News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kamboja Tuduh Thailand Lakukan Serangan di Tengah Perundingan Damai Perbatasan

Kamboja menuduh Thailand melakukan serangan artileri dan udara di perbatasan meski perundingan damai sudah digelar, memperparah konflik kawasan.
Jumat, 26 Desember 2025 - 14:27 WIB
Tentara Kamboja berjaga di kawasan perbatasan Oddar Meanchey, Kamboja
Sumber :
  • Aditya Pradana Putra-Antara

Jakarta, tvOnenews.com — Ketegangan di kawasan Asia Tenggara kembali memanas setelah Kamboja menuduh militer Thailand melancarkan serangan bersenjata di wilayah perbatasan yang disengketakan, meskipun kedua negara baru saja menggelar putaran awal perundingan damai. Tuduhan tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja pada Jumat (26/12/2025).

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, mengatakan bahwa operasi militer Thailand dimulai sejak pagi hari dan dilakukan secara intensif. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Phnom Penh dan dikutip media pemerintah Kamboja, Agence Kampuchea Presse.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Socheata, serangan dimulai dengan penembakan artileri berat yang menyasar sejumlah lokasi strategis dan sensitif di sepanjang perbatasan kedua negara. Beberapa titik yang disebut menjadi sasaran adalah kawasan Kuil Preah Vihear di Provinsi Preah Vihear, serta area Kuil Ta Krabey dan Ta Mone di Provinsi Oddar Meanchey.

“Kami mencatat adanya serangan artileri intensif dan operasi jet tempur pada dini hari. Puluhan peluru ditembakkan ke Desa Chouk Chey, disertai dengan penggunaan drone,” ujar Socheata.

Ia menegaskan bahwa serangan tersebut terjadi di saat kedua negara sedang berupaya meredakan ketegangan melalui jalur diplomasi. Tuduhan ini menambah kompleksitas konflik perbatasan yang selama bertahun-tahun menjadi sumber perselisihan antara Kamboja dan Thailand.

Hingga laporan ini disampaikan, belum ada konfirmasi maupun tanggapan resmi dari pihak Thailand terkait tuduhan tersebut. Namun, sehari sebelumnya, militer Thailand mengeluarkan pernyataan yang justru menyoroti temuan ranjau darat di wilayah perbatasan.

Angkatan Darat Kerajaan Thailand mengungkapkan bahwa mereka menemukan empat ranjau darat di dekat lokasi seorang prajurit Thailand yang terluka akibat menginjak ranjau di Provinsi Surin. Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial X, militer Thailand menyebut ranjau-ranjau tersebut dipasang secara berurutan di jalur yang biasa dilalui pasukan.

“Ranjau tersebut berada sekitar 30 sentimeter dari lokasi ledakan awal,” tulis Angkatan Darat Kerajaan Thailand, tanpa menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan ranjau tersebut.

Situasi ini terjadi tak lama setelah Thailand dan Kamboja menggelar pembicaraan militer pertama sejak bentrokan kembali pecah. Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu (25/12/2025) di Provinsi Chanthaburi, Thailand, dan melibatkan perwakilan militer dari kedua negara.

Meski pertemuan itu hanya berlangsung kurang dari satu jam, langkah tersebut dianggap sebagai awal upaya diplomatik untuk meredakan konflik. Namun, laporan serangan terbaru membuat proses perdamaian kembali berada di bawah bayang-bayang eskalasi militer.

Socheata menyatakan bahwa meskipun insiden serangan masih dilaporkan, tim dari Komite Perbatasan Umum Kamboja–Thailand dijadwalkan tetap melanjutkan diskusi teknis pada Jumat. Ia berharap dialog tersebut dapat menjadi jalan keluar untuk menghentikan permusuhan yang terus berlangsung.

“Kami berharap pembicaraan teknis ini dapat menghentikan konflik, memulihkan stabilitas kawasan, serta memungkinkan warga sipil yang mengungsi untuk kembali menjalani kehidupan normal,” kata Socheata.

Dampak bentrokan di wilayah perbatasan ini tergolong serius. Otoritas Thailand melaporkan sebanyak 23 prajurit Thailand dan satu warga sipil tewas dalam pertempuran. Selain itu, 41 warga sipil lainnya dilaporkan meninggal dunia akibat dampak tidak langsung dari konflik.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyebutkan sedikitnya 31 warga sipil Kamboja tewas sejak bentrokan kembali terjadi. Korban sipil yang terus bertambah menjadi sorotan utama komunitas internasional yang mendorong kedua negara menahan diri.

Lebih dari itu, konflik ini telah memicu krisis kemanusiaan. Hampir satu juta orang dilaporkan mengungsi di kedua sisi perbatasan, meninggalkan rumah dan mata pencaharian mereka demi mencari tempat yang lebih aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketegangan terbaru ini menegaskan rapuhnya situasi keamanan di perbatasan Kamboja–Thailand. Di tengah upaya diplomasi yang sedang berjalan, eskalasi militer berpotensi memperburuk hubungan bilateral dan menghambat tercapainya perdamaian jangka panjang.

Pengamat menilai keberlanjutan dialog dan transparansi kedua pihak menjadi kunci untuk mencegah konflik meluas. Dunia internasional kini menanti langkah konkret dari Kamboja dan Thailand untuk membuktikan komitmen mereka terhadap perdamaian, bukan justru memperpanjang siklus kekerasan di kawasan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Meydiana Laviola Bawa Merah Putih di Closing Ceremony Asian Games 2026, Kenakan Kebaya Prada Bali

Meydiana Laviola Bawa Merah Putih di Closing Ceremony Asian Games 2026, Kenakan Kebaya Prada Bali

Atlet tenis Indonesia, Meydiana Laviola Reinnamah mendapat kehormatan menjadi pembawa bendera Merah Putih atau flag bearer dalam upacara penutupan Asian Games 2026. Meydiana tampil dalam balutan kebaya merah bermotif Prada Bali.
BPJPH Terbitkan Aturan No 4/2026, Indonesia Halal Watch Peringatkan Risiko Gugatan WTO

BPJPH Terbitkan Aturan No 4/2026, Indonesia Halal Watch Peringatkan Risiko Gugatan WTO

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi menerbitkan Peraturan BPJPH Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pemastian Kesesuaian Produk Halal Luar Negeri yang
Harta Kekayaan Dua Wakil Menteri Keuangan, Harta Luky Alfirman Paling Fantastis

Harta Kekayaan Dua Wakil Menteri Keuangan, Harta Luky Alfirman Paling Fantastis

Berdasarkan data LHKPN di KPK Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Luky Alfirman tercatat memiliki harta kekayaan Rp52.827.928.569 atau sekitar Rp52,8 miliar.
Rival Megawati Hangestri Curi Perhatian di Jepang, Dijuluki 'Seperti Aktris'

Rival Megawati Hangestri Curi Perhatian di Jepang, Dijuluki 'Seperti Aktris'

Lee Da-hyeon, rival Megawati Hangestri di V-League, kini membuka petualangan baru di Jepang. Kehadirannya bersama NEC Red Rockets Kawasaki langsung jadi sorotan
Bahlil Lahadalia Rangkap Jabatan, Akademisi Nilai Bisa Percepat Hilirisasi hingga Kemandirian Energi

Bahlil Lahadalia Rangkap Jabatan, Akademisi Nilai Bisa Percepat Hilirisasi hingga Kemandirian Energi

Wahyudi mengatakan posisi Bahlil sebagai Menko sekaligus Menteri ESDM juga membuka peluang mengintegrasikan kebijakan pertambangan, energi, hilirisasi, dan investasi dari hulu hingga hilir. 
Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 5 Oktober 2026: Cancer Full Senyum Masalah Kelar, Scorpio Awas Terprovokasi Kabar Burung

Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 5 Oktober 2026: Cancer Full Senyum Masalah Kelar, Scorpio Awas Terprovokasi Kabar Burung

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Senin, 5 Oktober 2026, membawa energi yang menekankan pentingnya komunikasi terbuka serta keseimbangan ...

Trending

Hillstate Gelar Uji Tanding Lawan Pink Spiders, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Langsung Turun

Hillstate Gelar Uji Tanding Lawan Pink Spiders, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Langsung Turun

Dalam laga uji coba tertutup antara Hyundai Hillstate vs Pink Spider akhir pekan ini, duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson langsung diturunkan bersamaan.
Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Satu dari tiga orang tersangka pesta narkoba di Petojo, Jakarta Pusat mengaku kepada polisi kalau dirinya mantan pesepakbola liga Indonesia yakni Persija..
Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Timnas Indonesia akan menjamu Thailand di babak final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). 
Penilaian Jujur Pevoli Senior Korea soal Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, Beri Peringatan Jelang Debut

Penilaian Jujur Pevoli Senior Korea soal Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, Beri Peringatan Jelang Debut

Pevoli senior Korea, Kim Hee-jin, memberikan penilaian jujur terhadap Megawati Hangestri yang akan menjalani tantangan baru bersama Hyundai Hillstate. Katanya..
Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, danGeofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini beragam, karena transisi dan pengaruh El Nino. Berikut prakiraan cuaca hari ini
Pengungkapan Kasus Majikan Bakar Sopir Hidup-Hidup di Bali, Polisi: Bos Sumbu Pendek, Jarang Berinteraksi hingga Awalnya untuk Menakut-nakuti

Pengungkapan Kasus Majikan Bakar Sopir Hidup-Hidup di Bali, Polisi: Bos Sumbu Pendek, Jarang Berinteraksi hingga Awalnya untuk Menakut-nakuti

Pihak kepolisian akhirnya mengungkap kasus majikan membakar sopirnya hidup-hidup secara detail. Berdasarkan hasil pendalaman penyidik, majikan disebut jarang berinteraksi dengan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Media Belanda Soroti Mitchell Baker usai Cetak Pancagol untuk Timnas Indonesia di Laga Kontra Bangladesh

Media Belanda Soroti Mitchell Baker usai Cetak Pancagol untuk Timnas Indonesia di Laga Kontra Bangladesh

Media Belanda menyoroti performa Mitchell Baker untuk Timnas Indonesia di laga kontra Bangladesh. Sang striker berusia 19 tahun mencetak pancagol alias lima gol di laga itu.
Selengkapnya

Viral