GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BPJS Kesehatan Nonaktifkan Peserta, Buruh PT Pakerin Demo di Mojokerto

Ratusan buruh pabrik PT Pakerin menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto di Jalan Empu Nala, Kecamatan Magersari, Selasa (7/4/2026).
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 7 April 2026 - 19:20 WIB
Ratusan buruh pabrik PT Pakerin menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto
Sumber :
  • tvOne - handi firmansyah

Surabaya, tvOnenews.com - Ratusan buruh pabrik PT Pakerin menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto di Jalan Empu Nala, Kecamatan Magersari, Selasa (7/4/2026). Aksi tersebut dipicu oleh penonaktifan massal kepesertaan BPJS Kesehatan yang dinilai merugikan para pekerja.

Dalam aksi itu, para buruh datang dengan menggunakan mobil komando dan melakukan orasi secara bergantian di depan kantor BPJS Kesehatan di Jalan Empu Nala, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka memprotes sistem penjamin BPJS Kesehatan yang dianggap diskriminatif dan tidak berpihak pada pekerja penerima upah. Sebab, sejak sepekan terakhir, kepesertaan BPJS Kesehatan buruh PT Pakerin dinonaktifkan sehingga para pekerja tidak dapat mengakses layanan kesehatan. Kondisi ini menimbulkan kecemasan, mengingat layanan kesehatan menjadi kebutuhan dasar bagi buruh dan keluarganya.l

Para buruh menduga penonaktifan tersebut terjadi akibat keterlambatan pembayaran iuran oleh pihak perusahaan. Meski demikian, pihak perusahaan disebut siap melakukan pembayaran secara bertahap. Oleh karena itu, buruh mendesak agar BPJS Kesehatan segera mengaktifkan kembali status kepesertaan mereka.

Ketua PC SPAI FSPMI Mojokerto, Eka Hernawati, menegaskan pihaknya datang untuk menuntut hak buruh agar dapat kembali mengakses layanan kesehatan.

“Pasca penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan ini, menyebabkan para buruh PT Pakerin tidak dapat mengakses layanan kesehatan gratis. Padahal banyak buruh yang sedang berobat,” ujar Eka.

Setelah melakukan orasi, sejumlah perwakilan buruh dan anggota serikat pekerja FSPMI diperbolehkan masuk untuk melakukan dialog dengan pihak BPJS Kesehatan. Dalam audiensi tersebut, pihak BPJS Kesehatan menyatakan telah berkoordinasi dengan manajemen perusahaan terkait.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto, Titus Sri Hardianto, menyebutkan bahwa proses pengaktifan kembali kepesertaan menjadi kewenangan BPJS Kesehatan pusat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kantor Cabang tidak mempunyai kewenangan untuk membuka biling. Tugas kami hanya meneruskan permohonan dari perusahaan PT Pakerin ke kantor pusat, dengan sejumlah persyaratan,” tegas Titus.

Karena belum mendapatkan hasil yang memuaskan, para buruh dan anggota serikat pekerja FSPMI kemudian melanjutkan aksi unjuk rasa ke kantor BPJS Kesehatan Jawa Timur di Surabaya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Program Cetak Sawah Dinilai Penting untuk Kemandirian Pangan

Program Cetak Sawah Dinilai Penting untuk Kemandirian Pangan

Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
Kasus Pembunuhan Keluarga Indramayu Dinilai Rumit, Dedi Mulyadi: Kita Sudah Simpulkan Siapa Pelaku Sebenarnya

Kasus Pembunuhan Keluarga Indramayu Dinilai Rumit, Dedi Mulyadi: Kita Sudah Simpulkan Siapa Pelaku Sebenarnya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) memahami ada drama di kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu. Ia sudah menyimpulkan pelaku utamanya.
Kebutuhan Garam Nasional 5 Juta Ton Per Tahun, Gibran: Kita Belum Bisa Penuhi Itu

Kebutuhan Garam Nasional 5 Juta Ton Per Tahun, Gibran: Kita Belum Bisa Penuhi Itu

Wapres Gibran Rakabuming Raka menyebut Indonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan garam secara nasional. Diketahui, total kebutuhan garam secara nasional
Vonis Nurhadi Diperkuat, KPK Tegaskan Hukuman 5 Tahun Penjara Jadi Peringatan Keras bagi Penegak Hukum

Vonis Nurhadi Diperkuat, KPK Tegaskan Hukuman 5 Tahun Penjara Jadi Peringatan Keras bagi Penegak Hukum

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan vonis 5 tahun penjara eks Sekretaris MA Nurhadi. KPK berharap putusan memberi efek jera.
Agen Korea Chris Kim Spill Fasilitas yang akan Didapat Megawati Hangestri Selama di Hillstate

Agen Korea Chris Kim Spill Fasilitas yang akan Didapat Megawati Hangestri Selama di Hillstate

Jelang gabung Hillstate pada akhir Juni mendatang, agen Korea Chris Kim menjabarkan fasilitas apa yang nantinya akan didapat Megawati Hangestri selama di Korea.
Soal Marak Dugaan Teror Pocong, Polda Metro Jaya Ambil Langkah Ini

Soal Marak Dugaan Teror Pocong, Polda Metro Jaya Ambil Langkah Ini

Polda Metro Jaya buka suara soal maraknya dugaan teror pocong yang muncul di wilayah hukumnya. Insiden ini diduga merupakan sebuah modus kejahatan. Polda Metro

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda sampai berkali-kali bertanya soal cicilan dan penghasilan nelayan penerima kredit usaha rakyat atau KUR.
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT