Pasar Modal RI Bangkit dari Krisis “Liberation Day” IHSG Tembus 9.000, Purbaya: Investor Lihat Kita Kerja Serius
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi menorehkan sejarah baru pada perdagangan Kamis (8/1/2026) setelah menembus level psikologis 9.000.
Capaian ini menjadi salah satu rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia dan menandai kebangkitan pasar saham nasional setelah sempat terjun hingga kisaran 5.800 pada April 2025.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai penguatan IHSG didorong keyakinan investor terhadap pemulihan fundamental ekonomi Indonesia.
Ia menyebut sentimen positif tersebut muncul beriringan dengan hasil pembangunan yang mulai terlihat nyata dalam beberapa bulan terakhir.
“Mereka (investor) melihat impact pembangunan selama ini. Mereka lihat kita kerja serius dan dampak ke ekonomi kelihatan sehingga ekonomi berbalik arah,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Desember 2025, Kamis (8/1/2026).
Purbaya sendiri sebelumnya telah memprediksi IHSG mampu menembus level 9.000, meski target awalnya diperkirakan terjadi sebelum akhir 2025.
Kenaikan IHSG menuju level 9.000 bukan tanpa gejolak. Pada April 2025, pasar saham Indonesia sempat babak belur setelah dihantam sentimen negatif global menyusul kebijakan “Liberation Day” dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kebijakan yang memicu ketakutan agresif terkait proteksionisme dan perang dagang.
Koreksi tajam kala itu menyeret IHSG ke titik terendah di area 5.800.
Meski demikian, kepanikan pasar terbukti hanya sementara. Seiring meredanya ketidakpastian global dan munculnya optimisme pemulihan ekonomi nasional, aliran dana kembali deras masuk dan mendorong indeks melesat hingga mencetak rekor terbaru.
Rekor IHSG hari ini mempertegas momentum pemulihan ekonomi Indonesia di awal 2026 dan semakin mengukuhkan kepercayaan investor terhadap arah kebijakan fiskal-perekonomian pemerintah.(agr/raa)
Load more