BPH Migas Pastikan Produksi BBM Kilang Balikpapan Andal Jelang Puncak Nataru 2025–2026
- Istimewa
Pada kesempatan yang sama, anggota Komite BPH Migas lainnya, Eman Salman Arief, menegaskan bahwa pemantauan penyediaan energi dilakukan secara menyeluruh di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh rantai pasok energi, mulai dari produksi hingga distribusi ke konsumen, berjalan selaras.
Eman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan Pertamina Patra Niaga (PPN). Menurutnya, keberhasilan menjaga pasokan energi selama Nataru tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
“Satgas Nataru ini bukan hanya tanggung jawab kilang atau Pertamina Patra Niaga secara terpisah. Ini merupakan kerja bersama melalui koordinasi dan kolaborasi untuk memastikan BBM benar-benar tersalurkan kepada masyarakat,” tegas Eman.
Dalam kunjungannya ke Kilang Balikpapan, Eman juga menyampaikan apresiasi atas capaian RU V yang kini telah mampu memproduksi bahan bakar diesel ramah lingkungan berstandar Euro V. Produk tersebut memiliki kandungan sulfur rendah, yakni 10 parts per million (ppm), dan dipasarkan dengan merek Ultra Dex.
“Kami bersyukur dan bangga karena Kilang Balikpapan sudah mampu memproduksi Low Sulfur Diesel berstandar Euro V. Ini menunjukkan kemajuan signifikan industri pengolahan migas nasional dalam mendukung energi yang lebih bersih,” ujarnya.
Produksi BBM berstandar tinggi ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendukung upaya pengurangan emisi dan peningkatan kualitas lingkungan. Dengan kesiapan produksi, distribusi, dan layanan yang terus dijaga, BPH Migas optimistis pasokan BBM selama Nataru 2025–2026 akan berlangsung aman dan lancar di seluruh Indonesia. (nsp)
Load more