News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pilu, Cerita Orang Tua Korban soal Komunikasi Terakhir dengan sang Santri Sebelum Insiden Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Orang tua Muhammad Haikal Ridwan, santri korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo menceritakan momen pilu kondisi terakhir sang anak.
Senin, 6 Oktober 2025 - 12:24 WIB
Orang tua santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo cerita komunikasi terakhir dengan korban
Sumber :
  • Kolase tvOneNews & Antara

Sidoarjo, tvOnenews.com - Orang tua santri korban ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo menceritakan momen pilu kondisi terakhir sang anak.

Imran dan Musarofah, orang tua Muhammad Haikal Ridwan menceritakan tentang sang anak sebelum menjadi santri yang meninggal dunia pada tragedi Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Muhammad Haikal Ridwan sebagai salah satu santri korban yang belum ditemukan sejak insiden ambruknya Ponpes Al Khoziny pada Senin (29/9/2025).

"Sudah terhitung sejak terjadinya peristiwa itu sudah enam hari menunggu," kata Imran kepada Tim tvOne di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo dikutip, Senin (6/10/2025).

Musarofah selaku ibu Haikal Ridwan mengaku dirinya terkejut setelah mendapat kabar sang anak sebagai korban ponpes di Sidoarjo tersebut.

Bukan tanpa alasan, Haikal Ridwan berangkat dari Madura, Jawa Timur untuk mengenyam pendidikan sebagai santri di ponpes itu.

Orang tua Muhammad Haikal Ridwan, santri korban ambruknya Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo
Orang tua Muhammad Haikal Ridwan, santri korban ambruknya Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo
Sumber :
  • tvOneNews

 

"Saat pertama kali dengar berita ini, saya langsung lemas," ujar Musarofah.

Ia mengatakan bahwa, sang anak baru kembali ke lingkungan Ponpes Al Khoziny sebelum dua hari terjadinya tragedi memilukan ini.

"Senin habis Dzuhur itu juga masih telepon anaknya, kemarin nanya sampai jam berapa ke rumah gitu," jelasnya.

Usut punya usut, pada momen inilah menjadi komunikasi terakhir antara Musarofah dengan Haikal Ridwan.

"Itu aja, cuma nanya adiknya ke mana gitu, ada sedang tidur nanyain begitu," bebernya.

Bahkan, pertemuan terakhir Musarofah dengan Haikal juga ketika mengantar anak tercintanya kembali untuk belajar di ponpes tersebut.

"(Saya bilang komunikasi terakhir kepada Haikal) jaga makannya biar nggak sakit, saya biasanya kayak gitu karena anaknya suka telat-telat makan," paparnya.

Imran selaku ayah korban kembali turut memberikan pendapatnya, ia bersyukur Tim SAR Gabungan telah memfasilitasi para orang tua yang masih menunggu kabar terbaru terkait kondisi anaknya.

"Kita bisa monitor sendiri sudah disediakan streraming, jadi kita bisa memantau secara live agar orang tua bisa percaya, bahwa mereka bekerja secara betul-betul mengusahakan segera terevakuasi semua," ucapnya.

Ia hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepenuhnya terkait proses evakuasi seluruh santri korban insiden ambruknya Ponpes Al Khoziny.

Sementara, Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan menyampaikan kabar terkini sebanyak 50 korban ditemukan meninggal dunia pada Senin, 6 Oktober 2025.

"Bahwa sejak tadi malam, ditemukan lagi tujuh jenazah. Praktis yang akan kita cari itu tinggal 13 korban, inipun menurut catatan, foto-foto yang diberikan pihak pondok pesantren. Secara total, korban ini meninggal ada 50 orang," ungkap Budi dalam konferensi pers.

Tim SAR Gabungan memastikan akan bekerja keras, sebagaimana mengikuti perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Malaysia Bicara Jujur soal Kartu Merah Thom Haye usai Main Imbang Tanpa Gol Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Malaysia Bicara Jujur soal Kartu Merah Thom Haye usai Main Imbang Tanpa Gol Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, berbicara jujur soal kartu merah yang diberikan kepada Thom Haye. Dia mengakui bahwa itu mengubah jalannya permainan melawan Timnas Indonesia.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia Yakin Bisa Raih Medali Emas di Asian Games 2026

Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia Yakin Bisa Raih Medali Emas di Asian Games 2026

Pelatih Timnas PUBG Mobile Indonesia, Deni Fianda mengaku optimistis bahwa tim Merah Putih bisa meraih medali emas di Asian Games 2026. Rasa percaya diri ini ditunjukkan usai skuad Garuda mampu tampil apik.
Thom Haye Dikartu Merah, Maarten Paes Sebut Suporter Bantu Timnas Indonesia Amankan Clean Sheet Hadapi Malaysia

Thom Haye Dikartu Merah, Maarten Paes Sebut Suporter Bantu Timnas Indonesia Amankan Clean Sheet Hadapi Malaysia

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, memberikan apresiasi kepada suporter setelah skuad Garuda menahan Malaysia di lanjutan ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Musim Ketiga di Korea, Megawati Hangestri Ungkap Lebih Suka Tempat Seperti ini untuk Dikunjungi

Musim Ketiga di Korea, Megawati Hangestri Ungkap Lebih Suka Tempat Seperti ini untuk Dikunjungi

Bukan Seoul, Megawati Hangestri ternyata lebih suka tempat seperti ini saat punya waktu luang di Korea. Simak pilihan favorit Megatron di musim ketiganya.
Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Selengkapnya

Viral