Pelaku Ledakan SMAN 72 Belum Bisa Diperiksa, Fakta Baru Muncul: Ternyata Selama Ini Sering...
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com – Ayah dan kakak dari anak berkonflik dengan hukum (ABH) berinisial F, yang merupakan pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih tak menyangka F terlibat insiden yang melukai puluhan orang itu.
“Ya itu kaget, nggak menyangka,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, dikutip Sabtu, 22 November 2025.
Eks Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan ini menjelaskan, pemeriksaan keluarga dilakukan dua kali. Penyidik menggali bagaimana perilaku F sehari-hari, termasuk kebiasaan menggunakan perangkat elektronik.
“Ya itu tentang sifat gelagat ABH sehari-hari. Terus ditanyakan, secara umum nggak ada perubahan. Terus termasuk dia menggunakan web, kan kalau menurut si ABH ke orang tuanya bahwa laptopnya itu rusak," ujarnya.
Selain keluarga, siswa-siswa yang menjadi korban juga sudah dimintai keterangan untuk memperjelas rangkaian peristiwa ledakan yang terjadi saat khotbah salat Jumat, 7 November lalu.
Meski menjadi pihak paling penting untuk dimintai keterangan, F belum dapat diperiksa karena kondisi fisiknya belum stabil. Ia baru lepas selang makan dua hari lalu dan masih mengalami mual serta pusing.
"Jadi si ABH ini, baru kemarin lepas selang makan, dua hari lalu. artinya dia baru beradaptasi keterangan dokter, jadi dia masih beradaptasi, jadi masih ada rasa mual pusing," katanya.
Tidak hanya fisik, kondisi psikis F juga belum memungkinkan untuk diperiksa. Tim dokter menyatakan pelaku masih belum fokus. Polisi menegaskan pemeriksaan terhadap pelaku baru dilakukan setelah dokter memberikan lampu hijau bahwa ABH sudah cukup stabil.
"Tapi yang paling utama, penyidik itu berkoordinasi dengan dokter psikisnya, sudah layak belum dia diminta keterangan, tapi dari dokter menyatakan itu belum. Karena dia masih bengong, terus ngomong sebentar kadang masih kayak masih belum pulih sepenuhnya," kata dia lagi.
Adapun siswa berinisial F yang merupakan terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara, ternyata sosok yang tertutup dan jarang bergaul.
Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri menjelaskan, temuan itu diperoleh setelah penyidik memeriksa sebanyak 16 orang saksi. Mereka terdiri dari keluarga, guru, hingga teman sekolah pelaku.
“Dari keterangan yang kami himpun Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang terlibat dikenal pribadi tertutup dan jarang bergaul," kata dia, Selasa, 11 November 2025.
Buntut perbuatannya meledakan bom di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, siswa berinisial F terancam sejumlah pasal berlapis.
F ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH) usai penyidik menemukan cukup bukti adanya perbuatan melanggar hukum. Hal itu diungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imannudin.
“Terdapat dugaan ada perbuatan melawan hukum yang patut diduga melanggar norma hukum,” kata Iman saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 11 November 2025.
Sebagai informasi, kejadian ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta saat melaksanakan shalat Jumat. Akibat kejadian ini, puluhan siswa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Berdasarkan informasi dari Direktur Utama Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo, sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat tekanan ledakan yang cukup kuat. (nba)
Foe Peace Simbolon/VIVA
Load more