GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sidang Lanjutan Kasus Kematian Balita di Medan, Saksi Beberkan Korban Sering Dipukul hingga Trauma

Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali melanjutkan sidang kasus penganiayaan balita hingga meninggal dengan mengenaskan oleh terdakwa Zul Iqbal.
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 18:14 WIB
Sidang Lanjutan Kasus Kematian Balita di Medan, Saksi Beberkan Korban Sering Dipukul hingga Trauma
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali melanjutkan sidang kasus penganiayaan balita hingga meninggal dengan mengenaskan oleh terdakwa Zul Iqbal.

Agenda sidang adalah keterangan saksi, dengan saksi Hasvara Diba Inanta sebagai pelapor, di ruang cakra 5, PN Medan, pada Kamis (9/10/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesaksiannya di persidangan, saksi Hasvara mengaku, jika korban AYP (3) semasa hidupnya mengalami trauma mendalam, karena Zul Iqbal suka main pukul.

"Semasa hidup korban ketakutan melihat Zul Iqbal. Korban takut karena selama ini tidak ada laki-laki yang hadir di hidupnya, jadi ketika ada lelaki yang tegas, dia takut. Begitulah kata ibunya. Saya sempat tanya ke korban kenapa takut? Dipukul katanya. Jadi kalau korban kencing di celana dipukul betisnya. Pukulan itu menurut ibu korban bentuk pendisiplinan," jelasnya.

Lebih lanjut, Hasvara yang merupakan tante dari korban AYP mengungkapkan perbuatan Zul Iqbal ini sangat tragis kepada anak balita.

Saksi mengatakan, korban sebelum meninggal dunia sempat disiksa dengan tragis, sehingga mengalami lebam.

"Korban disiksa, digantung di kamar mandi saat tinggal di rumah Zul Iqbal selama tiga hari. Korban dijemput Zul Iqbal dari Sei Kapuas pada Sabtu. Saat dijemput pulang dari rumah Zul Iqbal ada lebam-lebam, katanya karena jatuh dari sepeda dan kena rantai sepeda. Yang bilang anaknya digantung istrinya Zul Iqbal dan anaknya, tapi Zul Iqbal tidak mengaku," ucapnya.

Bahkan, ia menjelaskan, bahwa korban AYP sempat dibawa ke rumah sakit oleh Zul Iqbal dan ibunya, namun saat diperjalanan korban sudah tidak bernyawa.

"Di jalan sudah meninggal menuju rumah sakit. Yang bawa (ke rumah sakit) ibu korban dan Zul Iqbal,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun yang menjadi hal mencurigakan keluarga korban adalah tubuh korban mengalami lebam lebam saat meninggal dunia. Padahal seminggu sebelum meninggal saksi sempat bertemu dengan korban kondisinya masih sehat. 

“Saya lihat badannya lebam-lebam saat dibuka bajunya. Lebam-lebam itu dibilang ibunya dan Zul Iqbal karena salah obat. Seminggu sebelum meninggal saya sempat bertemu dan tak ada lebam di tubuhnya, kondisinya sehat. Sebelum meninggal, sempat dibawa ke klinik. Saya tidak tahu dibawa ke klinik, saya tahunya setelah menjadi jenazah dan saya dapat informasi dari ibu korban," kata Hasvara.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Surabaya Vaganza 2026 Digelar Sore Nanti, Ini Titik Parkir Yang Perlu Diperhatikan

Surabaya Vaganza 2026 Digelar Sore Nanti, Ini Titik Parkir Yang Perlu Diperhatikan

Dishub Surabaya menyiapkan 15 titik parkir resmi bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bocor! John Herdman Ungkap Ciri-ciri Pemain yang akan Dipanggil ke Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Bocor! John Herdman Ungkap Ciri-ciri Pemain yang akan Dipanggil ke Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

John Herdman mengungkap kriteria pemain Timnas Indonesia untuk Piala Asia 2027, dari mental, karakter, hingga kemampuan menghadapi tekanan besar.
Diduga Minimnya pengawasan saat Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya di duga bunuh diri

Diduga Minimnya pengawasan saat Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya di duga bunuh diri

WN India diduga tewas bunuh diri di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, pada Kamis (13/5/2026). Korban SN diduga depresi saat sebelumnya menjalani..
Reaksi Tak Terduga Dedi Mulyadi saat Lagi Emosi ke Mandor Proyek Galian Kabel eh Malah Diserbu Warga Minta Foto

Reaksi Tak Terduga Dedi Mulyadi saat Lagi Emosi ke Mandor Proyek Galian Kabel eh Malah Diserbu Warga Minta Foto

Dedi Mulyadi beri reaksi tak terduga ketika sedang emosi dengan mandor proyek galian kabel tetapi justru didatangi warga yang ingin minta foto dengan Gubernur.
Investasi Masa Depan AC Milan pada Sosok Alphadjo Cisse, Berlian Tersembunyi yang Bikin Manajemen Rossoneri Rela Bakar Uang

Investasi Masa Depan AC Milan pada Sosok Alphadjo Cisse, Berlian Tersembunyi yang Bikin Manajemen Rossoneri Rela Bakar Uang

AC Milan mulai serius menyiapkan proyek jangka panjang di masa depan. Salah satu nama yang mendapat perhatian besar manajemen Rossoneri adalah Alphadjo Cisse.
Gubernur Khofifah Lepas Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Gubernur Khofifah Lepas Murid Peserta Magang Kerja Luar Negeri dan Alumni sebagai Pekerja Migran dari SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Gubernur Khofifah lepas 1790 murid program magang kerja luar negeri, serta alumni sebagai pekerja migran dari SMK wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral