News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Pendalaman Peran Vara dalam Kasus Arya Daru, Polisi: Keluarga Siap Terima Temuan Kami?

Polda Metro Jaya tegaskan seluruh perkembangan penyelidikan kematian diplomat muda Kemlu, Arya Daru Pangayunan (ADP), hanya bisa disampaikan pada keluarga inti.
Jumat, 28 November 2025 - 15:34 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Sumber :
  • (ANTARA/Ilham Kausar)

Temuan ini diungkap setelah audiensi dengan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Rabu (26/11/2025).

Nicholay mengatakan ada sejumlah informasi pribadi yang sebelumnya dianggap polisi "privasi" namun ternyata  tidak sebesar yang dibayangkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nicholay menjelaskan bahwa informasi “privasi” yang dimaksud adalah kebiasaan Arya Daru beberapa kali check-in hotel dengan perempuan V.

“Informasi itu disampaikan oleh tiga orang tadi. Almarhum pernah check-in, tapi tidak jelas untuk apa dan dengan tujuan apa. Ada sekitar 24 kali check-in di wilayah Jakarta. Itu sebabnya kami minta penyidik mendalaminya. Jadi, kalau dibilang ini privasi, ya ternyata yang dimaksud adalah soal check-in itu,” tuturnya.

Pertanyakan Kaitan Sering Check-in Hotel bersama Vara dengan Kematian Arya Daru

Tim kuasa hukum keluarga Arya Daru, mempertanyakan hubungan antara riwayat check-in hotel almarhum bersama seorang rekan kerja perempuan bernama Vara dengan kematian misterius ADP di kamar kosnya di Gondangdia, Jakarta Pusat.

Diketahui, berdasarkan hasil audiensi tim kuasa hukum keluarga dengan tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Rabu (26/11/2025), Arya Daru ternyata memiliki riwayat check-in di sejumlah hotel di Jakarta Pusat sebanyak 24 kali bersama Vara. Rentang waktunya sekitar tahun 2024 sampai bulan Juni 2025. Kemudian, Arya Daru ditemukan tewas di kamar kosnya pada 8 Juli 2025.

Nicholay mempertanyakan apa kepentingan penyidik menonjolkan temuan tersebut. Lantas, ia meminta agar relevansinya diuji secara ilmiah.

“Yang saya pertanyakan adalah apakah sudah diperiksa kenapa dia memesan hotel? Untuk apa? Untuk kepentingan siapa? Itu tidak bisa dijawab,” katanya.

Ia juga menantang penyidik menunjukkan bukti kuat.

“Apakah ada bukti tindak asusila? Karena gampang, CCTV bisa melihat setiap tamu yang masuk ke kamar. Ternyata tidak dapat dijawab," ujar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nicholay menegaskan bahwa penyidik belum bisa menjelaskan teori kausalitas antara check-in itu dengan kematian Arya Daru.

“Apakah kaitan check-in hotel itu dengan kematian almarhum? Teori kausalitasnya apa? Sebab akibatnya? Apakah dengan check-in hotel kemudian almarhum kehilangan nyawa atau meninggal? Itu perlu didalami,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Thailand Masters 2026: Jadi Unggulan Pertama, Leo/Bagas Sukses Melangkah Mulus ke Babak 16 Besar

Hasil Thailand Masters 2026: Jadi Unggulan Pertama, Leo/Bagas Sukses Melangkah Mulus ke Babak 16 Besar

Hasil Thailand Masters 2026, setelah ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, melangkah mulus ke babak 16 besar.
Polda Metro Jaya Bantah Tudingan Peras Rp5 M ke Eks Pegawai Kementan yang Jadi Tersangka Korupsi

Polda Metro Jaya Bantah Tudingan Peras Rp5 M ke Eks Pegawai Kementan yang Jadi Tersangka Korupsi

Polda Metro Jaya membantah tegas tudingan adanya praktik pemerasan dalam penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan pejabat Kementerian Pertanian.
KPK Pakai Bantuan AI untuk Periksa LHKPN Pejabat

KPK Pakai Bantuan AI untuk Periksa LHKPN Pejabat

Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut dengan adanya bantuan teknologi AI dalam verifikasi LHKPN, menunjukkan adanya peningkatan optimalisasi dan efisiensi.
Rapat di DPR, KPK Minta Alat Canggih Biar OTT Tak Cuma Sebulan Sekali

Rapat di DPR, KPK Minta Alat Canggih Biar OTT Tak Cuma Sebulan Sekali

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta dukungan pengadaan alat yang lebih canggih untuk memperkuat pelaksanaan operasi tangkap tangkap (OTT). 
Jawab Opini Liar Soal Kematian Lula Lahfah, Polisi Periksa 10 Saksi

Jawab Opini Liar Soal Kematian Lula Lahfah, Polisi Periksa 10 Saksi

10 saksi diperiksa Polda Metro Jaya untuk mendalami kematian selebgram Lula Lahfah. Diketahui, perempuan 26 tahun itu ditemukan tak bernyawa Jumat (21/1/2026).
Rapat di DPR, KPK Pamer 11 Kali OTT Sepanjang 2025

Rapat di DPR, KPK Pamer 11 Kali OTT Sepanjang 2025

KPK mengungkap telah melaksanakan 11 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang tahun 2025. Tak hanya itu, ada 48 perkara suap dan gratifikasi juga yang ditangani.

Trending

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Persib Bandung mendapat kabar tak sedap setelah resmi merekrut Layvin Kurzawa. Media Italia menyebut Federico Barba hampir sepakat kembali ke Serie B Italia.
6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Era John Herdman di Timnas Indonesia membuka peluang besar naturalisasi pemain Eropa. Enam nama potensial disorot jelang FIFA Series 2026 dan proyek Piala Dunia 2030.
Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Peristiwa itu bermula ketika Suerajat didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa setelah adanya laporan warga.
Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda banyak yang keheranan ketika melihat kabar Ajax Amsterdam bakal merekrut Maarten Paes. Sang kiper Timnas Indonesia kabarnya akan ditebus seharga 1 juta euro.
Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Disandingkan dengan Pratama Arhan karena bisa ciptakan lemparan jauh jadi sebuah peluang, bisakah gelandang Serie A berdarah Jakarta ini bela Timnas Indonesia?
Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono angkat bicara soal pedagang es gabus yang diamankan aparat gabungan Polri dan TNI usai diduga terbuat dari bahan berbahaya yakni spons.
Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Ajax Amsterdam dikabarkan selangkah lagi mendatangkan Maarten Paes, kiper FC Dallas sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia. Begini reaksi publik Belanda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT