News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wacana Pilkada Dipilih DPRD Menguat, Ini Pro dan Kontra Pemilihan Kepala Daerah oleh DPR

Wacana Pilkada dipilih DPRD kembali menguat. Ini alasan pendukung dan penolakan, dari efisiensi biaya hingga ancaman kemunduran demokrasi.
Senin, 29 Desember 2025 - 11:09 WIB
Hasil PSU Pilkada Tasikmalaya Bakal Diumumkan 23 April 2025
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) kembali mengemuka. Kali ini, muncul gagasan agar kepala daerah dipilih oleh DPRD, bukan melalui pemilihan langsung oleh rakyat seperti yang berlaku saat ini. Isu ini mencuat setelah Presiden terpilih Prabowo Subianto menyampaikan pandangan soal perlunya evaluasi Pilkada langsung dengan alasan efisiensi anggaran dan tingginya praktik politik uang.

Usulan tersebut langsung memantik perdebatan luas di ruang publik. Sebagian kalangan menilai Pilkada oleh DPRD dapat menjadi solusi atas mahalnya ongkos politik, namun tak sedikit pihak yang menentangnya karena dianggap berpotensi memundurkan demokrasi dan menggerus kedaulatan rakyat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alasan Munculnya Wacana Pilkada oleh DPRD

Gagasan Pilkada dipilih DPRD kembali dibicarakan setelah pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 dinilai menyisakan sejumlah persoalan. Kelompok pendukung wacana ini menyoroti tingginya biaya penyelenggaraan Pilkada langsung, baik dari sisi anggaran negara maupun ongkos politik yang harus ditanggung calon kepala daerah.

Selain itu, Pilkada langsung juga dinilai belum sepenuhnya berhasil menekan praktik politik uang dan mahar politik. Dalam praktiknya, biaya kampanye yang besar kerap mendorong calon kepala daerah mencari jalan pintas, yang pada akhirnya berpotensi memicu korupsi saat menjabat.

Dari sudut pandang efisiensi, pemilihan melalui DPRD diyakini dapat:

  • Menghemat anggaran negara secara signifikan

  • Menekan biaya politik yang tinggi

  • Mengurangi praktik politik uang di tingkat akar rumput

Secara konstitusional, sejumlah ahli hukum tata negara menilai sistem pemilihan kepala daerah oleh DPRD tidak sepenuhnya bertentangan dengan UUD 1945, selama diatur dengan undang-undang.

Penolakan dan Kekhawatiran soal Demokrasi

Meski demikian, penolakan terhadap wacana ini datang dari berbagai pihak, termasuk partai politik, akademisi, dan kelompok masyarakat sipil. Salah satu penolakan tegas disampaikan Partai Gema Bangsa.

Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, menilai wacana kepala daerah dipilih DPRD merupakan kemunduran demokrasi. Menurutnya, Indonesia telah melewati fase tersebut dan secara sadar beralih ke Pilkada langsung demi memperkuat partisipasi rakyat.

“Ini akan menjadi preseden buruk dan kemunduran demokrasi. Kepala daerah harus tetap dipilih langsung oleh rakyat,” kata Rofiq, Senin (29/12/2025).

Ia mengingatkan bahwa perubahan sistem Pilkada menjadi langsung merupakan bagian dari semangat reformasi yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Tujuannya adalah meningkatkan partisipasi publik dan kualitas pemerintahan daerah.

Argumen Penolakan Pilkada oleh DPRD

Partai Gema Bangsa merinci sejumlah alasan penolakan terhadap wacana tersebut, antara lain:

  • Hak pilih rakyat tereduksi, karena rakyat tidak lagi memilih pemimpinnya secara langsung

  • Akuntabilitas politik melemah, kepala daerah lebih bertanggung jawab kepada DPRD dibanding rakyat

  • Legitimasi politik berkurang, karena mandat tidak langsung berasal dari pemilih

  • Kemandirian kepala daerah terancam, lebih bergantung pada partai dan elite politik

Wakil Ketua Umum Gema Bangsa, Joko Kanigoro, menambahkan bahwa pemilihan oleh DPRD berpotensi membuka ruang politik transaksional antar elite. Proses lobi dan kompromi politik dinilai rawan melahirkan dominasi oligarki dan konflik kepentingan.

“Prosesnya sarat kompromi politik, transaksi kepentingan, dan dominasi oligarki,” ujarnya.

Ia juga menyoroti risiko rendahnya transparansi dan berkurangnya partisipasi publik jika Pilkada kembali dilakukan di ruang tertutup DPRD.

Sikap DPR dan Arah Kebijakan

Di tingkat parlemen, DPR menyatakan masih menunggu usulan resmi dari pemerintah sebelum membahas perubahan sistem Pilkada. Hingga kini, belum ada draf undang-undang atau inisiatif formal yang diajukan.

Para pengamat menilai, jika negara ingin memperbaiki kualitas demokrasi dan menekan politik uang, solusi seharusnya diarahkan pada:

  • Penegakan hukum yang tegas terhadap politik uang

  • Reformasi pendanaan politik

  • Transparansi dan akuntabilitas partai politik

  • Pendidikan politik yang lebih luas bagi masyarakat

Bukan dengan mencabut hak pilih rakyat.

Perdebatan yang Masih Panjang

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wacana Pilkada oleh DPRD dipastikan masih akan menjadi perdebatan panjang. Di satu sisi, ada dorongan efisiensi dan stabilitas politik. Di sisi lain, ada kekhawatiran serius soal kemunduran demokrasi dan penguatan elite politik.

Ke depan, keputusan terkait sistem Pilkada akan menjadi ujian penting bagi komitmen negara dalam menjaga kedaulatan rakyat sekaligus memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Awas Minggu Kelabu! 5 Zodiak Ini Diprediksi Bakal Dikejar-kejar Apes pada 11 Oktober 2026

Awas Minggu Kelabu! 5 Zodiak Ini Diprediksi Bakal Dikejar-kejar Apes pada 11 Oktober 2026

Ketika banyak orang menikmati momen akhir pekan dengan santai, lima zodiak ini justru harus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman nasib sial.
Joey Pelupessy Bongkar Kelakuan Dean James saat Sekamar di Timnas Indonesia, Sampai Kaget Tengah Malam

Joey Pelupessy Bongkar Kelakuan Dean James saat Sekamar di Timnas Indonesia, Sampai Kaget Tengah Malam

Dean James dan Joey Pelupessy ternyata memiliki pengalaman lucu saat berbagi kamar hotel ketika menjalani tugas bersama Timnas Indonesia.
Pabrik di Kawasan Industri Cakung Jaktim Terbakar, Belasan Damkar Diterjunkan

Pabrik di Kawasan Industri Cakung Jaktim Terbakar, Belasan Damkar Diterjunkan

Akun tersebut juga menuliskan lokasi tempat peristiwa kebakaran terjadi kawasan industri Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) Jakarta Timur.
Kemenangan Pertama Marc Marquez di Sirkuit Mandalika Langsung Antarkan The Baby Alien ke Puncak Klasemen MotoGP 2026

Kemenangan Pertama Marc Marquez di Sirkuit Mandalika Langsung Antarkan The Baby Alien ke Puncak Klasemen MotoGP 2026

Marc Marquez kembali mengambil alih puncak klasemen MotoGP 2026 setelah mengukir kemenangan pertamanya di Sirkuit Mandalika.
Hasil Super League Hari Ini, Sabtu (10/10/2026) Sore WIB: Persija Pesta Gol 4-0 atas PSIM, Bhayangkara Imbangi Arema di Kanjuruhan

Hasil Super League Hari Ini, Sabtu (10/10/2026) Sore WIB: Persija Pesta Gol 4-0 atas PSIM, Bhayangkara Imbangi Arema di Kanjuruhan

Rekap hasil Super League 2026/2027 pada Sabtu (10/10/2026). Persija menang telak atas PSIM, sedangkan Arema FC harus puas berbagi poin dengan Bhayangkara FC.
3 Shio yang Cintanya Bersemi pada 11 Oktober 2026, Jodoh Macan Makin Dekat!

3 Shio yang Cintanya Bersemi pada 11 Oktober 2026, Jodoh Macan Makin Dekat!

Ramalan cinta 12 shio 11 Oktober 2026 membahas asmara lajang dan pasangan. Simak 3 shio yang cintanya bersemi, termasuk Macan yang makin dekat jodoh.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Dosen Statistika UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Statistika dan Pembelajaran Interaktif

Dosen Statistika UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Statistika dan Pembelajaran Interaktif

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan, Program Studi Statistika UNAIR melaksanakan Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Dosen di Gedung Kuliah Bersama (GKB) UNAIR
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Sama-sama mengisi slot pemain asing kuota Asia Liga Voli Korea, Thanacha Sooksod kini hijrah ke GS Caltex setelah tiga musim membela Korea Expressway Hi-Pass.
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Selengkapnya

Viral