Lewat Diseminasi, Universitas Indonesia Libatkan Masyarakat dalam Pelestarian Gunung Padang
- Henry Purba-Antara
“Jadi prioritas utama situs ini adalah memperpanjang usianya ya, supaya tidak longsor, tidak rubuh ya. Setelah itu baru kita bisa melakukan kajian yang lebih lanjut,” kata Ali Akbar.
Menurut Ali Akbar, pada tahap awal pemugaran difokuskan pada tindakan yang paling memungkinkan dilakukan berdasarkan bukti ilmiah dan keterangan masyarakat.
“Pemugaran itu untuk tahap atau tahun yang sekarang lebih ke penegakan batu. Jadi yang memang sudah kita yakin betul bahwa ada foto-foto lama, terus kita wawancara dengan masyarakat bahwa batu itu pernah tegak, nah itu yang kita rekonstruksi,” jelasnya.
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, menyampaikan bahwa pemugaran Gunung Padang dilakukan melalui pola kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor nonpemerintah.
Restu menambahkan, proses pemugaran pada 2025 telah dimulai bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED), dilanjutkan dengan penataan kawasan dan rekonstruksi terbatas berupa pendirian kembali sebagian batu di area situs.
Dari sisi pembiayaan, Kementerian Kebudayaan juga membuka peluang dukungan dari pihak swasta. Direktur Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan Esti Nurjadin menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan APBN saja.
Load more