suasana berbeda di dua sekolah negeri Jakarta Timur yang ikut dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di SDN CBS 12 Pagi dan SMP Negeri 149, para siswa sudah bisa menebak menu MBG yang akan mereka terima, antara sandwich dengan susu kotak mini, atau burger sebagai alternatif.
Kedua sekolah itu memang mendapat pasokan makanan dari satu vendor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama. Itulah sebabnya menu di hari Jumat dibuat seragam, agar distribusi lebih teratur.
“Kalau Jumat itu anak-anak sudah hafal, pasti menunya sandwich atau burger, ditambah susu kotak. Mereka antusias sekali, bahkan kadang sebelum dibagikan sudah saling bisik-bisik soal menunya,” ujar Eva Harianja, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDN CBS 12 Pagi, kepada tvOnenews.com, Jumat (26/9).
Eva menambahkan, menu Jumat ini biasanya jadi favorit anak-anak karena praktis dan mirip jajanan modern.
“Anak-anak suka sekali, karena bentuknya roti isi. Mereka merasa seperti makan makanan cepat saji, tapi tetap sehat dan terjamin kebersihannya,” katanya.
Menurut Eva, MBG ini bagus karena bisa membuat anak-anak yang berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah jadi bisa merasakan makan sandwich dengan telur atau burger versi lengkap.
"Ya kalau bukan dikasih di MBG ini kan, mungkin banyak yang masih belum pernah coba makan ini, mungkin mamaknya di rumah hanya masih lauk yang sama terus, atau bahkan hanya nasi dan kerupuk, kecap. MBG ini bagus lah," tuturnya.
Di SMP Negeri 149 Jakarta Timur, pengalaman serupa juga terjadi. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sri Purwaningsih, menyebutkan bahwa menu Jumat selalu jadi bahan perbincangan siswa sejak pagi.
“Begitu tahu Jumat, mereka langsung bilang, Wah, hari ini pasti sandwich atau burger. Mereka lebih bersemangat, apalagi kalau ada susu kotak. Itu jadi kombinasi favorit,” ungkap Sri.
Sri menilai, pilihan menu yang sama di hari Jumat justru membantu anak-anak punya rutinitas yang teratur.
Load more