News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bripda Waldi Rancang Pembunuhan Dosen Cantik di Jambi dengan Rapi, Termasuk Pembunuhan Berencana? Kata Psikolog Forensik Motifnya…

Belum lama ini ramai di Bungo, Jambi, seorang dosen berparas cantik, Erni Yunianti (37) tewas di tangan oknum anggota polisi, Bripda Waldi (22). 
Rabu, 5 November 2025 - 17:36 WIB
Bripda Waldi diduga membunuh Dosen Cantik di Bungo, Jambi
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ istimewa

tvOnenews.com - Belum lama ini ramai di Bungo, Jambi, seorang dosen berparas cantik, Erni Yunianti (37) tewas di tangan oknum anggota polisi, Bripda Waldi (22). 

Dosen cantik yang merupakan Ketua Program Studi Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) ini ditemukan di kediamannya di wilayah Bungo, Jambi, Sabtu (1/11/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kasus pembunuhan ini, pihak kepolisian menyatakan adanya motif hubungan pribadi khususnya asmara antara Bripda Waldi dan korban.

Hingga kini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

tvonenews

Dalam satu wawancaranya pada program Kabar Petang, tvOne, pakar Psikolog Forensik, Reza Indragiri mengatakan pihak kepolisian harus bisa memastikan urutan kejadian pembunuhan tersebut.

Dari urutan kejadian tersebut maka bisa dijadikan sebagai panduan untuk menentukan motif apa yang paling dominan yang dilakukan oleh pelaku.

“Apakah yang bersangkutan niatnya adalah memang sejak awal ingin mengambil harta korban? Berarti titik awal kejahatannya yang bermain-main adalah motif Instrumental,” ungkap Psikolog Forensik, Reza Indragiri pada program Kabar Petang, tvOne, Selasa (4/11/2025).

Dari motif instrumental itu, bisa saja timbul perlawanan atau benturan yang kemudian berujung pada tindak pidana lain, seperti pembunuhan atau pemerkosaan.

Apabila peristiwa pembunuhan atau pemerkosaan sudah terjadi, berarti motif emosional juga ikut berperan dalam tindakan kejahatan tersebut.

“Motif Instrumental merupakan motif utama, sedangkan motif emosional merupakan motif pendampingnya,” ujarnya.

Lalu, apakah kasus ini dapat dikategorikan sebagai pembunuhan berencana atau hanya pembunuhan biasa?

Seseorang dapat dianggap melakukan pembunuhan berencana jika memenuhi empat unsur perencanaan, yaitu target, insentif, sumber daya, dan risiko.

Reza Indragiri
Reza Indragiri
Sumber :
  • YouTube

 

Unsur pertama adalah target, yang berarti sejak awal pelaku memang dengan sengaja membidik korban tertentu dan bukan korban yang salah sasaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya adalah insentif, yaitu ketika pelaku telah mempertimbangkan keuntungan atau tujuan yang ingin dicapai dari tindak kejahatan yang dilakukan.

“Yang ketiga sumber daya, saya akan menggunakan apa ya? Menggunakan rambut palsu, memilih jam operasi, jam beraksi jam berapa, ditempat seperti apa, saksi mana yang harus saya bungkam, CCTV mana yang harus saya rusak, tempat seperti apa yang harus saya gunakan sebagai lokasi kejahatan, dan seterusnya,” terang Reza Indragiri.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ngeri! Rekonstruksi Ungkap Balita 20 Bulan Diduga Ditenggelamkan Berulang Kali ke Ember hingga Muntah

Ngeri! Rekonstruksi Ungkap Balita 20 Bulan Diduga Ditenggelamkan Berulang Kali ke Ember hingga Muntah

Rekonstruksi kasus kematian bayi 20 bulan di Kebayoran Lama mengungkap dugaan aksi ayah tiri mencelupkan korban berulang kali ke ember hingga muntah.
Gunung Semeru Kembali Erupsi Hari Ini, Awan Panas dan Lontaran Batu Masih Jadi Ancaman

Gunung Semeru Kembali Erupsi Hari Ini, Awan Panas dan Lontaran Batu Masih Jadi Ancaman

Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens, pada Selasa (3/11/2026) siang.
Kembali Merumput Bersama Sassuolo, Jay Idzes Bicara Jujur soal Kondisinya Jelang FIFA Matchday November 2026

Kembali Merumput Bersama Sassuolo, Jay Idzes Bicara Jujur soal Kondisinya Jelang FIFA Matchday November 2026

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, berbicara soal kondisinya jelang FIFA Matchday November 2026. Sang bek tengah sudah kembali merumput bersama Sassuolo dalam laga kontra Fiorentina.
Invasi Bobotoh Jadi Motivasi Tambahan Persib di Australia, Umuh Muchtar Tak Ragu Targetkan 3 Poin dari Melbourne Victory

Invasi Bobotoh Jadi Motivasi Tambahan Persib di Australia, Umuh Muchtar Tak Ragu Targetkan 3 Poin dari Melbourne Victory

Manajer Persib, Umuh Muchtar, optimistis Persib Bandung mampu membawa pulang poin penuh meski harus menghadapi perjalanan panjang dan padatnya jadwal pertandingan.
6 Fakta Mengerikan Kasus Balita 20 Bulan Tewas di Jaksel, Ditemukan Tanda Kekerasan Lama dan Kekurangan Gizi

6 Fakta Mengerikan Kasus Balita 20 Bulan Tewas di Jaksel, Ditemukan Tanda Kekerasan Lama dan Kekurangan Gizi

Kasus kematian balita 20 bulan di Kebayoran Lama mengungkap dugaan kekerasan berulang, temuan luka lama, hingga jasad yang sempat dikuburkan.
Rumahnya Digedor-gedor hingga Singgung Mobil Pelat Merah, Herri Pras: Saya Keluar Layaknya Menyambut Tamu

Rumahnya Digedor-gedor hingga Singgung Mobil Pelat Merah, Herri Pras: Saya Keluar Layaknya Menyambut Tamu

YouTuber Herri Pras memaparkan detik-detik dirinya diduga digeruduk orang tak dikenal yang videonya viral di media sosial. Salah satu yang disinggungnya, yakni adanya kendaraan berpelat merah.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Pesan Bijak Tokoh Agama Anwar Abbas soal Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Pesan Bijak Tokoh Agama Anwar Abbas soal Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Herri Pras di dunia maya cukup terkenal karena kontroversi. Sebelum kejadian ini, konten kreator pernah menyinggung penceramah UAS dan UAH menuai kecaman.
Selengkapnya

Viral