Pentingnya Pendidikan Karakter dan Kepemimpinan, Siswa SMA Terima Pelatihan di Mako Kopassus
- Istimewa
“Pendidikan di lingkungan militer juga diyakini dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa, sekaligus membentuk mental yang siap menghadapi tantangan dan tekanan di masa depan,” ujar Trianto.
Ia menambahkan, dari sisi penguatan karakter, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membangun nilai-nilai dasar seperti kerja sama, ketahanan fisik, serta kesehatan jasmani.
"Pengalaman ini mampu melatih daya tahan, ketangguhan, dan kesiapan siswa dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup secara lebih matang dan bertanggung jawab," sambungnya.
Kepala SMA Labschool Ciracas, Risang Danardana L., menegaskan bahwa kerja sama dengan Kopassus bukan semata menghadirkan latihan fisik, melainkan menghadirkan nilai kehormatan sebagai fondasi pendidikan karakter.
“Kopassus bekerja dengan prinsip, kehormatan sebagai dasar pengabdian. Nilai inilah yang kami ingin coba tanamkan kepada para siswa. Pendidikan hari ini tidak cukup hanya mencetak anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas, disiplin, dan tanggung jawab sosial,” ujar Risang.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sosial yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini.
“Melalui kegjatan ini, siswa belajar tentang kepemimpinan dari pengalaman nyata, tentang mengendalikan diri, menghormati orang lain, bekerja sama, serta bertanggung jawab atas setiap keputusan. Ini adalah proses pendidikan karakter yang menyentuh sisi mental dan sosiologis peserta didik, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat, beretika, dan berdaya guna bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia juga berharap nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal jangka panjang bagi para siswa.
“Kami berharap pengalaman ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membentuk cara berpikir dan bersikap siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan sosial,” tutupnya.
Ketua Pelaksana, M. Fikri Robbani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons pendidikan terhadap tantangan zaman.
“Melalui rangkaian kegiatan yang terstruktur, edukatif, dan terukur, peserta didik ditempa untuk mengenal jati diri, melatih ketahanan mental, membangun solidaritas, serta belajar memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain. Siswa diajak keluar dari zona nyaman, menghadapi tantangan, serta memahami arti tanggung jawab dan kerja sama dalam satu tujuan bersama," katanya.
Load more