News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasar Burung Barito Kini Tinggal Kenangan, Kronologi Wacana Relokasi hingga Berujung Pembongkaran Paksa

Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kini tinggal kenangan. Ratusan kios pedagang untuk mencari nafkah, kini telah rata dengan tanah.
Senin, 27 Oktober 2025 - 23:57 WIB
Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kini tinggal kenangan.
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.comPasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kini tinggal kenangan. Ratusan kios pedagang untuk mencari nafkah, kini telah rata dengan tanah.

Ratusan personel gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta aparat keamanan lainnya dan para pegawai pemerintah kota Jakarta Selatan secara tiba-tiba mendatangi Pasar Barito dan membawa alat berat seperti excavator (beko) pada Senin pagi (27/10/2025) sekira pukul 05.30 WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tujuannya tak lain yakni membongkar paksa alias menggusur ratusan kios itu dengan alibi penertiban.

Wacana relokasi para pedagang Pasar Burung Barito sejak bulan Juli lalu, kini berakhir penggusuran paksa di penghujung Oktober.

Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kini tinggal kenangan.
Pasar Burung Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kini tinggal kenangan.
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews.com

 

Setelah satu bulan belakangan diwarnai penolakan dan dialog buntu, ratusan lapak tempat para pedagang menggantungkan hidup, kini telah rata dengan tanah.

5 Juli 2025

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mulai mengusulkan relokasi pedagang pasar burung Barito ke kawasan Lenteng Agung.

Usulan ini diajukan demi melancarkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggabungkan 3 taman menjadi satu, yakni Taman Langsat, Taman Ayodya, serta Taman Leuser, yang berada di area pasar tersebut, menjadi Taman Bendera Pusaka. 

3 Agustus 2025

Para pedagang sudah diminta angkat kaki oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Padahal lokasi sementara (loksem) yang diusulkan di Lenteng Agung masih belum siap digunakan dan berupa tanah kosong.

Pedagang menyebutnya sebagai 'jurang' karena berada di belakang gedung pemadam kebakaran dan dataran tanahnya lebih rendah dari pada gedung depannya.

8 Agustus 2025

Gubernur Pramono Anung dan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri mendatangi Taman Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan untuk melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Taman Bendera Pusaka.

Para pedagang juga melakukan aksi unjuk rasa saat ada acara peletakan batu pertama oleh Gubernur Pramono. Mereka berharap ditemui oleh orang nomor 1 di Jakarta dan diajak dialog hingga membuahkan solusi terbaik. Namun ternyata hasilnya nihil, mereka tak digubris.

Para pedagang menduga proyek Taman Bendera Pusaka ini bermuatan politis.

Mewakili ratusan pedagang lain di Pasar Barito, Yuliyana mengatakan, ia menaruh curiga, jika proyek ini adalah proyek khusus alias spesial dibuatkan untuk sosok yang dipanggil "IBU" oleh Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Tak lain, sosok yang disapa "IBU" oleh Pramono adalah Megawati Soekarnoputri, orang yang mendorong dan merestui Pramono Anung menjadi orang nomor satu di Jakarta

"Katanya sih nanti mau dibangun patung Ibu Fatmawati di taman itu. Ya kita jadi mikir, ini proyek buat publik, atau buat keluarga besar tokoh politik? Kan kayak begitu terlihat banget, buat partainya sendiri," tutur Yuliyana saat ditemui tvOnenews.com di kiosnya di Pasar Burung Barito, Jumat (16/8/2025).

7 Oktober 2025

Para pedagang justru dilayangkan surat peringatan pertama (SP1) oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan agar segera angkat kaki dari Barito.

"Kami sudah menerima surat peringatan pertama (SP) sejak 7 Oktober," kata Fahmi Akbar, kuasa hukum para pedagang pasar burung barito, kepada tvonenews.

14 Oktober 2025

Para pedagang kembali melakukan aksi demonstrasi. Kali ini, ratusan pedagang itu langsung mendatangi Kantor Gubernur DKI Jakarta. Lagi-lagi, mereka berharap ditemui oleh Pramono Anung atau Rano Karno yang akrab disapa Bang Doel untuk menemukan solusi terbaik agar tempat mencari nafkahnya tidak digusur.

Hasilnya, mereka hanya ditemui oleh Nur Hidayat, Sekretaris Kadis PPKUKM, Kesbangpol, dan Mulian pihak daru Sudin Dinas PPKUKM Pemkot Jakarta Selatan.

Berdasarkan keterangan dari Fahmi, kuasa hukum para pedagang, dalam audiensi tersebut pihak Pemkot dan Pemprov hanya menyebut akan menyampaikan suara para pedagaang ini ke Gubernur. 

15 Oktober 2025

Lagi-lagi hasilnya nihil. Tepat pada keesokan harinya, para pedagang justru dibuat kaget.

Setelah kemarin melakulan aksi unjuk rasa dan diajak masuk ke dalaam kantor gubernur untuk diajak audiensi, justru keesokan harinya mereka malah dilayangkan surat peringatan kedua (SP2).

"Lalu SP2 pada 15 Oktober, dan SP3 keluar 21 Oktober," kata Fahmi.

21 Oktober

Saat SP3 dilayangkan pada Selasa lalu, Fahmi mengaku sempat menemui pihak Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan di lokasi pasar.

Ia sempat menanyakan mengapa sampai dilayangkan surat SP3 untuk para pedagang, apakah 3 usulan solusi yang ditawarkan pedagang tidak dapat diterapkan?

Atau apakah audiensi para pedagang dan pihak Pemprov dan Pemkot di Balai Kota pada 14 Oktober lalu tidak ada gunanya?

"Ya, kami waktu pemberian SP3 itu mempertanyakan juga di tanggal 21 Oktober kepada Pemprov, ya. "Bagaimana hasil dialog kami? Apa keputusannya? Mereka menjawab: keputusannya tetap sama. Oh, berarti kemarin dialognya itu hanya formalitas saja kami diterima. Kan seperti itu. Jadi, teman-teman ini, selain tidak didengar, tidak diagregasikan pula aspirasinya. Iya, tetap pada keputusan harus digusur, seperti itu," beber Fahmi.

27 Oktober

Sepekan setelah dilayangkan SP3, pada Senin 27 Oktober 2025 pagi ternyata para pedagang lebih-lebih dibuat terkejut bukan kepayang.

Fahmi menuturkan bahwa proses menuju penggusuran berlangsung cepat dan dianggap tidak transparan.

"Belum sempat ada keputusan hukum, tiba-tiba pagi ini mereka datang dengan ribuan personel,” ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, sekitar 1.500 personel Satpol PP, PPSU, TNI, dan Polri dikerahkan sejak pukul 06.00 WIB hari ini.

Anehnya, menurut Fahmi, surat tugas pembongkaran baru diberikan 6 jam kemudian, setelah sebagian kios pedagang sudah dihancurkan.

Itu pun, bukan surat perintah untuk membongkar paksa. Tetapi surat tugas untuk "merelokasi dan menertibkan".

“Surat tugas baru kami terima sekitar pukul 12.00, setelah kios pedagang rata sebagian. Padahal di surat itu tertulis dengan redaksi 'relokasi dan penertiban', bukan pembongkaran,” tegasnya.

Sejak awal, kata Fahmi, para pedagang dengan tegas menolak dipindahkan ke lokasi pengganti di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Mereka menilai lokasi baru tidak layak, rawan banjir, dan sulit diakses pembeli.

Terlebih, Pasar Barito telah menjadi pasar legendaris.

3 Solusi yang Ditawarkan Pedagang Tanpa Menggusur

“Relokasi ke Lenteng Agung itu sepihak dari Pemprov DKI. Pedagang bahkan sudah menawarkan 3 solusi alternatif. Apa itu solusi alternatifnya? (1) Mereka siap untuk dibongkar separuh kiosnya untuk akses jalan masuk ke taman, ujung kiri, tengah, ujung kanan (2) mereka juga siap untuk dibongkar kiosnya misal harus sampai 50% untuk akses ke taman. Karena sebenarnya ini kan tidak mengganggu Ruang Terbuka Hijau, (3) kami sebenarnya ingin para pedagang tidak jauh-jauh, kalaupun mau direlokasi. Yaitu ada di Jalan Barito 2. Kalau kata pedagang, enggak apa-apa di situ aja. Kami siap, kok, kalau misalnya di situ," papar Fahmi.

"Tapi semua usulan diabaikan,” sambungnya.

Paguyuban pedagang kini menyiapkan langkah hukum dengan menggugat Pemprov DKI, Dinas PPKUKM, dan Satpol PP atas dugaan perbuatan melawan hukum (PMH).

Mereka juga telah mengirim surat penundaan relokasi ke Wali Kota Jakarta Selatan, Kasatpol PP, hingga Gubernur DKI, namun tak digubris.

“Kami sudah ajukan penundaan karena proses gugatan sedang berjalan. Tapi mereka tetap jalan. Ini bentuk pelecehan terhadap proses hukum,” tegas Fahmi.

Ia memastikan, gugatan akan mencakup seluruh pihak yang terlibat dalam pembongkaran, termasuk Kasatpol PP Jakarta Selatan, Wali Kota, hingga Dinas PPKUKM DKI Jakarta.

Kini, pedagang tengah berfokus menenangkan diri sembari meratapi barang dagangannya hancur lebur dibongkar paksa oleh aparat.

Belum lagi, banyak kucing yang mati dan burung yang terbang lepas akibat 'grasak-grusuk' pada pagi hari tadi. (rpi/muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Emas Now Perluas Akses Perdagangan Logam Mulia Modern Berbasis Harga Internasional

Emas Now Perluas Akses Perdagangan Logam Mulia Modern Berbasis Harga Internasional

Emas Now melakukan langkah strategis perusahaan dalam memperluas jaringan layanan perdagangan logam mulia di Indonesia sekaligus menghadirkan pengalaman transaksi emas yang lebih modern, transparan, dan terpercaya bagi masyarakat.
Rudi Margono Beberkan Pesan Jaksa Agung untuk Tangani Kasus Febrie Adriansyah: Semua Perkara Harus Ditangani Profesional

Rudi Margono Beberkan Pesan Jaksa Agung untuk Tangani Kasus Febrie Adriansyah: Semua Perkara Harus Ditangani Profesional

Rudi Margono yang kini menjadi Plt Jampidsus menggantikan Febrie Adriansyah beberkan pesan Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin. Kata Rudi, dirinya diminta menangani
Kabar Buruk dari Belanda, Aturan Baru Eredivisie Bikin Pemain Timnas Indonesia Makin Sulit Abroad

Kabar Buruk dari Belanda, Aturan Baru Eredivisie Bikin Pemain Timnas Indonesia Makin Sulit Abroad

Kabar kurang sedap bertiup kencang dari ranah sepak bola Belanda bagi para penggawa Timnas Indonesia yang bermimpi merajut karier di benua biru. Klub-klub yang
Pencuri Kabel Senilai Rp143 Juta di Cikarang Berhasil Ditangkap

Pencuri Kabel Senilai Rp143 Juta di Cikarang Berhasil Ditangkap

Dua pria berinisial N dan S yang diduga mencuri kabel senilai lebih dari Rp143 juta di area Power House Pollux Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berhasil ditangkap pihak KKepolisian Sektor Cikarang Selatan, Polres Metro Bekasi.
Bukan Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Kini Dapat Julukan Baru Usai Kembali ke Korea

Bukan Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Kini Dapat Julukan Baru Usai Kembali ke Korea

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea langsung menyita perhatian media setempat. Tak lagi dijuluki 'Megatron', kini pevoli itu dapat panggilan baru.
Pasca Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Ini Kondisi Terbaru Polda Metro Jaya

Pasca Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Ini Kondisi Terbaru Polda Metro Jaya

Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah dan Don Ritto sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU ).

Trending

Terungkap, Penyebab Febrie Adriansyah Tersangka 3 Kasus Korupsi Besar Dilimpahkan ke Kejagung

Terungkap, Penyebab Febrie Adriansyah Tersangka 3 Kasus Korupsi Besar Dilimpahkan ke Kejagung

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ditetapkan jadi tersangka dalam dugaan 3 kasus korupsi besar. Sontak, hal ini menyedot hingga menuai komentar publik terkait
Siapa Sosok Rudi Margono Gantikan Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus? Ternyata Kerap Menjabat di Posisi Krusial

Siapa Sosok Rudi Margono Gantikan Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus? Ternyata Kerap Menjabat di Posisi Krusial

Nama Rudi Margono kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, Rudi ditunjuk sebagai Plt Jampidsus menggantikan Febrie Adriansyah yang baru saja mengundurkan diri.
Kronologi Lengkap Amanda Zahra Disindir Dokter Kecantikan hingga Berujung Permintaan Maaf

Kronologi Lengkap Amanda Zahra Disindir Dokter Kecantikan hingga Berujung Permintaan Maaf

Amanda Zahra Disindir Dokter Kecantikan menjadi sorotan usai komentar body shaming viral. Simak kronologi lengkap hingga permintaan maaf sang dokter.
Diundang Pemerintah Iran, Indonesia Jadi Delegasi Pertama Ziarah Makam Ayatollah Khamenei

Diundang Pemerintah Iran, Indonesia Jadi Delegasi Pertama Ziarah Makam Ayatollah Khamenei

Indonesia menjadi delegasi resmi pertama yang memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, di kompleks Makam Imam Reza, Mashhad.
BREAKING NEWS: Febrie Adriansyah Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi!

BREAKING NEWS: Febrie Adriansyah Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi!

Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Ardiansyah, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi.
Siapa Amanda Zahra? Influencer yang Viral usai Dinyinyiri Oknum Dokter, Ternyata Ini Profesinya Sebelum Terkenal

Siapa Amanda Zahra? Influencer yang Viral usai Dinyinyiri Oknum Dokter, Ternyata Ini Profesinya Sebelum Terkenal

Siapa Amanda Zahra? Influencer yang tengah jadi sorotan usai dinyinyiri oleh seorang dokter, ternyata ini profesinya sebelum terkenal.
Persib Benar-benar Jadi Miniatur Timnas Indonesia, Ini Starting XI Garuda Full Pemain Maung Bandung di TC Piala AFF 2026

Persib Benar-benar Jadi Miniatur Timnas Indonesia, Ini Starting XI Garuda Full Pemain Maung Bandung di TC Piala AFF 2026

Persib menjadi penyumbang pemain terbanyak untuk Timnas Indonesia dalam TC Piala AFF 2026. Bahkan skuad Garuda bisa beriksan seluruh pemain dari Maung Bandung.
Selengkapnya

Viral