News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Usul Pemerintah Bentuk Badan Khusus Penanganan Dampak Bencana Sumatera

Dia menilai pembentukan badan khusus perlu dilakukan menanggapi banyaknya kerusakan akibat bencana tersebut. Mulai dari kerusakan ringan hingga berat.
Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:33 WIB
Sampah kayu gelondongan menumpuk menutupi pemukiman warga pasca banjir di Sumatera Utara pada Selasa (25/11/2025).
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mengusulkan pemerintah membentuk badan khusus untuk menangani dampak bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dia menilai pembentukan badan khusus perlu dilakukan menanggapi banyaknya kerusakan akibat bencana tersebut. Mulai dari kerusakan ringan hingga berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita punya pengalaman dalam menangani dampak tsunami Aceh-Nias tahun 2024. Kita juga punya pengalaman menangani, gempa, likuifaksi, banjir atau longsor,” kata Alex kepada wartawan, Sabtu (3/1/1026).

“Namun, banjir dan longsor disertai massifnya kerusakan lingkungan, kita tak pernah mengalaminya. Karenanya, kehadiran badan khusus ini sangat diperlukan," sambungnya.

Alex sepakat dengan rencana Presiden Prabowo Subianto terkait pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala.

Satgas Kuala diketahui akan difokuskan pada pengerukan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan akibat timbunan lumpur di wilayah terdampak bencana. Sekaligus untuk mengolah air berlumpur menjadi air bersih. 

“Kami menilai, Satgas ini layak ditingkatkan statusnya jadi badan khusus. Jadi, tugasnya tak sekadar mengeruk sungai, tapi menangani dampak bencana secara lebih komprehensif serta menghilangkan kendala teknis terkait kewenangan," kata Alex.

Dengan dibentuknya badan khusus, dia menyebut pendanaan di masa rehabilitas dan rekonstruksi, tidak lagi dipegang banyak kementerian dan lembaga. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk anggaran badan khusus, tinggal mengkoordinasikannya dengan kementerian atau lembaga,” jelasnya.

“Artinya, kita tidak perlu mengubah UU APBN, karena dia akan meletakan anggaran pada satu badan khusus," ungkap Alex. (saa)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

El Clasico Indonesia Memanas, The Jakmania Titip Pesan Khusus untuk Persija: Kalian Macan!

El Clasico Indonesia Memanas, The Jakmania Titip Pesan Khusus untuk Persija: Kalian Macan!

Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, memberikan pesan penting kepada para pemain Persija Jakarta jelang duel sarat gengsi melawan Persib Bandung.
Misteri Satu Keluarga Tewas di Warakas Jakut Perlahan Terungkap, Polisi Fokus pada Hal Ini

Misteri Satu Keluarga Tewas di Warakas Jakut Perlahan Terungkap, Polisi Fokus pada Hal Ini

Penemuan satu keluarga tewas di Warakas, Jakarta Utara sampai saat ini masih didalami pihak kepolisian. Polisi masih belum bisa memastikan penyebab kematiannya.
Persib Tersingkir dari Puncak Klasemen, Persik Kediri Siap Jegal Maung Bandung

Persib Tersingkir dari Puncak Klasemen, Persik Kediri Siap Jegal Maung Bandung

Persib Bandung baru akan bertanding melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Senin (5/1/2026) malam WIB.
Hati-hati, Gaya Kepelatihan John Herdman Justru Bisa Jadi Bumerang bagi Timnas Indonesia

Hati-hati, Gaya Kepelatihan John Herdman Justru Bisa Jadi Bumerang bagi Timnas Indonesia

Gaya kepelatihan John Herdman yang fleksibel dan adaptif dinilai efektif untuk menghadapi lawan, tetapi juga bisa membuat Timnas Indonesia kewalahan di lapangan
Isu Nikah Siri Aura Kasih–Ridwan Kamil di Amerika Mencuat hingga Rumor Anak Angkat Arkana Kuasa Hukum Bantah

Isu Nikah Siri Aura Kasih–Ridwan Kamil di Amerika Mencuat hingga Rumor Anak Angkat Arkana Kuasa Hukum Bantah

Nama Aura Kasih kembali menjadi perbincangan publik seiring mencuatnya isu dugaan pernikahan siri dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Amerika Serikat
Polri Jadi Penyidik Utama di KUHAP Baru, Pemerintah Tegaskan Bukan Superpower tapi Sistem

Polri Jadi Penyidik Utama di KUHAP Baru, Pemerintah Tegaskan Bukan Superpower tapi Sistem

Menkum tegaskan penempatan Polri sebagai penyidik utama dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru bukanlah upaya perluas kekuasaan kepolisian.

Trending

Cara Tak Biasa dan Filosofi Aneh Allegri yang Membawa AC Milan Masuk Bursa Scudetto: Biarkan Lawan Menekan, Serang Saat Kelelahan

Cara Tak Biasa dan Filosofi Aneh Allegri yang Membawa AC Milan Masuk Bursa Scudetto: Biarkan Lawan Menekan, Serang Saat Kelelahan

Massimiliano Allegri kembali menjadi pusat perbincangan di sepak bola Italia setelah membawa AC Milan bersaing dalam perburuan Scudetto musim ini.
Perang Dunia III di Depan Mata? Anggota DPR Peringatkan Dampak Ngeri AS Tangkap Presiden Venezuela

Perang Dunia III di Depan Mata? Anggota DPR Peringatkan Dampak Ngeri AS Tangkap Presiden Venezuela

Anggota DPR RI, Jazuli Juwaini, melontarkan kritik tajam terhadap aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela. 
Ramalan Keuangan Zodiak 6 Januari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak 6 Januari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 6 Januari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces, lengkap dengan peluang rezeki hari esok.
Kondisi Finansial Zodiak 6 Januari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Kondisi Finansial Zodiak 6 Januari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak 6 Januari 2026 untuk enam zodiak terakhir, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces.
Pasal Perzinaan KUHP Baru Tetap Delik Aduan, Ini Bedanya dengan Aturan Lama

Pasal Perzinaan KUHP Baru Tetap Delik Aduan, Ini Bedanya dengan Aturan Lama

Menhukam Supratman menegaskan pasal perzinaan di KUHP baru tak jauh berbeda dari KUHP lama. Tetap delik aduan dan fokus lindungi keluarga serta anak.
Sebagian Besar Tim Pengamanan Maduro Tewas, Korban Operasi Militer AS di Venezuela Capai 80 Orang

Sebagian Besar Tim Pengamanan Maduro Tewas, Korban Operasi Militer AS di Venezuela Capai 80 Orang

Operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela pada Sabtu (3/1) memakan banyaka korban jiwa. Hingga kini jumlah korban tewas akibat serangan AS menjadi 80 orang, demikian dilaporkan The New York Times, Minggu (4/1).
Isu dengan Ridwan Kamil Makin Merebak, Kuasa Hukum Aura Kasih Tegaskan Tak Benar

Isu dengan Ridwan Kamil Makin Merebak, Kuasa Hukum Aura Kasih Tegaskan Tak Benar

Isu dengan Ridwan Kamil makin merebak, kuasa hukum Aura Kasih akhirnya angkat bicara dan tegaskan semua itu tidak benar.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT