Profil Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri, Sang Ibu Penegak Konstitusi
- tim tvOne
Jakarta - Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri, nama panggilan yang sering disebut yaitu ibu Mega. Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947 dari pasangan Soekarno dan Fatmawati. Mega adalah anak kedua dari Presiden pertama Indonesia.
Dalam berkeluarga Megawati Soekarnoputri sudah menikah dalam usia terbilang sangat muda pada tahun 1968 , dalam usia 21 tahun, dengan seorang pilot Ā letnan satu (penerbang) Surindro Supjarso. Dari pernikahannya ini dikaruniai dua orang anak laki-laki, namun suaminya gugur saat menjalankan tugas.
Setelah itu Mega kembali menikah dengan seorang diplomat asal mesir bernama Hassan Gamal Ahmad Hasan, 1972, dalam usia 25 tahun. tetapi tidak berjalan lama. Hingga pada tahun 1973, usia 26 tahun, Mega kembali menikah dengan Taufik Kiemas dan dari pernikahannya ini dikaruniai satu orang anak perempuan, Puan Maharani.
Jenjang Pendidikan
Saat kecil terbilang sangat menyenangkan, karena saat dia kecil Indonesia sudah dalam suasana kemerdekaan. Lebih spesial lagi orang tuanya, Soekarno adalah presiden RI pertama. Kemdian pada umur 7 tahun, seperti anak-anak lain, Mega masuk sekolah dasar. Sekolah Dasar hingga SMA diselesaikan saat usia 18 tahun.
Setelah lulus SMA, Mega melanjutkan jenjang pendidikannya saat kuliah di Fakultas Pertanian Unpad, Bandung. Di sini tidak bertahan lama, sekitar setahun antara tahun 1965-1967 dan keluar, karena situasi politik nasional saat itu sedang memanas. Pada tahun 1967 adalah masa terakhir kepresiden bapaknya. Tiga tahun tidak aktif kuliah, bukan berarti dia berdiam diri.Ā
Kemudian saat kondisi politik agak normal, Mega kembali meneruskan masuk kuliah di Fakultas Psikologi UI, tapi tidak sampai tuntas.Ā
Jejak Politik Megawati
Saat dirinya lulus kuliah, Ia memulaiĀ terjun ke partai politik. Pada usia 39 tahun ia menjadi pengurus PDI Jakarta Pusat pada tahun 1986. Setahun kemudian, dia menjadi anggota DPR RI 1987-1992. ini merupakan bukti darah keturunannya atas Presiden Soekarno mengalir di dirinya.
Dari masa kepemimpinannya banyak penekanan dari penguasa Presiden Soeharto. PDI terbecah belah dengan kepemimpinan Mega dan Soerjadi. Puncaknya bentrok fisik perubatan kantor PDI di Jalan Diponegoro yang berujung peristiwa 27 Juli 1996 kelabu yang memicu kerusuhan di Jakarta.
Load more