Tinjau Banjir di Banjar Kalsel, Mensos Tegaskan Tak Ada Perbedaan Perlakuan dalam Penyaluran Bantuan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, memberikan jaminan bahwa pemerintah pusat berkomitmen untuk bertindak adil dalam mendistribusikan bantuan kepada seluruh warga yang terdampak bencana banjir di berbagai wilayah Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Mensos saat melakukan peninjauan langsung di titik banjir kawasan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Minggu (4/1).
Menurutnya, bentuk bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan pokok hingga perbaikan tempat tinggal.
“Yang perabotannya hanyut dibawa banjir, kita kasih uang tunai. Bahkan, rumah yang rusak diganti sesuai tingkat kerusakan dan masih ada bantuan sosial lainnya,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Ia menegaskan bahwa standar bantuan yang diterapkan di Kalsel sama dengan bantuan yang disalurkan di wilayah lain, seperti Sumatra. Perbedaan hanya terletak pada klasifikasi atau tingkat keparahan dampak yang dialami setiap korban.
“Perlakuan pemerintah ke semua korban sama ya, bantuan juga sama, tidak ada maksud untuk membeda-bedakan, tetapi juga sesuai kondisi korban yang terdampak,” katanya menegaskan.
Mengenai infrastruktur warga yang hancur, Mensos menjelaskan bahwa hunian yang rusak berat akan diupayakan untuk dibangun kembali di lokasi semula jika kondisi lahan masih memungkinkan.
Namun, jika lokasi asal dinilai rawan atau tidak layak, pemerintah daerah akan menyiapkan opsi relokasi bagi warga yang bersedia dipindahkan.
Gus Ipul memastikan bahwa selama periode darurat, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat guna menjamin kebutuhan mendesak masyarakat terpenuhi.
Ia menyebut pemerintah memiliki tim besar dengan mekanisme penanggulangan bencana yang sudah terarah dan sistematis.
Tim bentukan pemerintah tersebut juga bertugas mengelola dan menyalurkan bantuan dari berbagai pihak agar tepat sasaran. Mensos pun meminta dukungan dari semua elemen masyarakat untuk membantu proses pemulihan, terutama bagi kelompok rentan.
“Bantuan semua bergantung pada asesmen pemerintah daerah, setelah itu baru kami salurkan. Bantuan diberikan bertahap agar korban bisa menjalani aktivitas normal,” jelasnya.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Banjar, Mensos mengamati bahwa debit air di area permukiman masih tergolong tinggi. Ia mengimbau seluruh petugas untuk tetap waspada dan masyarakat untuk saling bahu-membahu.
Load more