News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pramugari Gadungan Bikin Gaduh di Bandara Tak Ditahan, Ini Alasan Khairun Nisya Nekat Pakai Seragam Palsu

Sebelum identitas aslinya terungkap, ia sempat mengaku sebagai cabin crew yang masuk melalui jalur fast track.
Kamis, 8 Januari 2026 - 13:35 WIB
Pramugari gadungan yang viral di media sosial
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com – Kasus pramugari gadungan yang sempat menggegerkan publik akhirnya berujung damai. Khairun Nisya (23), wanita yang kedapatan mengenakan seragam pramugari Batik Air palsu, dipastikan tidak ditahan setelah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Khairun Nisya yang belakangan diketahui bukan awak kabin, nekat mengenakan atribut lengkap pramugari, mulai dari seragam hingga kartu identitas sekolah pramugari yang diklaim berasal dari Batik Air. Sebelum identitas aslinya terungkap, ia sempat mengaku sebagai cabin crew yang masuk melalui jalur fast track.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @jabodetabek24info, terungkap bahwa Nisya membeli tiket pesawat sendiri layaknya penumpang umum, sehingga lolos saat pemeriksaan boarding pass.

“Saat proses boarding, yang bersangkutan lolos karena memiliki boarding pass. Namun, ketika berada di dalam pesawat dan ditanya oleh crew aktif, jawabannya ngawur dan tidak sinkron dengan standar pramugari,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Kecurigaan Muncul Usai Pesawat Mendarat

Kecurigaan terhadap Khairun Nisya muncul ketika pesawat tiba di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Petugas Aviation Security (Avsec) yang telah mendapat laporan langsung menunggu dan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Perempuan tersebut kembali dimintai keterangan terkait identitas dan alasan mengenakan atribut pramugari. Namun, Khairun Nisya tetap bersikeras mengaku sebagai pramugari Batik Air dan menunjukkan kartu identitas yang keasliannya diragukan.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Khairun Nisya pun diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Alasan Pakai Seragam

Dalam proses interogasi, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengungkapkan bahwa Khairun Nisya mengaku pernah melamar sebagai pramugari Batik Air, namun tidak lolos seleksi.

Karena merasa malu kepada keluarga di Palembang, ia nekat berangkat ke Jakarta dengan mengenakan seragam pramugari palsu agar terlihat seolah sudah bekerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya,” ujar Yandri.

Seragam pramugari tersebut diketahui dibeli melalui online shop dan dipakai sejak keberangkatan dari Palembang. Khairun Nisya sempat berniat mengganti pakaian setibanya di bandara, namun urung dilakukan karena waktu yang terbatas.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hari Keempat, Basarnas Kerahkan 13 Kapal Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Hari Keempat, Basarnas Kerahkan 13 Kapal Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan belasan kapal tersebut digunakan untuk menyisir wilayah laut yang telah ditentukan dalam operasi pencarian.
Musim Paceklik Mengancam, Zulhas Salurkan Beras: 33,2 Juta Warga Bakal Dapat Bantuan Lagi

Musim Paceklik Mengancam, Zulhas Salurkan Beras: 33,2 Juta Warga Bakal Dapat Bantuan Lagi

Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan beras di tengah musim paceklik yang berpotensi menekan daya beli masyarakat sekaligus mendorong kenaikan harga pangan.
Soal Pensiun dari UFC, Ini Jawaban Justin Gaethje dan Kans Rematch Lawan Ilia Topuria

Soal Pensiun dari UFC, Ini Jawaban Justin Gaethje dan Kans Rematch Lawan Ilia Topuria

Justin Gaethje belum memastikan masa depannya di UFC setelah kemenangan atas Ilia Topuria. Di tengah isu pensiun, peluang terjadinya rematch dengan sang juara.
Barang Bukti ini Ditemukan Polisi di TKP Penembakan ASN Diduga oleh KKB di Jayawijaya

Barang Bukti ini Ditemukan Polisi di TKP Penembakan ASN Diduga oleh KKB di Jayawijaya

Polisi menemukan selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter sebagai barang bukti ditemukan di TKP penembakan 3 ASN Jayawijaya diduga oleh KKB.
Panitia Muktamar ke-35 NU Resmi Dibubarkan, Gus Ipul: yang Menang Bermartabat yang Kalah Terhormat

Panitia Muktamar ke-35 NU Resmi Dibubarkan, Gus Ipul: yang Menang Bermartabat yang Kalah Terhormat

Panitia Muktamar ke-35 NU resmi dibubarkan setelah seluruh rangkaian pelaksanaan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dinyatakan selesai.
KPK Ungkap Peluang Jokowi Dihadirkan di Sidang Kasus Kuota Haji

KPK Ungkap Peluang Jokowi Dihadirkan di Sidang Kasus Kuota Haji

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan lembaga antirasuah masih melihat perkembangan persidangan dan pandangan majelis hakim

Trending

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Kolaborasi Polsek Bantan bersama Satresnarkoba Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkotika membuahkan hasil. Sebanyak 65 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam operasi di wilayah hukum Polsek Bantan, Rabu(9/9/2026).
Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Tepat pada Kamis, 10 September 2026 seharusnya menjadi hari ulang tahun Fajar Sahrudin yang ke-31 tahun. Unggahan terbaru FS muncul dan mengundang perhatian
AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

Upaya diplomatik untuk mendesak sekutu-sekutu NATO agar membantu membubarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menarik diri dari Statuta Roma yang menjadi dasar pendiriannya, sedang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan penyidik masih mengusut kasus tersebut dan melakukan pencarian terhadap keempat pelaku.
Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic.
Doan Van Hau Bikin Ulah Lagi, Penghancur Karier Gelandang Timnas Indonesia Buat Pelanggaran Keras dan Rugikan Vietnam Jelang FIFA ASEAN Cup

Doan Van Hau Bikin Ulah Lagi, Penghancur Karier Gelandang Timnas Indonesia Buat Pelanggaran Keras dan Rugikan Vietnam Jelang FIFA ASEAN Cup

Doan Van Hau kembali menjadi sorotan setelah melakukan pelanggaran keras di V.League 26/27. Bek Vietnam itu menerima kartu merah usai bikin lawan cedera parah.
Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, anggaran untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum final karena penghitungannya belum rampung.
Selengkapnya

Viral