Rapat DPR dengan Menhut Raja Juli, Legislator PKS Singgung Menteri Filipina yang Mundur Gegara Banjir: Itu Tugas Mulia
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh menyarankan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengundurkan diri jika merasa tidak mampu mengatasi persoalan penebangan hutan yang menyebabkan banjir bandang di tiga provinsi Sumatera.
Hal itu disampaikan dalam rapat Komisi IV DPR bersama Raja Juli di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (4/12).
Saleh mulanya menyinggung terkait data deforestasi yang diklaim Kementerian Kehutanan mengalami penurunan di tahun 2025.
Menurutnya, data yang dipaparkan Raja Juli seolah menganggap deforestasi bukan penyebab utama banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
“Tadi di awal Pak Menteri mengutarakan data yang seolah menampilkan bahwa sudah terjadi penurunan data deforestasi dari tahun ke tahun,” kata Saleh.
“Dan pesan yang kita tangkap itu menguatkan bahwa Kementerian kehutanan, dalam hal ini masih menganggap bahwa penyebab utama banjir itu bukanlah deforestasi atau masalah pembalakan hutan,” lanjutnya.
Saleh lantas menyinggung dua menteri Filipina yang mengundurkan diri karena tidak mampu mengatasi banjir.
“Itu kabinetnya Pak Ferdinand Marcos di Filipina, mereka itu banjir penyebabnya, tapi gentleman dua menterinya mengundurkan diri karena merasa menganggap tidak mampu mengatasi itu,” jelas dia.
Berkaca dari dua menteri Filipina, Saleh menilai Raja Juli juga dapat mengundurkan diri jika merasa tidak mampu mengatasi masalah penebangan hutan.
“Jadi bukan sesuatu yang salah juga kalau menteri yang tidak sanggup mengatasi ini mundur juga. Itu adalah tugas yang mulia menurut saya,” pungkas politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) itu. (saa/dpi)
Load more