Profil dr. Richard Lee: Dokter Kecantikan Populer yang Kini Terseret Perkara Hukum
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com — Nama dr. Richard Lee selama bertahun-tahun dikenal luas sebagai dokter kecantikan, pengusaha skincare, sekaligus kreator konten edukasi yang berpengaruh di Indonesia. Lewat media sosial dan YouTube, ia kerap tampil vokal membahas keamanan produk kecantikan, perawatan kulit, hingga literasi konsumen. Namun, di awal 2026, sosoknya kembali menjadi sorotan publik setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara hukum yang dilaporkan oleh kreator konten Dokter Detektif atau Doktif.
Penetapan tersangka terhadap Richard Lee menandai babak baru dalam konflik panjang yang sebelumnya ramai di media sosial. Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Reonald Simanjuntak menyampaikan bahwa status tersangka terhadap Richard Lee ditetapkan pada 15 Desember 2025.
“Kami sampaikan penetapan tersangka itu dilakukan pada 15 Desember 2025 terhadap saudara RL,” kata Reonald, Selasa (6/1/2026).
Richard Lee dilaporkan terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang berkaitan dengan produk dan layanan treatment kecantikan. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LPB 7317/XII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya. Meski telah dipanggil untuk pemeriksaan pertama pada 23 Desember 2025, Richard Lee belum memenuhi panggilan penyidik dan meminta penjadwalan ulang.
Di tengah dinamika hukum tersebut, publik kembali menelusuri rekam jejak Richard Lee sebagai figur publik yang berpengaruh di industri kecantikan.
Latar Belakang dan Pendidikan
dr. Richard Lee lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 11 Oktober 1985. Ia tumbuh dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di Palembang, tempat ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di sekolah Xaverius.
Setelah lulus SMA pada 2003, Richard Lee sempat diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Namun, keterbatasan ekonomi dan pertimbangan jarak membuatnya memilih melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Dari kampus tersebut, ia meraih gelar sarjana kedokteran pada 2009.
Keinginannya untuk berkembang tidak berhenti di sana. Richard Lee melanjutkan studi pascasarjana dan memperoleh gelar Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) dari Universitas Respati Indonesia pada 2013. Ia juga memperdalam keilmuan estetika di American Academy of Aesthetic Medicine pada 2017, serta mengikuti program pendidikan lanjutan di Atlantic International University pada periode 2020–2021.
Karier dari Dokter Umum hingga Pengusaha Skincare
Karier profesional Richard Lee dimulai sebagai dokter umum di salah satu perusahaan milik Sinarmas Group di Palembang. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian memantapkan diri menekuni dunia estetika dan kecantikan.
Langkah tersebut membawanya mendirikan dan mengembangkan klinik kecantikan yang kini dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia. Di luar praktik klinis, Richard Lee memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi publik, terutama terkait keamanan produk skincare, perawatan kulit yang benar, dan literasi konsumen.
Sejak aktif di YouTube pada 2018, kanal “dr. Richard Lee” berkembang pesat. Hingga Juli 2024, kanal tersebut tercatat memiliki sekitar 5,15 juta pelanggan dengan total tayangan lebih dari 581 juta kali. Atas pencapaiannya, ia meraih Silver Play Button pada 2019 dan Gold Play Button pada 2021.
Figur Publik dan Kontroversi
Popularitas Richard Lee tidak lepas dari gaya komunikasinya yang lugas dan kritis. Ia kerap membahas isu sensitif di industri kecantikan, termasuk keamanan produk, klaim berlebihan, hingga regulasi. Sikap ini membuatnya memiliki basis pendukung yang besar, sekaligus memicu perdebatan.
Perseteruannya dengan Doktif bermula dari konten media sosial yang mengkritik produk dan layanan kecantikan miliknya. Richard Lee menilai konten tersebut merugikan nama baiknya, sehingga melaporkan Doktif ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Februari 2025. Dalam perkembangannya, Doktif lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik, sebelum akhirnya Richard Lee menyusul sebagai tersangka dalam laporan terpisah.
Kehidupan Pribadi
Di luar sorotan publik, Richard Lee dikenal sebagai kepala keluarga. Ia menikah dengan dr. Reni Effendi pada 2012 dan dikaruniai tiga orang anak. Kehidupan pribadinya kerap ditampilkan secara terbatas di media sosial, berdampingan dengan aktivitas profesionalnya.
Kasus hukum yang kini menjerat Richard Lee menjadi ujian besar dalam perjalanan karier dan reputasinya. Meski demikian, hingga saat ini proses hukum masih berjalan dan status bersalah atau tidak bersalah akan ditentukan melalui mekanisme peradilan. (nsp)
Load more