News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sedikit Demi Sedikit Mulai Terkuak di Persidangan, Prada Lucky Namo Dipaksa Mengaku LGBT oleh Atasannya

Prada Lucky Namo merupakan anggota TNI yang diduga meninggal dunia akibat dianiaya seniornya pada bulan Agustus 2025 lalu. Ini update mengenai persidangan kasus tersebut.
Rabu, 29 Oktober 2025 - 10:54 WIB
Sejumlah anggota TNI AD selaku terdakwa kasus penganiayaan terhadap Prada Lucky Namo menjalani sidang perdana di NTT, Selasa (28/10/2025)
Sumber :
  • Mega Tokan-Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Masih ingat kasus Prada Lucky Namo? Prada Lucky Namo merupakan anggota TNI yang diduga meninggal dunia akibat dianiaya seniornya pada bulan Agustus 2025 lalu.

Dia diketahui baru dua bulan bertugas di Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini pun mulai di sidangkan. Pada sidang yang digelar pada Selasa (28/10/2025), 17 orang dihadirkan sebagai terdakwa. Sementara itu, empat orang lainnya dihadirkan sebagai saksi.

17 Terdakwa itu merupakan senior Prada Lucky Namo. Sementara itu, empat saksi yang dihadirkan, yakni dua orang rekan Prada Lucky Namo, ayah dan ibu Prada Lucky Namo.

tvonenews

Saat membacakan dakwaan, Oditur Militer Letkol Chk Yusdiharto menyebut para terdakwa menganiaya Prada Lucky Namo dan memaksanya mengaku LGBT beberapa kali.

Salah satu rekannya yang berbicara di persidangan, yakni Prada Richard mengaku dipaksa atasannya untuk mengaku melakukan hubungan sesama jenis bersama Prada Lucky Namo.

Prada Richard mengatakan kejadian itu terjadi pada tanggal 28 Juli 2025 sekitar pukul 21.00 WITA.

Kala itu dia dibawa ke salah satu ruangan. Prada Richard mengaku dipaksa untuk mengakui LGBT. Dia sempat menolak mengakuinya.

Akan tetapi, karena terus-menerus dipukul, dia pun akhirnya terpaksa berbohong.

"Saya ditanya berapa kali LGBT tapi saya terpaksa berbohong supaya tidak dipukuli lagi," katanya.

Dia menyebut perlakuan yang sama juga dialami Prada Lucky Namo.

Sementara itu, ayah Lucky Namo, yakni Serma Kristian Namo mempertanyakan tudingan terkait LGBT para terdakwa terhadap mendiang anaknya.

"Dari keterangan para saksi lainnya bahwa anak saya ini dianiaya karena dibilang LGBT. Karena itu saya minta bukti-buktinya," kata Kristian Namo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oditur Letkol Chk Yusdiharto pun mengatakan tudingan LGBT tidak bisa dibuktikan.

"Untuk LGBT itu tidak bisa dibuktikan. Itu hanya asumsi dari mereka. Apalagi mereka ini baru kenal satu bulan setengah. Batalyon yang mereka bertugas ini belum genap dua bulan. Jadi bagaimana mereka bisa membuktikan kalau korban ini LGBT atau penyimpangan seksual," ucap Yusdiharto. (nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Oknum Polisi Dilaporkan atas Dugaan Penganiayaan Wartawan di Jakarta Barat, PWI Hormati Proses Hukum

Oknum Polisi Dilaporkan atas Dugaan Penganiayaan Wartawan di Jakarta Barat, PWI Hormati Proses Hukum

PWI menghormati proses hukum dugaan penganiayaan terhadap wartawan saat meliput eksekusi di Jakarta Barat. Kasus dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan Propam Polri.
Kementerian dan Lembaga Raih WTP Laporan Keuangan Tahun 2025, BPK RI Ingatkan Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

Kementerian dan Lembaga Raih WTP Laporan Keuangan Tahun 2025, BPK RI Ingatkan Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI menyebut jika semua kementerian/lembaga (KL) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Tahun 2025.
Polda Metro Jaya Tindak 37 Akun Medsos Bermuatan Provokatif-Berita Bohong, Sembilan Pegiat Jadi Tersangka

Polda Metro Jaya Tindak 37 Akun Medsos Bermuatan Provokatif-Berita Bohong, Sembilan Pegiat Jadi Tersangka

Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menindak akun media sosial yang memuat konten provokatif, destruktif dan hoaks atau pemberitaan bohong sepanjang Juni-Agustus 2026.
Sudah Kantongi 30 Kemenangan atas Singapura, Apakah Timnas Indonesia Bisa Amankan Satu Tiket Semifinal Piala AFF 2026?

Sudah Kantongi 30 Kemenangan atas Singapura, Apakah Timnas Indonesia Bisa Amankan Satu Tiket Semifinal Piala AFF 2026?

Timnas Indonesia mendominasi dengan mengantongi 30 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 19 kali menelan kekalahan dari Singapura. Mampukan Skuad Garuda menang lagi?
Skuad Garuda Wajib Mematuk Singa

Skuad Garuda Wajib Mematuk Singa

Kesalahan Skuad Garuda saat menghadapi Vietnam, jangan sampai terulang saat menantang The Lions Singapura malam ini.
Karhutla di Gunung Bromo Hanguskan Ratusan Hektare, DPR Sentil Kemenhut: Jangan Nunggu Api Besar

Karhutla di Gunung Bromo Hanguskan Ratusan Hektare, DPR Sentil Kemenhut: Jangan Nunggu Api Besar

Kawasan konservasi Gunung Bromo di Jawa Timur mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga menghanguskan ratusan hektare.

Trending

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Ini Faktanya

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Divpropam Mabes Polri, Ini Faktanya

Joko ajak seluruh pihak untuk tetap menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak berspekulasi sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari Mabes Polri.
Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020

Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin serta Kuasa Hukum Eks Ketua Yayasan, IWD, yakni Alhadid Endar Putra buka suara soal temuan 995 senjata airsoft gun di sebuah sekolah swasta, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Beredar Diduga Curhatan Winda Lorenza ke Sahabat, Temukan Fakta Sebelum Mantan Istri Polisi di Medan Tewas

Beredar Diduga Curhatan Winda Lorenza ke Sahabat, Temukan Fakta Sebelum Mantan Istri Polisi di Medan Tewas

Sejumlah fakta baru kondisi sebelum Winda Lorenza Gowasa, mantan istri polisi, Bripka IH tewas muncul lewat tangkapan layar percakapan dengan sahabat viral.
Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

Di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggegerkan Depok, muncul cerita dari tempat terakhir Saepul alias Saepullah (26) mencari nafkah.
Maia Estianty Soroti Kasus Yurizal Pasien BPJS, Ingatkan Nakes untuk Jaga Empati

Maia Estianty Soroti Kasus Yurizal Pasien BPJS, Ingatkan Nakes untuk Jaga Empati

Maia Estianty soroti kasus Yurizal pasien BPJS yang viral, ingatkan para nakes untuk jaga empati.
Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Istana Kepresidenan merespons isu yang beredar mengenai usulan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh Nobel Perdamaian 2026.
Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara

Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara

Setelah kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia hingga keputusan aneh pada sanksi pelatih Persija, Shin Tae-yong, kali ini KFA terkena skandal seksual. 
Selengkapnya

Viral