GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Pemuda Bandung Difitnah Tabrak Bocah, Rekaman CCTV Ungkap Fakta Mengejutkan di Sukasari

​​​​​​​Kasus pemuda Bandung dituduh tabrak bocah akhirnya terbongkar. Rekaman CCTV ungkap fakta sebenarnya dan klarifikasi orang tua korban yang berubah total.
Senin, 17 November 2025 - 19:36 WIB
Ilustrasi kecelakaan.
Sumber :
  • Antara

Bandung, tvOnenews.com – Sebuah insiden di Sukasari, Kota Bandung, mendadak menjadi sorotan nasional setelah seorang pemuda bernama Zacky dituduh menabrak seorang bocah. Tuduhan itu sempat memicu kemarahan warga dan membuat Zacky menjadi sasaran amuk massa. Namun fakta sebenarnya baru terungkap setelah rekaman CCTV viral di media sosial, menunjukkan bahwa Zacky sama sekali tidak bersalah.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (9/11/2025) di depan sebuah kos di kawasan Sukasari. Saat itu, Zacky hanya duduk di atas motornya sambil menunggu temannya. Di sekitar tempat itu beberapa anak terlihat sedang bermain bola. Dalam video yang direkam CCTV, bocah tersebut terjatuh sendiri saat memperebutkan bola dengan temannya, lalu tanpa sengaja kepalanya membentur motor Zacky yang sedang dalam posisi diam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rekaman itu sekaligus membantah tuduhan bahwa Zacky telah menabrak korban. Bahkan dalam video terlihat Zacky berusaha menolong bocah yang jatuh, sebelum warga berdatangan. Namun situasi berubah memanas ketika seorang wanita diduga ibu dari bocah tersebut langsung memarahi Zacky tanpa mengetahui kronologi sebenarnya.

Kemarahan warga pun ikut tersulut. Zacky didorong, dimaki, hingga motornya dirusak. Bahkan ia disebut dipaksa mengaku bersalah padahal tak pernah menabrak siapa pun. Kondisi tersebut membuat ibunda Zacky, Anita, tak tinggal diam. Ia kemudian mengunggah video rekaman CCTV ke media sosial untuk membuktikan bahwa putranya bukan pelaku seperti yang dituduhkan.

“Kami hanya ingin membersihkan nama baik Zacky. Dia tidak menabrak siapa pun,” ujar Anita dalam unggahannya. Ia menegaskan, tindakannya memviralkan video bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan agar orang tua bocah tersebut beritikad baik dan melihat fakta sebenarnya.

Tak lama setelah video itu viral, muncul klarifikasi dari orang tua bocah yang sebelumnya menuduh Zacky. Mereka mengaku baru mengetahui kejadian sebenarnya setelah melihat rekaman yang beredar.

“Baru tahu lihat videonya dari tetangga. Ternyata bukan ditabrak,” kata pria yang diduga ayah bocah tersebut. Ia mengaku sempat tersulut emosi ketika melihat anaknya tergeletak dan mendengar keterangan warga bahwa anaknya “ditabrak.”

Ibu bocah itu juga memberikan penjelasan serupa. Ia mengatakan emosinya dipicu oleh cerita warga sekitar yang mengklaim anaknya menjadi korban tabrakan. “Hati ibu mana yang tidak emosi,” ujarnya. Meski demikian, ia akhirnya meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi.

Namun pernyataan maaf itu tetap memicu perdebatan di media sosial. Banyak warganet meminta keluarga bocah tersebut bertanggung jawab, terutama karena Zacky sudah terlanjur menjadi korban persekusi dan motornya mengalami kerusakan. Komentar warganet pun bergema, mulai dari “Jangan damai dulu, ganti motor” hingga “Emosi nomor satu, tabayyun belakangan.”

Sementara itu, Anita meminta agar kasus ini menjadi pembelajaran bersama. Ia menegaskan, tindakan main hakim sendiri tidak boleh dinormalisasi, apalagi tanpa bukti kuat. “Ini negara hukum. Jangan mudah menuduh sebelum melihat fakta,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi sebelum mengambil tindakan, terutama di tengah situasi yang rawan memicu emosi. Viral rekaman CCTV tersebut tidak hanya mengungkap fakta sebenarnya, tetapi juga menyelamatkan Zacky dari fitnah yang sudah terlanjur menyebar luas.

Dengan viralnya video ini, publik kembali diingatkan bahwa teknologi dapat menjadi bukti kuat untuk mengungkap kebenaran, namun juga bahwa emosi tanpa tabayyun dapat menimbulkan kesalahan fatal. Kasus Zacky di Sukasari kini menjadi contoh nyata bagaimana klarifikasi dan bukti visual dapat memutar balik persepsi publik dalam sekejap. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Keamanan Siber dan AI Dinilai Jdi Fondasi Strategis Pertahanan Stabilitas Geopolitik

Reisinger menyoroti bahwa benua tersebut kini menempatkan keamanan siber sebagai fondasi strategis dalam mempertahankan stabilitas geopolitik.
Profil Ronald Koeman Jr: Kiper Belanda dan Anak Pelatih Tim Nasional yang Kabarnya Diminati Persib Bandung

Profil Ronald Koeman Jr: Kiper Belanda dan Anak Pelatih Tim Nasional yang Kabarnya Diminati Persib Bandung

Ronald Koeman Jr kabarnya masuk dalam radar Persib Bandung. Penjaga gawang asal Belanda itu merupakan anak legenda sepak bola Belanda, Ronald Koeman.
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Red Sparks Apes Bertubi-tubi Setelah Ditinggal Megawati Hangestri: Ko Hee-jin Terancam Dipecat Usai Catat 23 Kekalahan

Red Sparks Apes Bertubi-tubi Setelah Ditinggal Megawati Hangestri: Ko Hee-jin Terancam Dipecat Usai Catat 23 Kekalahan

Nasib malang menimpa Red Sparks di musim ini. Setelah Megawati Hangestri pergi, kondisi tim semakin kacau. 23 kekalahan hingga Ko Hee-jin terancam dipecat.
Banjir di Grobogan Meluas, Jumlah Warga Terdampak Mencapai 9.000 Kepala Keluarga

Banjir di Grobogan Meluas, Jumlah Warga Terdampak Mencapai 9.000 Kepala Keluarga

Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kini mencapai 9.000 kepala keluarga (KK) akibat meluasnya genangan dari wilayah hulu ke hilir.
Imlek 2026 Masuk Tahun Kuda Api, Simbol “Api Ganda” yang Diyakini Bawa Percepatan Besar

Imlek 2026 Masuk Tahun Kuda Api, Simbol “Api Ganda” yang Diyakini Bawa Percepatan Besar

Imlek 2026 memasuki Tahun Kuda Api yang terjadi 60 tahun sekali. Simbol api ganda diyakini membawa percepatan, perubahan besar, & dinamika tinggi di banyak hal

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Ramalan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Zodiak Besok, 18 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan zodiak, 18 Februari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Simak prediksi cinta, karier, dan keuangan selengkapnya.
Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Pimpinan Ponpes di Jepara Diduga Cabuli Santriwati 25 Kali, Kuasa Hukum Korban Beberkan Modusnya

Ironis, pimpinan pondok pesantren (ponpes), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga cabuli santriwatinya berusia 19 tahun 25 kali. Hal ini diungkap kuasa hukum
Ramalan Keuangan 18 Februari 2026 untuk Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan Keuangan 18 Februari 2026 untuk Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular

Ramalan keuangan shio 18 Februari 2026 untuk Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular. Cek prediksi finansial, peluang rezeki, tips mengatur keuangan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT