News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap! Isi Catatan Gelap Pelaku Ledakan SMAN 72: Daftar Kebencian hingga Ungkapan Depresi Pribadi

Isi catatan pelaku ledakan SMAN 72 terungkap. Eks Kadensus 88 Marthinus Hukom beberkan daftar kebencian dan curahan depresif yang mengarah pada kondisi psikologis gelap.
Jumat, 14 November 2025 - 20:30 WIB
3 Fakta Terbaru soal Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta, Densus 88 Temukan Hal yang Mengejutkan
Sumber :
  • dok.kolase tvonenews.com/Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com — Penyelidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta kembali memasuki babak baru setelah Eks Kepala Densus 88, Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., membeberkan temuan penting dalam buku catatan milik pelaku. Temuan ini membuka gambaran lebih jelas mengenai kondisi kognitif, emosi, hingga pergulatan psikologis yang dialami pelaku sebelum kejadian.

Dalam wawancara bersama Nusantara TV, Marthinus menyatakan bahwa catatan tersebut berisi dua bagian besar: daftar hal-hal yang dibenci pelaku dan tulisan panjang tentang perasaan pribadi, relasi sosial, serta pandangan tentang dirinya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagian Pertama: “List of the Things That I Hate”

Marthinus mengungkapkan bahwa pelaku menuliskan daftar panjang mengenai hal-hal yang sangat ia benci dalam hidup. Meski ditulis dalam bahasa Inggris, daftar ini menunjukkan pola pikir hitam-putih yang ekstrem.

Dalam daftar tersebut, pelaku menuliskan beberapa kategori yang ia benci, mulai dari kelompok tertentu, perilaku orang, hingga karakter yang ia nilai menjengkelkan. Beberapa di antaranya mencakup:

  • orang yang ia anggap berisik,

  • mereka yang dianggap tidak bermoral,

  • orang-orang yang menurutnya “bodoh”,

  • generasi tertentu,

  • hingga perilaku yang menurutnya mengganggu.

Marthinus menegaskan bahwa daftar ini menunjukkan adanya pola kebencian yang tidak terarah, mencampurkan antara stereotip, penilaian emosional, dan penghakiman personal tanpa dasar kuat. Menurutnya, ini sudah menggambarkan adanya ketidakseimbangan kognitif serta kelekatan emosi negatif yang menumpuk.

Bagian Kedua: Catatan Panjang Mengenai Diri Sendiri

Selain daftar kebencian, bagian paling panjang dari buku tersebut justru berisi curahan hati pelaku. Tulisannya menunjukkan pergulatan identitas, rasa rendah diri, hingga pandangan diliputi depresi.

Pelaku menulis bahwa ia sangat ingin memiliki hubungan baik atau pertemanan, namun merasa selalu gagal dan “mengacaukannya”. Ia menggambarkan dirinya sebagai orang yang “aneh” dan tidak layak bagi siapa pun. Setiap upaya mendekat ke orang lain, menurut tulisannya, berakhir dengan kecewa, kesalahpahaman, dan penolakan.

Ia juga menulis bahwa setiap percakapan dengan orang lain terasa menyiksa dan membuatnya merasa tidak pantas berada di lingkungan sosial. Pelaku menggambarkan dirinya sensitif terhadap kehadiran orang baru dan takut dianggap mencari perhatian.

Dalam bagian lain, pelaku juga menyinggung rasa iri ketika melihat pasangan lain, khususnya pasangan yang ia nilai “lebih menarik” dan dianggapnya ideal. Ia membandingkan dirinya dengan cara sangat merendahkan diri, hingga menulis bahwa ia merasa “tidak layak” dan mempertanyakan apakah hidupnya masih berarti.

Marthinus menekankan bahwa tulisan itu menggambarkan beban psikologis yang berat. Pelaku memandang dirinya sebagai sosok yang gagal, tidak diterima, dan sulit berinteraksi sosial. “Inilah aspek kognitif dan psikologis yang kami lihat dari catatan tersebut,” ujarnya.

Kesimpulan Penyidik

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan rangkaian catatan itu, Marthinus menjelaskan bahwa penyidik akhirnya menyimpulkan pelaku mengalami tekanan psikologis yang cukup kompleks, disertai pola pikir penuh kebencian dan ketidakstabilan emosi. Kecenderungan untuk menyalahkan lingkungan, digabung dengan rasa rendah diri yang ekstrem, menjadi pola berulang dalam catatannya.

Catatan itu, menurut Marthinus, menunjukkan bahwa pelaku bukan korban perundungan sebagaimana sempat dikabarkan, tetapi justru memiliki konflik internal yang tidak terselesaikan. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Inter Milan mulai menatap masa depan lini tengah mereka dengan lebih serius, dan nama Aleksandar Stankovic kembali mengemuka dalam perencanaan klub.
Sempat Dibuat Kesulitan Kirgistan, Hector Souto Bongkar Kunci Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia

Sempat Dibuat Kesulitan Kirgistan, Hector Souto Bongkar Kunci Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, membeberkan kunci kebangkitan skuad Garuda saat menghadapi Kirgistan pada laga kedua Grup A Piala Asia Futsal 2026.
BI Tegaskan Rupiah Perlahan Stabil dan Inflasi Rendah

BI Tegaskan Rupiah Perlahan Stabil dan Inflasi Rendah

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan ruang penurunan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate masih terbuka lebar seiring inflasi yang tetap terjaga dan nilai tukar rupiah yang mulai menunjukkan penguatan.
Update Klasemen Liga Pro Saudi 29 Januari 2026: Al Hilal Kokoh di Puncak, Al Nassr Tercecer meski Menang Tipis?

Update Klasemen Liga Pro Saudi 29 Januari 2026: Al Hilal Kokoh di Puncak, Al Nassr Tercecer meski Menang Tipis?

Berikut update klasemen sementara Liga Pro Saudi 2025/2026 tanggal 29 Januari 2026. Di mana posisi Al Hilal dan Al Nassr?
Cari Solusi Pengganti Dumfries, Manuver Inter Milan Gaet Moussa Diaby Terganjal Tembok Tebal Al-Ittihad

Cari Solusi Pengganti Dumfries, Manuver Inter Milan Gaet Moussa Diaby Terganjal Tembok Tebal Al-Ittihad

Upaya Inter Milan untuk mendatangkan Moussa Diaby dari Al-Ittihad menemui jalan terjal sejak langkah awal.
Malam Nifsu Syaban Penuh Keberkahan, Jangan Lewatkan Amalan dan Doanya

Malam Nifsu Syaban Penuh Keberkahan, Jangan Lewatkan Amalan dan Doanya

Malam Nisfu Syaban, jatuh pada malam ke-15 bulan Syaban, sebagai salah satu waktu yang memiliki keutamaan istimewa dalam Islam. Lakukan amalan dan baca doanya

Trending

Sempat Dibuat Kesulitan Kirgistan, Hector Souto Bongkar Kunci Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia

Sempat Dibuat Kesulitan Kirgistan, Hector Souto Bongkar Kunci Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, membeberkan kunci kebangkitan skuad Garuda saat menghadapi Kirgistan pada laga kedua Grup A Piala Asia Futsal 2026.
BI Tegaskan Rupiah Perlahan Stabil dan Inflasi Rendah

BI Tegaskan Rupiah Perlahan Stabil dan Inflasi Rendah

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan ruang penurunan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate masih terbuka lebar seiring inflasi yang tetap terjaga dan nilai tukar rupiah yang mulai menunjukkan penguatan.
Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Inter Milan mulai menatap masa depan lini tengah mereka dengan lebih serius, dan nama Aleksandar Stankovic kembali mengemuka dalam perencanaan klub.
Pertahanan Real Madrid Dibobol Kiper Benfica, Negara Paling Bontot di Ranking FIFA San Marino Kasih Sindiran: Level Kita Mirip

Pertahanan Real Madrid Dibobol Kiper Benfica, Negara Paling Bontot di Ranking FIFA San Marino Kasih Sindiran: Level Kita Mirip

Negara paling bawah di ranking FIFA yaitu San Marino kembali meledek Real Madrid yang harus kebobolan oleh kiper Benfica Anatoliy Trubin di Liga Champions.
Meski Menang di Kandang Dortmund, Inter Milan Justru Harus Telan Kenyataan Pahit

Meski Menang di Kandang Dortmund, Inter Milan Justru Harus Telan Kenyataan Pahit

Inter Milan meraih kemenangan impresif 2-0 di markas Borussia Dortmund pada laga terakhir fase liga Liga Champions 2025/2026.
Usai Viral Dicopot, Chiki Fawzi Kini Diminta Kembali Jadi Petugas Haji 2026

Usai Viral Dicopot, Chiki Fawzi Kini Diminta Kembali Jadi Petugas Haji 2026

Pergantian keputusan yang berlangsung cepat itu membuat Chiki Fawzi mengaku sempat kebingungan
Akhirnya Diakui sebagai Anak, Kuasa Hukum Sebut Denada Selalu Penuhi Kebutuhan Ressa

Akhirnya Diakui sebagai Anak, Kuasa Hukum Sebut Denada Selalu Penuhi Kebutuhan Ressa

Polemik masalah keluarga Denada akhirnya terbuka, karena adanya penjelasan baru dari kuasa hukum terkait hubungannya sama Ressa.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT