News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gema Bangsa Usung Gerakan Mandiri dari Daerah: Desa Bukan Pinggiran!

Resolusi Gema Bangsa memandang desa bukan sebagai wilayah pinggiran, melainkan jantung kehidupan bangsa. Di desa, relasi manusia dan alam masih relatif utuh. 
Jumat, 26 Desember 2025 - 11:53 WIB
Gema Bangsa Usung Gerakan Mandiri dari Daerah: Desa Bukan Pinggiran!
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com - Partai Gema Bangsa memotret Resolusi menyongsong Tahun 2026 sebagai pijakan ideologis dan moral. Resolusi ini menjadi kompas bagi seluruh elemen Partai Gema Bangsa dalam mengonsolidasikan kekuatan menuju deklarasi dan agenda politik strategis di masa mendatang.

"Resolusi ini bukan sekadar pernyataan politik. la adalah panggilan moral. Sebuah ajakan untuk kembali pada akar, sekaligus melompat ke masa depan dengan cara yang lebih bijaksana," kata Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq dalam keterangannya di Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Resolusi Gema Bangsa memandang desa bukan sebagai wilayah pinggiran, melainkan jantung kehidupan bangsa. Di desa, relasi manusia dan alam masih relatif utuh. 

"Di sanalah pangan diproduksi, budaya dirawat, dan kemandirian hidup sosial," tuturnya.

Berikutnya, Partai Gema Bangsa, kata Rofiq, memanifestasikan arah organisasinya melalui paradigma desentralisasi yang menempatkan aspirasi lokal sebagai episentrum pergerakan.

Dengan menjunjung tinggi prinsip demokrasi internal, partai menegaskan bahwa kedaulatan gagasan berakar dari daerah. 

Hal ini diwujudkan melalui mekanisme pengambilan keputusan yang berpusat dari bawah. Setiap struktur wilayah diberikan otonomi strategis untuk mengelola organisasi selaras dengan karakteristik sosiokultural lokal. 

"Bagi kami, desentralisasi bukan sekadar pilihan manajerial, melainkan penghormatan fundamental terhadap pluralitas identitas Indonesia," ujarnya.

Gema Bangsa, lanjutnya, memosisikan diskursus 'Indonesia Hijau' bukan sekadar isu sektoral, melainkan doktrin strategis yang mengakar dalam perjuangan politik menuju 2026. Gema Bangsa meneguhkan komitmen untuk menjaga integritas ekosistem dan menolak secara eksplisit segala bentuk eksploitasi alam yang menegasikan keselamatan rakyat. 

Melalui paradigma pembangunan yang berkeadilan ekologis, Gema Bangsa memandang kelestarian lingkungan sebagai fondasi absolut bagi kesejahteraan jangka panjang. 

"Bagi kami, kedaulatan bangsa dan keadilan sosial hanya dapat dicapai di atas bumi yang sehat dan terjaga," tegasnya.

Resolusi "Indonesia Hijau", tekan Rofiq, menjadi pilihan yang strategis di tengah situasi alam yang tidak menentu, upaya ini juga dalam rangka mengembalikan politik ke fungsinya yang paling mendasar yaitu menjaga kehidupan. Bukan hanya kehidupan hari ini, tetapi kehidupan generasi yang belum lahir. Dalam perspektif ini, hijau menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan bangsa.

Diterangkan, politik hijau bukan anti-pertumbuhan. la justru menempatkan pertumbuhan dalam kerangka yang lebih luas: keseimbangan. Dalam politik hijau, kemajuan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, penguatan komunitas lokal, dan distribusi keadilan.

Karena itu, resolusi Gema Bangsa diletakkan di atas fondasi 12 prinsip kemandirian Gema Bangsa. Dua belas prinsip ini bukan daftar teknis yang kaku, melainkan kerangka berpikir strategis.

Kemandirian pangan, kemandirian energi, kemandirian ekonomi rakyat, kemandirian desa, kemandirian budaya, hingga kemandirian teknologi semuanya saling terkait, saling menopang. 

Kemandirian pangan, misalnya, tidak berhenti pada swasembada beras. la menuntut keberanian menghidupkan kembali keragaman pangan lokal, melindungi petani kecil, serta menata ulang sistem distribusi yang adil. Tanpa itu, ketahanan pangan hanya menjadi jargon statistik.

Selain itu, ditekankan Rofiq, tidak ada resolusi masa depan tanpa keterlibatan generasi muda. Mereka adalah pewaris sekaligus penjaga hijau itu. Namun generasi muda hari ini hidup dalam paradoks: mereka paling terdampak krisis lingkungan, tetapi sering paling jauh dari ruang pengambilan keputusan.

Gema Bangsa melihat anak muda bukan sebagai objek mobilisasi politik, melainkan subjek perubahan. Isu lingkungan, kemandirian ekonomi, dan keadilan sosial sejatinya adalah isu generasi. Politik yang gagal memahami ini akan kehilangan relevansi. la adalah undangan untuk bekerja bersama, menanam hari ini demi kehidupan esok.

"Hijau yang diimpikan bukan nostalgia romantik, melainkan visi realistis tentang masa depan yang layak diwariskan," tuturnya.

Gema Bangsa, sambungnya, menempatkan generasi muda sebagai fondasi kepemimpinan. Kekuasaan harus dijalankan dengan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial. Tanpa itu, pembangunan hanya akan mempercepat kehancuran. Mengembalikan Indonesia menjadi hijau berarti mengembalikan nurani ke pusat pengambilan keputusan.

Selain itu, Gema Bangsa meneguhkan posisinya sebagai garda terdepan dalam mengupayakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan nir-korupsi. Dia memandang, integritas, transparansi, dan akuntabilitas bukan sekadar jargon, melainkan imperatif moral yang harus diinternalisasi.

Melalui pengembangan kader yang beretika dan berani mengambil sikap jujur, partai berkomitmen melakukan perlawanan sistematis terhadap praktik korupsi. 

"Kami berdiri di belakang penegakan hukum yang imparsial dan tanpa kompromi, sebab korupsi adalah anomali pembangunan yang secara sistemik menghambat akselerasi kemajuan dan kemandirian bangsa," tandasnya.

Dikatakan, Deklarasi Partai Gema Bangsa yang dijadwalkan pada 17 Januari 2026 diproyeksikan menjadi titik tonggak (milestone) formalitas politik dan operasional perjuangan partai. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam masa transisi menuju peresmian tersebut, fokus utama partai diarahkan pada penguatan infrastruktur organisasi dan integrasi visi, misi dan platform strategis di seluruh jenjang kepengurusan, demi memastikan kesiapan mesin partai yang solid dan terukur.

"Mandiri di Negeri Sendiri. Gema Bangsa untuk Indonesia," pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Bukan Sekadar Pembunuhan, Terungkap Fakta Pilu di Balik Tewasnya Wanita Berselimut di Kontrakan Tangerang

Bukan Sekadar Pembunuhan, Terungkap Fakta Pilu di Balik Tewasnya Wanita Berselimut di Kontrakan Tangerang

Seorang wanita berinisial SNA, menggegerkan warga usai ditemukan tewas dalam kondisi penuh luka di rumah kontrakan, wilayah Jurumudi, Benda, Kota Tangerang, pada Selasa (11/8).
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
Cuma Numpang Lewat, Persib Keluar dari Daftar FIFA Ban Registration Setelah Satu Hari Nangkring

Cuma Numpang Lewat, Persib Keluar dari Daftar FIFA Ban Registration Setelah Satu Hari Nangkring

Nama Persib sudah tak bertengger di daftar hitam FIFA pada Selasa (11/8/2026) malam setelah sempat masuk satu hari sebelumnya. 
MUI Murka Hafalan Surah Ad-Dhuha Diduga Dijadikan Syarat Dapat Miras di Festival Musik, Polisi Diminta Segera Bertindak

MUI Murka Hafalan Surah Ad-Dhuha Diduga Dijadikan Syarat Dapat Miras di Festival Musik, Polisi Diminta Segera Bertindak

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta aparat kepolisian mengusut soal viralnya tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha yang diduga sebagai sarana untuk promosi minuman keras (miras) di acara musik.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.

Trending

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi Depok Digelar, Fakta Baru Berdampak pada Pasal Sangkaan Tersangka

51 Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, digelar. Ditemukan adanya fakta baru.
Selengkapnya

Viral