GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Mahasiswi UMM Diduga Dirudapaksa dan Dibunuh Kakak Ipar Oknum Polisi

Kasus tewasnya mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Faradila Amalia Najwa (21) yang diduga dibunuh oleh kakak iparnya sendiri, oknum polisi asal Probolinggo Bripda AS
Selasa, 23 Desember 2025 - 20:19 WIB
Kolase Bripka Agus Sulaiman anggota Polres Probolinggo dan adik iparnya yang dibunuh Faradila Amalia Najwa (21)
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Kasus tewasnya mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMMFaradila Amalia Najwa (21) yang diduga dibunuh oleh kakak iparnya sendiri, oknum polisi asal Probolinggo Bripda AS, terus bergulir dan memasuki babak baru.

Tim Kuasa Hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) LIRA Jawa Timur menegaskan bahwa perkara ini bukan sekadar tindak pidana pembunuhan biasa, melainkan mengarah kuat pada pembunuhan berencana yang disertai penganiayaan berat dan dugaan pemerkosaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awal Peristiwa

Bripka Agus Sulaiman anggota Polres Probolinggo yang bunuh adik ipar bernama Faradila Amalia Najwa (21)
Bripka Agus Sulaiman anggota Polres Probolinggo yang bunuh adik ipar bernama Faradila Amalia Najwa (21)
Sumber :
  • Istimewa

Berdasarkan keterangan tim kuasa hukum, rangkaian peristiwa bermula dari hubungan dekat antara korban dan pelaku yang merupakan kakak iparnya sendiri.

Kedekatan keluarga inilah yang diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa menimbulkan kecurigaan.

Dalam rentang waktu sebelum korban ditemukan meninggal dunia, terdapat sejumlah kejanggalan, termasuk dugaan intimidasi dan tekanan psikologis yang dialami korban.

Dugaan Kekerasan Seksual dan Penganiayaan

Kuasa hukum korban Samsudin menyebut hasil temuan awal serta keterangan medis resmi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik berat pada tubuh korban. Selain itu, terdapat indikasi kuat korban mengalami kekerasan seksual sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Ini bukan peristiwa pidana biasa. Fakta awal, rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah kejadian, serta hasil medis mengarah pada dugaan pembunuhan berencana,” ujar Samsudin, Senin (22/12/2025).

Upaya Menghilangkan Jejak

Kasus pembunuhan mahasiswi UMM terus terungkap
Kasus pembunuhan mahasiswi UMM terus terungkap
Sumber :
  • tvone - syahwan

Setelah peristiwa tersebut, pelaku diduga melakukan serangkaian tindakan untuk mengaburkan kejadian sebenarnya. Hal inilah yang kemudian memperkuat dugaan adanya unsur perencanaan matang dalam pembunuhan Faradila.

LBH LIRA Jatim juga mengungkap adanya barang bukti baru yang diserahkan kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur.

“Kami menyerahkan bukti tambahan yang menguatkan dugaan keterlibatan Bripda AS dalam pembunuhan berencana ini. Tidak boleh ada perlakuan istimewa meski pelaku adalah anggota kepolisian,” tegas Ketua Tim LBH LIRA Jatim, Alexander Kurniadi.

Tuntutan Keluarga Korban

Pihak keluarga korban menyatakan sikap tegas. Agus Subiyanto, perwakilan keluarga, menuntut agar pelaku dijatuhi hukuman maksimal.

“Tuntutan kami satu, hukuman mati. Tidak ada keringanan. Perbuatan ini terlalu kejam dan menghancurkan keluarga kami,” ujarnya.

Keluarga juga menduga adanya motif lain di balik pembunuhan tersebut, termasuk penguasaan harta, intimidasi, serta upaya menyingkirkan korban secara sistematis.

Status Hukum Terkini

Polda Jawa Timur telah resmi menetapkan Bripda AS sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan Faradila Amalia Najwa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, polisi juga mengamankan satu tersangka lain yang diduga terlibat dalam rangkaian peristiwa pembunuhan berencana tersebut.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik luas, dengan desakan agar aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara ini secara transparan, profesional, dan tanpa intervensi, demi keadilan bagi korban dan keluarganya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sherly Tjoanda: Konektivitas Bisa Tekan Angka Kemiskinan di Maluku Utara

Sherly Tjoanda: Konektivitas Bisa Tekan Angka Kemiskinan di Maluku Utara

Belum lama ini Gubernur Malut, Sherly Tjoanda menyampaikan pentingnya konektivitas antar derah dan ke kota di Maluku Utara untuk tekan kemiskinan
Scudetto yang Berkah, Paus Leo XIV Beri Ucapan Selamat Langsung untuk Inter Milan Usai Juara Liga Italia 2025-2026

Scudetto yang Berkah, Paus Leo XIV Beri Ucapan Selamat Langsung untuk Inter Milan Usai Juara Liga Italia 2025-2026

Euforia Inter Milan juara Serie A musim 2025/2026 mendapat momen spesial dari Vatikan. Klub berjuluk Nerazzurri itu menerima berkat langsung dari Pope Leo XIV.
Di Hadapan Media Belanda, Maarten Paes Ungkap Fakta Menyedihkan soal Sepak Bola Indonesia: Kenyataannya Begitu

Di Hadapan Media Belanda, Maarten Paes Ungkap Fakta Menyedihkan soal Sepak Bola Indonesia: Kenyataannya Begitu

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, mengungkap fakta menyedihkan soal sepak bola di kancah lokal. Dia berbicara soal ini ketika diwawancarai oleh media Belanda.
Utang Pemerintah Capai Rp9.920,42 Triliun, Purbaya Pastikan Masih Aman Dibanding Negara Tetangga

Utang Pemerintah Capai Rp9.920,42 Triliun, Purbaya Pastikan Masih Aman Dibanding Negara Tetangga

Purbaya bandingkan rasio utang Indonesia dinilai masih lebih rendah dibandingkan negara lain, seperti Malaysia yang capai 60 persen dan Singapura 180 persen.
Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan John Herdman akan Panggil Striker Asing Ini ke Timnas Indonesia di AFF 2026

Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan John Herdman akan Panggil Striker Asing Ini ke Timnas Indonesia di AFF 2026

Bung Ropan curiga John Herdman akan panggil striker asing ini untuk perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Timnas Indonesia akan punya striker haus gol.
Rupiah Terpuruk, Ekonom Sebut Ada Masalah Domestik yang Belum Selesai: Kepercayaan Investor Global Menurun

Rupiah Terpuruk, Ekonom Sebut Ada Masalah Domestik yang Belum Selesai: Kepercayaan Investor Global Menurun

Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai, anjloknya mata uang Indonesia justru membuka persoalan mendasar yang selama ini membayangi struktur ekonomi nasional.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Selengkapnya

Viral