Pemerintah Berencana Tambah Kuota Program Magang Nasional 2026-2027
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang pertama Program Magang Nasional 2025 Tahap I resmi berakhir setelah berjalan sejak 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026.
Penutupan program ini dipimpin langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam sebuah acara simbolis di Jakarta, Jumat (24/4).
Dalam penutupan tersebut, Menaker Yassierli memberikan motivasi kepada para alumni agar terus bersemangat mengejar peluang kerja yang lebih menjanjikan melalui program lanjutan yang disiapkan pemerintah, seperti sertifikasi kompetensi.
“Kepada adik-adik sekali lagi tetap optimis, tetap semangat, karena belum selesai kita sampai di sini, ada program sertifikasi yang menanti. Manfaatkan kesempatan ini untuk sukses, insyaallah, bagi adik-adik semua di masa yang akan datang,” pesan Menaker.
Seiring berakhirnya tahap awal tersebut, pemerintah kini tengah menyusun rencana strategis untuk periode berikutnya.
Pada Sabtu (25/4), Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menggelar pertemuan dengan Menaker Yassierli di Gedung Sekretariat Kabinet RI untuk membahas keberlanjutan program tersebut, termasuk rencana penambahan kuota.
Seskab Teddy membeberkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi, terbukti dari membeludaknya jumlah pendaftar.
“Pertemuan membahas berbagai progress dan rencana strategis bidang ketenagakerjaan, termasuk Program Magang Nasional 2025–2026 yang sedang diikuti 100.000 peserta magang, dengan jumlah pendaftar awal mencapai sekitar 400.000 orang,” ujar Seskab Teddy, Minggu (26/4).
Melihat tingginya minat tersebut, penyesuaian kapasitas peserta pun direncanakan untuk tahun anggaran mendatang.
“Untuk periode 2026–2027, pemerintah berencana meningkatkan kuota serta meningkatkan kualitas dan keahlian peserta magang,” tambahnya.
Menurut Teddy, besarnya minat para lulusan perguruan tinggi untuk bergabung dalam program ini didorong oleh berbagai benefit menarik yang ditawarkan oleh negara.
“Kesempatan pengalaman bekerja, mendapat ilmu dari mentor dan memperoleh upah bulanan sesuai UMP dari pemerintah pusat menjadi dorongan lebih bagi para lulusan sarjana untuk mendaftar,” tutur Sekretaris Kabinet.
Selain membahas skema magang untuk para sarjana, pertemuan dua pejabat tinggi ini juga membicarakan penguatan pelatihan vokasi bagi lulusan SMK guna mendongkrak kesiapan mereka di dunia industri.
Di samping itu, Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen terus menggulirkan program peningkatan keterampilan dan kesejahteraan bagi para buruh, pekerja alih daya (outsourcing), hingga pekerja rumah tangga. (ant/dpi)
Load more