News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Presiden Partai Buruh Said Iqbal Sebut Program Magang Nasional Berpotensi Jadi Ladang Korupsi

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyebut program Magang Nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan berpotensi menjadi ladang korupsi
Selasa, 14 Oktober 2025 - 12:16 WIB
Presiden Partai Buruh Said Iqbal
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyebut program Magang Nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan berpotensi menjadi ladang korupsi.

Menurutnya, potensi adanya pencurian uang negara itu melalui Lembaga Pelatihan kerja (LPK) atau lembaga penyalur peserta magang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di dalam prakteknya, diselewengkan oleh Pemerintah, Kementerian Ketenagakerjaan, Itulah yang sekarang belum kita bongkar nih sumber korupsi. Siapa penyalur pemagangan? LPK-LPK, lembaga pelatihan atau pendidikan ketenagakerjaan?," katanya Selasa (14/10).

Said juga membeberkan beberapa kasus korupsi yang terjadi di Kementerian Ketenagakerjaan seperti izin Tenaga Kerja Asing (TKA) dan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Namun, ia menduga yang akan menjadi ladang korupsi besar yakni terkait dengan pemagangan tersebut. Sehingga Said meminta agar dilakukan pengawasan yang ketat.

"Kemenaker ini kan sudah ada korupsi di TKA, izin TKA. Udah korupsi kemarin izin sertifikat K3. Ini belum dibongkar, nih. Periksa itu izin tentang membolehkannya pemagangan dan outsourcing. Itu lebih besar, dugaan sementara ini sumber korupsinya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya Said Iqbal mengkritik program magang nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurutnya, program magang nasional di nilai tidak tepat sasaran, pasalnya program ini seharusnya diberikan kepada mahasiswa bukan bagi fresh graduate.

"Program pemagangan di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan adalah program yang untuk orang sekolah, bukan untuk orang kerja," ucapnya di salah satu hotel di Jakarta Pusat, Senin (13/10).

Said juga tak segan menyebut bahwa program ini sangat membuat malu para sarjana yang telah mengenyam pendidikan.

"Pemagangan seperti ini salah. Silakan diberi judul, pemagangan menghina lulusan sarjana," tegasnya.

Di sisi lain, Said mengungkapkan, bahwa program ini menjadi simpang siur karena tidak ada ketidakselarasan saat penyampaian upah bagi peserta yang mengikuti program tersebut.

"Simpang siur karena Pak Teddy sebagai Seskab bahwa itu upah minimum Kabupaten dan Kota, tapi Pak Menko ngomong yang berbeda yaitu UMP, Upah Minimum Provinsi," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perbedaan penyampaian tersebut membuat Said menilai bahwa program ini tidak terkoordinasi dengan baik.

"Pak Yassierli Menteri Ketenagakerjaan juga UMP, programnya rupanya tidak kekoordisi dengan baik" tandasnya. (aha/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Hadapi AC Milan, Kiper Italia Beri Pengakuan Jujur soal Performa Gacor Jay Idzes di Sassuolo

Jelang Hadapi AC Milan, Kiper Italia Beri Pengakuan Jujur soal Performa Gacor Jay Idzes di Sassuolo

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, kembali menunjukkan kelasnya di kompetisi Serie A. Jelang hadapi AC Milan, kiper Italia puji performa sang bek di Sassuolo.
Soal Usul Gerbong Khusus Perempuan Dipindah, Dirut KAI: Keselamatan Tidak Kita Bedakan Antar Gender

Soal Usul Gerbong Khusus Perempuan Dipindah, Dirut KAI: Keselamatan Tidak Kita Bedakan Antar Gender

Kemudian aspek yang kedua adalah memberikan kemudahan-kemudahan akses untuk para perempuan.
Dedi Mulyadi Ingatkan Pedagang Ciwiday Jangan Hanya Jual Kopi Saset, Ternyata Kopi Jawa Barat sudah Mendunia

Dedi Mulyadi Ingatkan Pedagang Ciwiday Jangan Hanya Jual Kopi Saset, Ternyata Kopi Jawa Barat sudah Mendunia

Baru-baru ini Gubernur Dedi Mulyadi beri peringatan ke penjual wisata Ciwiday
Prabowo Puji Hasil Revitalisasi SMAN 1 Cilacap, Siap Gelontorkan Investasi Besar demi Masa Depan Anak Bangsa

Prabowo Puji Hasil Revitalisasi SMAN 1 Cilacap, Siap Gelontorkan Investasi Besar demi Masa Depan Anak Bangsa

Revitalisasi SMAN 1 Cilacap sendiri mencakup 1.273 siswa dengan total anggaran mencapai Rp1,05 miliar dan telah rampung sejak 2025.
Petugas Cleaning Stasiun Bekasi Timur Gerak Cepat Lakukan Pembersihan

Petugas Cleaning Stasiun Bekasi Timur Gerak Cepat Lakukan Pembersihan

Tim petugas Cleaning KAI Services yang bertugas dalam senyap membersihkan debu dan sampah yang berada di lingkungan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Heboh Kabar Dapur MBG Bermasalah Tetap Dapat Insentif Rp 6 Juta per Hari, Ini Penjelasan Kepala BGN

Heboh Kabar Dapur MBG Bermasalah Tetap Dapat Insentif Rp 6 Juta per Hari, Ini Penjelasan Kepala BGN

Dalam hal ini, kesalahan dinilai bersifat operasional dan masih dapat diperbaiki tanpa indikasi pelanggaran sistemik.

Trending

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Menilik jadwal Megawati Hangestri setelah tampil di Proliga 2026. Atlet yang akrab disapa Megatron itu akan kembali turun gunung untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia.
Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

NAC Breda mengajukan gugatan pada KNVB atas keinginan mereka untuk pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James tak dikabulkan. 
Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim putra dan putri bulu tangkis Indonesia meraih hasil berbeda di ajang bergengsi ini.
Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Mantan Menteri KKP menerima tawaran dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Komisaris Utama Independen ini langsung mau Bank BJB berantas pinjol di Jabar.
Rekap Hasil Piala Thomas 2026: Kalah 1-4 dari Prancis, Indonesia untuk Pertama Kalinya Gugur di Fase Grup

Rekap Hasil Piala Thomas 2026: Kalah 1-4 dari Prancis, Indonesia untuk Pertama Kalinya Gugur di Fase Grup

Indonesia kalah 1-4 dari Prancis di laga terakhir Grup D Piala Thomas 2026.
Selengkapnya

Viral