News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Gugur dalam Tragedi G30S PKI, 3 Sosok Ini Jadi 'Pelindung' Jenderal Nasution

Seperti dia lolos dari penyergapan di rumahnya, melompat lewat pagar dan bersembunyi di sekitar rumah tetangganya Dr. Leimena.
Selasa, 30 September 2025 - 11:51 WIB
Tak Gugur dalam Tragedi G30S PKI, 3 Sosok Ini Jadi 'Pelindung' Jenderal Nasution
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com/Instagram instagram monumenpancasilasakti-Wikipedia

Jakarta, tvOnenews.com- Mengenang tragedi G30S PKI jatuh setiap tanggal 30 September. Salah satu yang dikenang ialah sosok Jenderal Nasution.

Pasalnya, Nasution itu satu-satunya yang selamat dari tragedi penculikan dan pembunuhan di malam 30 September atau dikenal G30S PKI. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak Gugur dalam Tragedi G30S PKI, 3 Sosok Ini Jadi  Pelindung  Jenderal Nasution
Tak Gugur dalam Tragedi G30S PKI, 3 Sosok Ini Jadi 'Pelindung' Jenderal Nasution
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com/Instagram instagram monumenpancasilasakti-Wikipedia

 

Ketujuh prajurit yang disebut Pahlawan Revolusi adalah mereka yang gugur. Diculik lalu dibunuh oleh kelompok PKI salah satunya pelindung dari Jenderal Nasution. 

Namun dibalik itu semua, ada jalan hidup sang Jenderal yang kenyang dengan banyak pertempuran meski ia lolos. 

Seperti dia lolos dari penyergapan di rumahnya, melompat lewat pagar dan bersembunyi di sekitar rumah tetangganya Dr. Leimena.

Lebih lanjut, diketahui kalau Nasution kabur dan masuk lewat pagar ke rumahnya sendiri di Jalan Teuku Umar 40. Kakinya terluka akibat terjatuh dari pagar tembok rumahnya saat berupaya meloloskan diri.

Nasution akhirnya dibawa dengan mobil oleh Letnan Kolonel Hidajat Wirasondjaja, Komandan Staf Markas Besar AD, ajudannya Mayor Sumargono dan ipar laki-laki Nasution, Bob Sunarjo Gondokusomo, ke persembunyian baru.

"Mereka khawatir para pembunuh akan terus mengejar Nasution untuk kembali mencoba membunuhnya jika ia dibiarkan di rumahnya atau di sekitar situ. Kekhawatiran mereka ternyata beralasan, karena tidak lama setelah Nasution lolos seorang anggota Tjakrabirawa datang ke rumahnya mencari dia dan menanyakan di mana Nasution." tulis Victor M. Fic.

Berdasarkan apa yang dutulis peneliti asal Amerika Serikat, Victor M. Fic, dalam bukunya "Kudeta 1 Oktober 1965, Sebuah Studi Tentang Konspirasi", pagi itu, pukul 06.00, Jenderal Nasution keluar dari persembunyiannya di sekitar rumah Dr. Leimena di Jalan Teuku Umar 36.

Dari lokasi persembunyiannya Sang Jenderal yang terluka, yang kemudian menyusun rencana serangan balasan kepada kelompok G30S PKI. 

Nasution diketahui selamat dari upaya pembunuhan, tapi ada tiga sosok ini harus gugur sebagai perisai sang jenderal, antara lain;

1. Ade Irma Suryani

Siapa sangka anak bungsu dari Jenderal Nasution, Ade Irma Suryani Nasution meninggal dunia. Kala itu, ia masih berusia 5 tahun digendong sang Ibu Johana Sunarti Nasution.

Dia tutup usia, akibat luka dipunggung gadis kecil itu mengeluarkan darah yang banyak. Setelah luka tembak dari kelompok penculik G30S PKI.

Dalam kejadian itu, putri manis Ade Irma memberikan pesan penting yang menyentuh keluarga Nasution. 

"Kakak jangan menangis, adik sehat," kata Henrianti Nasution, menirukan ucapan adiknya, seperti dilansir dari tayangan Youtube tvOnenews, yang dikutip, Rabu (27/9/2023).

Diketahui, pada tempat peristirahatan terakhirnya, di kawasan Kebayoran Baru, persis di samping Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Di depan nisan Ade, tertulis kata-kata dari sang ayah, Jenderal Nasution. 

"Anak saya yang tercinta, engkau telah mendahului gugur sebagai perisai ayahmu."

2. Kapten Pierre Tendean 

Prajurit muda TNI, Pierre Andrias Tendean gugur pada tragedi G30S PKI. Ia wafat disaat sang Ibu, Maria merayakan ulang tahunnya pada 30 September 1965.

Dengan berlinang air mata, Ia memeluk peti jenazah putranya yang berbalut bendera merah putih. Ia hanya bisa berkata,

"Pierre, wat is er met jou gebeurd? (Pierre, apa yang terjadi denganmu?)" isak Maria Elizabeth, dikutip dari penuturan Masykuri dalam bukunya "Pierre Tendean" terbitan 1983/1984.

Tindakan inisiatifnya membuatnya gugur. Ketika terjadi upaya penculikan terhadap Jenderal Nasution oleh G30S PKI, Pierre tidak sedang menjalankan piket sebagai ajudan. 

Namun, tindakan inisiatifnya, yang datang ketika mendengar serentetan tembakan yang ditujukan kepada Jenderal Nasution, ia segera mengambil jaket dan senjatanya, kemudian keluar. 

Akibatnya ia ditangkap dan dibawa oleh gerombolan penculik, karena disangka Jenderal Nasution. Pierre pun menjadi Pahlawan Revolusi. 

3. Brigadir Polisi Karel Sadsuitubun

Sosok ketiga yang gugur ialah, Ajun Inspektur Dua Karel Sadsuitubun. Kala pagi itu 1 Oktober 1965, baru saja menyelesaikan tugasnya, melakukan penjagaan di rumah Dr.J Leimena, di jalan Teuku Umar 36 Jakarta, yang bertetangga dengan rumah jenderal Nasution di Teuku Umar 40.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak pernah disangka ketika para penculik pun datang mengepung rumah jenderal Nasution. Pasukan Pasopati yang ditugaskan menculik jenderal Nasution itu kemudian menyekap para pengawal di rumah Dr. J. Leimena. 

Dia yang mendengar suara gaduh maka Karel Sadsuitubun terbangun, dengan membawa senjata dan mencoba menembak para gerombolan PKI tersebut. Namun ia kemudian ditembak dan tewas seketika.(buz/klw)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September yang merupakan hari ke-8 penyelenggaraan multi event terbesar se-Asia ini.
Kolaborasi dengan Korlantas Polri, Jasa Raharja Gelar IRSMS Award

Kolaborasi dengan Korlantas Polri, Jasa Raharja Gelar IRSMS Award

PT Jasa Raharja (Persero) bersama Korlantas Polri memberikan penghargaan kepada jajaran kepolisian yang berpartisipasi aktif dalam mendukung pengelolaan dan pelaporan data kecelakaan lalu lintas melalui Integrated Road Safety Management System (IRSMS).
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Jamintel Kejagung Tekankan Peran Aslinmas-Abpednas di Lampung

Jamintel Kejagung Tekankan Peran Aslinmas-Abpednas di Lampung

Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Provinsi Lampung resmi dilantik.
Sadis! Video Viral Ini Rekam Detik-detik Penganiayaan Anak di Bekasi

Sadis! Video Viral Ini Rekam Detik-detik Penganiayaan Anak di Bekasi

Video viral di media sosial memperlihatkan seorang anak diduga menjadi korban penganiayaan oleh rekannya di salah satu sekolah wilayah Rawa Lumbu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Korban diduga mengalami lebam hingga pembuluh daerah mata pecah.
Mooncake Festival 2026 Hidupkan Lagi Pecinan Semarang jadi Ruang Budaya, Warisan Sejarah Gerakkan UMKM

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Lagi Pecinan Semarang jadi Ruang Budaya, Warisan Sejarah Gerakkan UMKM

Mooncake Festival 2026 di Pecinan Semarang menghadirkan seni, kuliner, sejarah, Cheng Ho, kirab budaya hingga 75 UMKM untuk menghidupkan kawasan sebagai ruang budaya.

Trending

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Sadis! Video Viral Ini Rekam Detik-detik Penganiayaan Anak di Bekasi

Sadis! Video Viral Ini Rekam Detik-detik Penganiayaan Anak di Bekasi

Video viral di media sosial memperlihatkan seorang anak diduga menjadi korban penganiayaan oleh rekannya di salah satu sekolah wilayah Rawa Lumbu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Korban diduga mengalami lebam hingga pembuluh daerah mata pecah.
Kolaborasi dengan Korlantas Polri, Jasa Raharja Gelar IRSMS Award

Kolaborasi dengan Korlantas Polri, Jasa Raharja Gelar IRSMS Award

PT Jasa Raharja (Persero) bersama Korlantas Polri memberikan penghargaan kepada jajaran kepolisian yang berpartisipasi aktif dalam mendukung pengelolaan dan pelaporan data kecelakaan lalu lintas melalui Integrated Road Safety Management System (IRSMS).
Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September yang merupakan hari ke-8 penyelenggaraan multi event terbesar se-Asia ini.
Jamintel Kejagung Tekankan Peran Aslinmas-Abpednas di Lampung

Jamintel Kejagung Tekankan Peran Aslinmas-Abpednas di Lampung

Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Provinsi Lampung resmi dilantik.
Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler seputar pilar baru pengganti Megawati Hangestri hingga kehebohan sesi latihan tim. Berikut rangkumannya.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 26 September 2026: Rezeki Mengalir dan Peluang Tak Terduga

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 26 September 2026: Rezeki Mengalir dan Peluang Tak Terduga

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 26 September 2026: Rezeki mengalir dan peluang tak terduga.
Selengkapnya

Viral