GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Wacana Gelar Pahlawan untuk Soeharto, Akademisi: Bangsa yang Besar Adalah Bangsa yang Berdamai dengan Sejarahnya

Baru-baru ini Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menolak wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada almarhum Presiden Soeharto.
Minggu, 9 November 2025 - 13:31 WIB
Foto Soeharto zaman dulu
Sumber :
  • Wikipedia

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menolak wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada almarhum Presiden Soeharto.

Menanggapi hal itu, Akademisi Universitas Batam Kepulauan Riau, Dr. Fendi Hidayat, menilai perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas dan objektif, bukan sekadar dari sisi emosional atau pengalaman personal masa lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Dr. Fendi, setiap pandangan tentang tokoh besar bangsa seperti Soeharto maupun Soekarno seharusnya ditempatkan dalam bingkai kebangsaan yang utuh.

“Pernyataan Ibu Megawati tentu memiliki latar sejarah dan emosi yang sangat personal. Namun dari perspektif kebangsaan, menilai tokoh sejarah besar tidak bisa hanya dari hubungan pribadi, melainkan juga dari kontribusi objektif mereka terhadap negara,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).

Ia menyebut mengungkit luka lama antara dua tokoh besar bangsa seperti Soekarno dan Soeharto justru berpotensi membuka kembali perpecahan psikologis di tengah masyarakat.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu berdamai dengan sejarahnya sendiri, dengan segala luka, konflik, dan jasa yang menyertainya,” tambahnya.

Dr. Fendi menilai, baik Soekarno maupun Soeharto memiliki peran yang sama pentingnya dalam perjalanan panjang Indonesia.

“Soeharto punya andil besar dalam pembangunan dan stabilitas nasional selama puluhan tahun. Begitu pula Soekarno, dengan peran monumental sebagai Proklamator dan penggagas jati diri bangsa,” jelasnya. 

Fendi mengingatkan agar perbedaan pandangan tentang status kepahlawanan tidak menimbulkan dendam lintas generasi.

“Jika penolakan demi penolakan terus diwariskan, bangsa ini akan terjebak pada siklus dendam yang tidak produktif. Padahal, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai perdamaian dan gotong royong,” tegasnya.

Menurutnya, tidak ada partai politik di Indonesia yang menjadikan dendam sejarah sebagai ideologi perjuangan.

“Politik pada hakikatnya adalah instrumen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan memperkuat persaudaraan kebangsaan, bukan memperpanjang luka masa lalu,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fendi menekankan pentingnya keteladanan para pemimpin bangsa dalam mengelola perbedaan pandangan.

“Tidak ada bangsa yang maju tanpa berdamai dengan sejarahnya sendiri. Kita bisa tidak sepakat terhadap tokoh tertentu, tapi jangan sampai perbedaan itu menghapus nilai-nilai kebangsaan yang telah dibangun bersama,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bupati-Wabup Rejang Lebong Terjerat OTT, KPK Sita Dokumen dan Uang

Bupati-Wabup Rejang Lebong Terjerat OTT, KPK Sita Dokumen dan Uang

KPK menyita sejumlah dokumen dan uang tunai dalam operasi tangkap tangan (OTT) atas Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dan Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri.
Inter Milan Kelimpungan! Petinggi Klub Pergi dan Gabung AS Roma, Beppe Marotta Langsung Incar Sosok Penting Juventus sebagai Pengganti

Inter Milan Kelimpungan! Petinggi Klub Pergi dan Gabung AS Roma, Beppe Marotta Langsung Incar Sosok Penting Juventus sebagai Pengganti

Inter Milan bergerak mencari pengganti direktur akademi Massimo Tarantino yang meninggalkan klub. Nerazzurri disebut telah mengidentifikasi sejumlah kandidat.
Catat! Begini Cara Nonton Piala Dunia 2026 Secara Gratis

Catat! Begini Cara Nonton Piala Dunia 2026 Secara Gratis

Piala Dunia 2026 bisa ditonton secara gratis oleh masyarakat Indonesia. Sepanjang musim panas nanti, masyarakat Indonesia akan menyaksikan secara langsung perjuangan negara-negara top memperebutkan trofi Jules Rimet.
Catat Clean Sheet untuk yang ke-15 Kalinya, Bung Ropan Akui Heran Teja Paku Alam Tak Dipanggil Timnas Indonesia

Catat Clean Sheet untuk yang ke-15 Kalinya, Bung Ropan Akui Heran Teja Paku Alam Tak Dipanggil Timnas Indonesia

Bung Ropan, pengamat senior mengatakan bahwa penjaga gawang Persib Bandung Teja Paku Alam semestinya layak dipanggil Timnas Indonesia oleh pelatih John Herdman.
Bobotoh Persib Berbondong-bondong Geruduk Instagram Timnas Indonesia, Teja Paku Alam Diminta Masuk Skuad John Herdman

Bobotoh Persib Berbondong-bondong Geruduk Instagram Timnas Indonesia, Teja Paku Alam Diminta Masuk Skuad John Herdman

Keputusan pelatih Timnas Indonesia John Herdman, yang merilis daftar 41 pemain untuk FIFA Series 2026 menuai beragam reaksi publik. Nama Teja Paku Alam disorot.
Bursa Transfer Inter Milan: Cari Suksesor Mkhitaryan, Langkah Nerazzurri Boyong Leon Goretzka Dihadang Arsenal

Bursa Transfer Inter Milan: Cari Suksesor Mkhitaryan, Langkah Nerazzurri Boyong Leon Goretzka Dihadang Arsenal

Perebutan Leon Goretzka mulai memanas jelang bursa transfer musim panas. Kabar terbaru menyebut Arsenal kini berada di posisi terdepan menyalip Inter Milan.

Trending

Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026, Siapa Saja?

Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026, Siapa Saja?

Sebanyak 18 pemain diprediksi dicoret John Herdman dari skuad sementara Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 di Jakarta. Sejumlah nama besar bisa tersingkir
Media Belanda Tak Habis Pikir Lihat Jay Idzes, Bisa-bisanya Kini Jadi Pemain Termahal dalam Sejarah Timnas Indonesia

Media Belanda Tak Habis Pikir Lihat Jay Idzes, Bisa-bisanya Kini Jadi Pemain Termahal dalam Sejarah Timnas Indonesia

Media Belanda menyoroti lonjakan karier Jay Idzes bersama Sassuolo di Serie A. Bek Timnas Indonesia itu kini disebut sebagai pemain paling berharga dalam sejarah sepak bola Indonesia
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin terbaru. Apakah sanksi untuk Persib Bandung setelah kericuhan di laga ACL 2 melawan Ratchaburi sudah keluar?
Setahun Berpisah dengan Megawati Hangestri, Ko Hee-jin Kini Berada Diambang Pintu Keluar Red Sparks

Setahun Berpisah dengan Megawati Hangestri, Ko Hee-jin Kini Berada Diambang Pintu Keluar Red Sparks

Hampir satu tahun setelah pamitan bercampur haru dengan Megawati Hangestri, pelatih Ko Hee-jin kini bawa kabar sedang berada diambang pemecatan dari Red Sparks.
Tak Dihubungi John Herdman, Pelatih Persik Kediri Sebut Panggilan Timnas Indonesia Layak untuk Ezra Walian

Tak Dihubungi John Herdman, Pelatih Persik Kediri Sebut Panggilan Timnas Indonesia Layak untuk Ezra Walian

Ezra Walian menjadi salah satu dari total 41 nama yang dipanggil John Herdman untuk tampil di FIFA Series 2026.
Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di Balik Prestasinya, Yolla Yuliana Punya Kisah Cinta dengan Atlet Basket dan Artis Terkenal

Di balik prestasinya di lapangan voli, Yolla Yuliana juga memiliki kisah asmara menarik. Dari atlet hingga artis, beberapa pria ternama pernah mengisi hatinya.
Viral Oklin Fia Blak-blakan Ungkap Pemain Sepak Bola yang Diduga Ajak Check-in di Hotel, Label Timnas Indonesia?

Viral Oklin Fia Blak-blakan Ungkap Pemain Sepak Bola yang Diduga Ajak Check-in di Hotel, Label Timnas Indonesia?

Selebgram Oklin Fia menghebohkan fans Timnas Indonesia dan sepak bola Tanah Air. Ia cerita dirinya diduga diajak check-in di hotel oleh pesepak bola viral.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT