GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KLH Segel Sejumlah Tambang di Sumbar Usai Banjir Besar, Pemerintah Tegaskan Penegakan Lingkungan

KLH menyegel sejumlah tambang di Sumbar usai banjir. Operasi dihentikan sementara untuk mencegah kerusakan lingkungan dan memastikan keselamatan warga.
Kamis, 11 Desember 2025 - 12:47 WIB
74 Warga Tewas dan 78 Masih Hilang di Agam Sumbar, BNPB Ungkap Skala Mengerikan Bencana Cuaca Ekstrem
Sumber :
  • Dok.BNPB

Jakarta, tvOnenews.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas dengan menyegel sementara sejumlah lokasi tambang di Sumatera Barat (Sumbar) sebagai respons atas banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Penyegelan dilakukan setelah tim pengawas menemukan bukaan tambang terbengkalai yang diduga memperparah aliran air, erosi, dan endapan lumpur yang akhirnya menggenangi permukiman warga.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan kompromi terhadap aktivitas pertambangan yang mengabaikan keselamatan publik maupun tata kelola lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kepatuhan lingkungan bukan sekadar formalitas. Ini soal keselamatan publik dan daya dukung wilayah. Kami tidak akan ragu menegakkan aturan demi melindungi masyarakat,” ujar Hanif dalam keterangannya, Kamis (11/12).

Verifikasi Lapangan Ungkap Kondisi Tambang Bermasalah

Penyegelan dilakukan setelah tim KLH/BPLH bersama Deputi Penegakan Hukum Lingkungan melakukan verifikasi lapangan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah bukaan tambang yang tidak ditutup, tidak direklamasi, dan tidak dilengkapi sistem pemantauan air larian maupun mitigasi longsor.

Kondisi itu dinilai memperburuk kerusakan hidrologi hingga menyebabkan erosi parah dan aliran lumpur ke pemukiman di wilayah hilir. Selain itu, beberapa lokasi didapati tidak memiliki dokumen persetujuan lingkungan yang sah, termasuk Amdal dan izin operasional.

Tim pengawas juga telah meminta keterangan resmi dari perusahaan tambang terkait, termasuk penilaian terhadap drainase tambang, pengendalian sedimen, hingga rencana reklamasi pasca-penambangan.

Penyegelan Bersifat Sementara, Akan Dicabut Jika Ada Perbaikan

KLH menegaskan bahwa penyegelan bersifat sementara. Operasional baru dapat kembali berjalan jika perusahaan mampu menunjukkan dokumen kepatuhan lingkungan serta rencana perbaikan yang jelas dan memadai.

“Tindakan ini bukan semata-mata menutup lokasi. Ini panggilan untuk memperbaiki praktik pengelolaan lingkungan demi masa depan yang lebih aman bagi warga Sumatera Barat,” tegas Hanif.

Untuk transparansi, kementerian juga memasang papan pengawasan di lokasi tambang agar masyarakat mengetahui status hukum dan langkah pemerintah dalam mencegah dampak lanjutan.

Proses Pemeriksaan Akan Berlanjut

KLH/BPLH memastikan pemeriksaan lanjutan akan dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah akan menilai pengelolaan bekas tambang, kualitas dan kuantitas aliran air, hingga kesiapan rencana reklamasi.

Jika ditemukan pelanggaran administratif atau teknis, perusahaan dapat dikenai sanksi sesuai regulasi, termasuk teguran, penghentian kegiatan, hingga rekomendasi proses hukum.

“Bukaan tambang tanpa reklamasi dan pemantauan air larian memiliki risiko tinggi memicu banjir dan longsor. Pemerintah hadir memastikan pelaku usaha bertanggung jawab,” kata Hanif.

Koordinasi Pemulihan Bersama Pemerintah Daerah

KLH juga mengimbau pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam proses pemulihan pascabencana. Langkah pemulihan mencakup pembersihan material yang menghambat sungai, penataan ulang kawasan rawan bencana, serta pengawasan agar aktivitas tambang tidak mengorbankan fungsi lindung dan tata air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kementerian menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan untuk menjaga fungsi ekologis serta mencegah peristiwa serupa terjadi kembali.

Dengan langkah penyegelan dan pemeriksaan ketat ini, pemerintah ingin memastikan bahwa proses pertambangan di Sumbar berjalan sesuai aturan, tidak merusak lingkungan, dan tidak menimbulkan ancaman tambahan bagi keselamatan warga. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Akui Terima Ancaman Kematian Gegara Drama Derby d'Italia, Bastoni Langsung Minta Maaf

Akui Terima Ancaman Kematian Gegara Drama Derby d'Italia, Bastoni Langsung Minta Maaf

Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, akhirnya buka suara terkait kontroversi kartu merah Pierre Kalulu dalam Derby d’Italia melawan Juventus akhir pekan lalu.
Fenomena Warga Nunggu Angpao di Petak Sembilan Glodok Warnai Imlek 2026

Fenomena Warga Nunggu Angpao di Petak Sembilan Glodok Warnai Imlek 2026

Puluhan warga dari berbagai usia duduk berjejer di sepanjang Jalan Kemenangan, kawasan Petak Sembilan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026).
Badan Ideal Setelah Sebulan Berpuasa, Lakukan Satu Hal Ini: Tips dari dr Zaidul Akbar

Badan Ideal Setelah Sebulan Berpuasa, Lakukan Satu Hal Ini: Tips dari dr Zaidul Akbar

Lakukan tips ini agar berat badan jadi ideal setelah sebulan puasa Ramadhan, tips dari dr Zaidul Akbar.
Belajar dari Masa Lalu, Adik Valentino Rossi Sarankan Honda Tak Perlalukan Pembalap seperti Marc Marquez

Belajar dari Masa Lalu, Adik Valentino Rossi Sarankan Honda Tak Perlalukan Pembalap seperti Marc Marquez

Luca Marini menilai ada pelajaran besar yang bisa dipetik Honda HRC Castrol dari era kejayaan bersama Marc Marquez. 
Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Berikut ini penjelasan, alasan penetapan ramadhan 2026 di Indonesia berbeda antara Muhadi dan NU.
Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Kasus kekerasan seksual sedarah (inses) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penanganan kasus ini menghadapi tantangan

Trending

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan makan dua bahan ini saat sahur dan berbuka, dr Zaidul Akbar sebut biang kerok masalah kesehatan. Bahan apa saja yang dimaksud?
Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Berkat gol di laga melawan Al Fateh tersebut, Ronaldo resmi memecahkan rekor terbaru dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Apa itu?
Momen Panas di Terowongan: Luciano Spalletti Jadi 'Penyelamat' Juventus

Momen Panas di Terowongan: Luciano Spalletti Jadi 'Penyelamat' Juventus

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tidak termasuk dalam daftar perwakilan klub yang dijatuhi sanksi setelah Derby d’Italia kontra Inter Milan akhir pekan lalu
Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026). Namun, sebagian menetapkan awal puasa tidak sama
Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Kasus kekerasan seksual sedarah (inses) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penanganan kasus ini menghadapi tantangan
Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Bek Arsenal Riccardo Calafiori dipastikan siap tampil menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga lanjutan Liga Inggris, Kamis (19/2/2026)
Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengungkapkan Christian Pulisic masih diragukan tampil saat Rossoneri menghadapi Como dalam lanjutan Liga Italia, Rabu (18/2/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT