News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Profil Singkat dan Kisah Lengkap Pahlawan Revolusi Korban G30S/PKI, dari Ahmad Yani hingga Sutoyo

Profil lengkap Pahlawan Revolusi korban G30S/PKI, dari Ahmad Yani hingga Sutoyo. Kisah pengorbanan mereka jadi teladan keberanian membela Pancasila.
Selasa, 30 September 2025 - 09:10 WIB
Jenderal Nasution punya kisah menunduk di mobil saat jadi target operasi militer G30S PKI
Sumber :
  • Wikipedia

Jakarta, tvOnenews.com – Malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965 menjadi salah satu lembaran paling kelam dalam sejarah Indonesia. Tujuh perwira tinggi Angkatan Darat diculik, disiksa, lalu dibunuh dalam peristiwa yang dikenal sebagai Gerakan 30 September (G30S/PKI).

Dari tragedi itu lahirlah gelar “Pahlawan Revolusi” yang disematkan kepada mereka sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan tertinggi demi bangsa dan negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apa Itu Pahlawan Revolusi?

Gelar ini diberikan melalui Keputusan Presiden RI No. 111/KOTI/1965 kepada perwira TNI AD yang gugur dalam tragedi G30S. Seluruhnya mendapat kenaikan pangkat anumerta dan dimakamkan dalam upacara kenegaraan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 5 Oktober 1965. Sejak keluarnya Undang-Undang No. 20/2009, gelar tersebut dilebur menjadi bagian dari gelar Pahlawan Nasional.

Nama-nama seperti Jenderal Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Letjen S. Parman, Letjen MT Haryono, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, hingga tokoh lain seperti Brigjen Donald Pandjaitan dan Lettu Pierre Tendean menjadi simbol keteguhan melawan ancaman ideologi yang kala itu berusaha merongrong Pancasila.

Profil Singkat Para Pahlawan Revolusi

Jenderal Ahmad Yani
Lahir di Purworejo, 19 Juni 1922. Ia pernah memimpin operasi menumpas pemberontakan DI/TII hingga PRRI. Sebagai Kepala Staf AD, Yani menolak keras gagasan PKI soal “Angkatan Kelima”. Saat rumahnya digerebek dini hari 1 Oktober 1965, ia menolak dibawa paksa dan ditembak di tempat. Namanya kini diabadikan sebagai jalan utama dan bandara di Semarang.

Letnan Jenderal R. Suprapto
Lahir di Purwokerto, 20 Juni 1920. Alumni pendidikan militer di era kolonial ini aktif di TKR, bahkan ikut pertempuran Ambarawa bersama Jenderal Sudirman. Pada malam G30S, ia diculik dari rumahnya dan kemudian dibunuh. Jenazahnya ditemukan di Lubang Buaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Letnan Jenderal Siswondo Parman (S. Parman)
Lahir di Wonosobo, 4 Agustus 1918. Parman dikenal sebagai ahli intelijen militer dan saat itu menjabat Asisten I Bidang Intelijen AD. Karena posisinya, ia dianggap ancaman oleh PKI. Ia diseret dari rumahnya, ditembak, lalu jasadnya dibuang ke Lubang Buaya.

Letnan Jenderal MT Haryono
Lahir di Surabaya, 20 Januari 1924. Sosok poliglot yang fasih berbagai bahasa ini pernah menjabat atase militer di Belanda hingga Deputi Men/Pangad. Saat kediamannya digerebek, ia sempat melawan dengan pistol, namun akhirnya gugur ditembak. Namanya kini diabadikan sebagai salah satu jalan utama di Jakarta.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Mandalika, Marc Marquez Sebut Data Musim Lalu Sangat Membantunya Hadapi MotoGP Indonesia 2026

Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Mandalika, Marc Marquez Sebut Data Musim Lalu Sangat Membantunya Hadapi MotoGP Indonesia 2026

Marc Marquez membawa misi khusus pada MotoGP Indonesia 2026 dengan tekad mengakhiri rentetan hasil buruknya di Sirkuit Mandalika.
Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

Laba Bersih Meningkat, Jasaraharja Putera Diganjar Penghargaan

PT Jasaraharja Putera membukukan laba bersih sekitar Rp234,49 miliar pada kinerja keuangan tahun 2025.
Resmi! Mitchel Bakker Gabung Klub Kasta Teratas Eropa dan Tantang Pilar Timnas Indonesia di Laga Debut

Resmi! Mitchel Bakker Gabung Klub Kasta Teratas Eropa dan Tantang Pilar Timnas Indonesia di Laga Debut

Sempat dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Mitchel Bakker resmi bergabung dengan klub kasta teratas Liga Belanda, NEC Nijmegen, setelah berpisah dengan Atalanta.

Trending

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Akses Kerja Masih Tertutup, Ratusan Karyawan Minta Gubernur Jakarta Turun Tangan

Akses Kerja Masih Tertutup, Ratusan Karyawan Minta Gubernur Jakarta Turun Tangan

Ratusan karyawan Club de Arjuna mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung turun tangan membuka akses menuju tempat usaha mereka yang masih tertutup tembok.
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026 yang berlangsung di Sirkuit Marina Bay, Jumat 9 Oktober dengan sukses Max Verstappen amankan pole position.
Selengkapnya

Viral