Awal Mula Perseteruan Richard Lee Vs Doktif, Kini Sama-sama Jadi Tersangka
- YouTube/dr. Richard Lee, MARS
Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya menetapkan dokter terkait kasus produk dan treatment kecantikan yang dilayangkan Dokter Detektif (Doktif) Samira Farahnaz.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Reonald Simanjuntak mengatakan, setelah ditetapkan tersangka, kepolisian melayangkan surat pemanggilan untuk dimintai keterangan pada 23 Desember 2025. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut.
"Saudara RL (dokter Richard Lee) sudah dalam proses penyidikan, dan kami sampaikan telah penetapan sebagai tersangka pada 15 Desember 2025 terhadap saudara RL, yang mana sudah dilakukan pemanggilan terhadap tersangka pada 23 Desember 2025 tetapi tidak hadir," jelas Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Reonald Simanjuntak.
Melalui kuasa hukumnya, Richard Lee meminta penjadwalan ulang pemeriksaan. Penyidik kemudian menjadwalkan pemanggilan lanjutan pada Rabu (7/1/2026).
"Saudara RL tidak hadir, dan menyampaikan kepada penyidik akan hadir pada 7 Januari 2026. Panggilan kedua atas panggilan pertama akan dilayangkan pada 7 Januari 2026," ujarnya.
Kepolisian menegaskan bahwa apabila pada tanggal tersebut Richard Lee kembali tidak hadir tanpa keterangan yang jelas, maka penyidik akan melayangkan panggilan kedua.
Reonald menambahkan, jika panggilan kedua juga tidak dipenuhi, kepolisian akan menerbitkan surat perintah penjemputan secara paksa sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Dalam perkara ini, dokter Richard Lee dijerat dengan pasal berlapis. Ia disangkakan melanggar Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) Undang-Undang tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun serta denda hingga Rp 5 miliar.
Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) dan atau Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukuman dalam pasal ini berupa pidana penjara maksimal lima tahun atau denda paling banyak Rp 2 miliar.
Dugaan Pelanggaran Produk Kecantikan
Laporan yang menyeret Richard Lee berawal dari serangkaian pembelian produk kecantikan yang dilakukan oleh Doktif untuk kepentingan pengecekan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, terdapat tiga produk yang menjadi sorotan utama.
1. Produk White Tomato
Pada 12 Oktober 2024, Doktif membeli produk bermerek White Tomato melalui sebuah akun marketplace bernama Gerabah Shop dengan harga sekitar Rp 670.000.
Setelah produk diterima dan diteliti, ditemukan dugaan bahwa komposisi produk tersebut tidak mengandung white tomato sebagaimana diklaim dalam penjualan.
2. Produk DNA Salmon
Selanjutnya, pada 23 Oktober 2024, Doktif kembali membeli produk DNA Salmon melalui akun Raysales Shop dengan harga lebih dari Rp 1 juta.
Setelah barang diterima, produk tersebut diduga tidak steril karena tidak dilengkapi penutup dan kemasannya menunjukkan indikasi telah dikemas ulang atau repacking.
3. Produk Miss V Stem Cell
Pembelian ketiga dilakukan pada 2 November 2024. Doktif membeli produk Miss V Stem Cell by Athena Group seharga Rp 922.000 melalui akun Goddess Skin by Athena. Berdasarkan hasil pengecekan, produk tersebut diduga merupakan hasil repackaging dari produk lain, yakni RAQ Pink.
Temuan inilah yang kemudian menjadi dasar laporan Doktif terhadap Richard Lee terkait dugaan pelanggaran distribusi, komposisi, dan keamanan produk kecantikan.
Kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini, baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam laporan tersebut, yakni Richard Lee.
Namun demikian, penyidik membuka peluang adanya tersangka tambahan apabila dalam perkembangan perkara ditemukan minimal dua alat bukti yang menguatkan keterlibatan pihak lain.
Menurut Reonald, penetapan tersangka tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan harus didasarkan pada pembuktian yang sah sesuai hukum acara pidana.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan Doktif sebagai tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Penetapan tersebut diumumkan oleh Wakil Kepala Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Dwi Manggala Yuda. Doktif ditetapkan sebagai tersangka pada 12 Desember 2025 atas unggahan di media sosial yang dinilai merugikan nama baik Richard Lee.
Richard Lee kini berstatus tersangka atas dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen, sementara Doktif juga menghadapi proses hukum terkait pencemaran nama baik. (nba)
Load more