GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesaksian Warga soal Penemuan 2 Kerangka Manusia di Gedung Kwitang: Kemarin Ada Ambulans Bolak-balik

Penemuan dua kerangka manusia di Gedung Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, bekas kebakaran pada saat aksi demo yang ricuh Agustus lalu. Ternyata menjadi sorotan
Jumat, 31 Oktober 2025 - 18:40 WIB
Kesaksian Warga soal Penemuan 2 Kerangka Manusia di Gedung Kwitang: Kemarin Ada Ambulans Bolak-balik
Sumber :
  • tvOnenews - Julio

Jakarta, tvOnenews.com - Penemuan dua kerangka manusia di Gedung Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, bekas kebakaran pada saat aksi demo yang ricuh Agustus lalu. Ternyata menjadi sorotan publik.

Pasalnya, usai kericuhan demo pada agustus lalu, ada beberapa orang yang hilang dan sampai saat ini belum ditemukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka dari itu, publik pertanyakan, apakah dua kerangka manusia itu adalah orang hilang pasca demo?

Untuk menjawab hal itu, tim tvOnenews.com mencoba menggali informasi dari masyarakat sekitar.

Dari kesaksian warga setempat yang namanya tidak ingin disebutkan menceritakan soal kejadian demo lalu.

Kata dia, dirinya merupakan penjaga warung kelontong, tepat di samping gedung Kantor Administrasi Gedung ACC Kwitang.

"Memang gedung ini terbakar saat kejadian kerusuhan pada Agustus kemarin, dan gedung ini juga yang dijarah saat itu." 

"Kemarin tepatnya Kamis 31 Oktober 2025, saya merlihat Ambulans 2 kali bolak balik dan melihat 1 kantong plastik putih (pake baju biasa) saat malam hari," ceritanya.

Dari pantauan tim tvOnenews.com, bekas kebakaran masih tampak di gedung tersebut. 

Bahkan coret-coretan di dinding masih terbaca jelas. Akan tetapi, gedung tersebut terlihat tidak berpenghuni. 

Selain itu, pagar gedung tersebut terlihat rusak dan ditutupi seng-seng dengan banyak coretan. 

Sebelumnya diberitakan, Polres Metro Jakarta Pusat membenarkan soal adanya penemuan dua kerangka manusia dalam kondisi gosong di gedung yang terbakar saat demo akhir Agustus 2025 lalu.

Polisi kemudian meminta orang tua dari korban bernama Farhan yang hilang dalam kericuhan aksi unjuk rasa pada akhir Agustus 2025, untuk melakukan tes DNA di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Hal ini diungkapkan oleh CEO Project Malaka, Ferry Irwandi melalui akun Instagram-nya. Ferry mengunggah screenshot WhatsApp dengan orang tua Farhan.

“Selama lebih dari 2 bulan ini kita coba menyelusuri beberapa petunjuk yang didapatkan dari berbagai pihak, kemarin kita mendapatkan kabar tentang ditemukannya kerangka jenazah di gedung yang terbakar di daerah sekitar Kwitang,” kata Ferry dalam akun Instagramnya, Jumat (31/10/2025).

“Keluarga sudah melakukan tes dan hasil tesnya diupayakan secepatnya,” sambungnya.

Ferry menuturkan ayah dari Farhan hanya meminta doa kepada seluruh pihak terkait kondisi anaknya yang masih dinyatakan hilang hingga sekarang.

“Apapun hasilnya, permintaan ayahanda korban adalah doa dari teman-teman semua dan ucapan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan,” katanya. 

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan hingga saat ini belum ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sample DNA dari dua kerangka manusia yang ditemukan itu akan dicocokkan dengan DNA orang tua korban orang hilang yang melaporkan ke KontraS pasca demo Agustus lalu.

“Kalau ke Polres belum (laporan orang hilang). Tapi kan kemarin ada yang lapor kehilangan ke KontraS itu, mungkin akan dicocokkin,” kata Roby saat dikonfirmasi, Jumat (31/10/2025). (jts/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi

Nyaris Dua Dekade Perempuan Malaysia Hidup Susah Usai Nikah dengan Pria WNI di Lombok: Cerai, Jadi Tukang Sapu, Anak Tidak Lanjutkan Sekolah hingga Mantan Suami Menikah Lagi

Kisah perempuan Malaysia hidup susah selama nyaris dua dekade, tepatnya 18 tahun, usai menikah dengan pria warga Indonesia (WNI) di Lombok menjadi viral.
Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026 Pekan Ini: Percobaan Terakhir Marc Marquez Cs Jelang Seri Pembuka di Thailand

Jadwal tes pramusim MotoGP 2026, di mana pekan ini akan menjadi percobaan terakhir Marc Marquez dan kawan-kawan sebelum tampil di seri pembuka kelas premier.
Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Reisinger menyoroti bahwa benua tersebut kini menempatkan keamanan siber sebagai fondasi strategis dalam mempertahankan stabilitas geopolitik.
Profil Ronald Koeman Jr: Kiper Belanda dan Anak Pelatih Tim Nasional yang Kabarnya Diminati Persib Bandung

Profil Ronald Koeman Jr: Kiper Belanda dan Anak Pelatih Tim Nasional yang Kabarnya Diminati Persib Bandung

Ronald Koeman Jr kabarnya masuk dalam radar Persib Bandung. Penjaga gawang asal Belanda itu merupakan anak legenda sepak bola Belanda, Ronald Koeman.
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Red Sparks Apes Bertubi-tubi Setelah Ditinggal Megawati Hangestri: Ko Hee-jin Terancam Dipecat Usai Catat 23 Kekalahan

Red Sparks Apes Bertubi-tubi Setelah Ditinggal Megawati Hangestri: Ko Hee-jin Terancam Dipecat Usai Catat 23 Kekalahan

Nasib malang menimpa Red Sparks di musim ini. Setelah Megawati Hangestri pergi, kondisi tim semakin kacau. 23 kekalahan hingga Ko Hee-jin terancam dipecat.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Ironis, pimpinan pondok pesantren (ponpes), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga cabuli santriwatinya berusia 19 tahun 25 kali. Hal ini diungkap kuasa hukum
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT