Panglima TNI Kembali Lakukan Mutasi, Mayjen Lucky Avianto Dipromosikan jadi Pangkogabwilhan III
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Panglima TNI, Jenderal Agus Subianto kembali melakukan mutasi jajarannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu pejabat TNI yang terkena mutasi ialah Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.Â
Panglima TNI mempromosikan Mayjen TNI Lucky Avianto sebagai Pangkogabwilhan III, menggantikan Letjen Bambang Trisnohadi.Â
Dengan jabatan baru yang diterima Lucky, angkatan pertama SMA Taruna Nusantara itu otomatis menyandang pangkat jenderal bintang tiga TNI alias letnan jenderal.Â
Papua memang bukan wilayah baru bagi Lucky Avianto. Lulusan Terbaik atau Adhi Makayasa Akademi Militer (Akmil) 1996 dan Perwira Siswa (Pasis) Terbaik Seskoad 2011 yang meraih penghargaan Vira Jati ini, beberapa bulan lalu dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Pangdam XXIV/Mandala Trikora.
Meski mengemban jabatan Pangdam XXIV Mandala Trikora, perwira peraih penghargaan Wira Adhi Nugraha oleh Sesko TNI 2019 dan penghargaan akademik Peserta Terbaik TNI AD di PPSA XXIV Lemhanas Tahun 2023 ini, tetap dipercaya sebagai Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema.
Sosok yang sangat ditakuti oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua itu, dikenal sebagai jenderal tempur, mengingat Lucky acapkali memimpin langsung pasukannya keluar masuk rimba Papua, dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara dan keselamatan rakyat di ufuk timur NKRI.
Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya menjaga dan menegakkan kedaulatan Negara di Tanah Papua, Lucky senantiasa mengedepankan prinsip salus populi suprema lex esto, yang berarti keselamatan jiwa dan raga rakyat adalah hukum tertinggi.Â
Namun ketika menghadapi situasi tertentu, Lucky tanpa ragu mengambil tindakan tegas dan terukur yang dilakukan secara profesional berdasarkan RoE (Rules of Enggagement), untuk memastikan setiap langkah sesuai dengan hukum, hak asasi manusia (HAM), etika, dan kebijakan, serta melindungi personel dan warga sipil.
Meski menjadi momok bagi KKB Papua, penanganan terhadap kelompok separatis tersebut tak hanya dilakukan lewat pendekatan militer, namun juga dilakukan Lucky melalui pendekatan humanis yang menitikberatkan pada kesejahteraan masyarakat Papua.
Dalam keseharian, Lucky seringkali terlihat becengkrama dan sangat dekat dengan masyarakat, khususnya dalam upaya bersama menumbuhkembangkan akses pendidikan dan kesehatan, membangun infrastruktur, mendampingi warga atau petani lokal, yang melibatkan mantan atau simpatisan KKB Papua.
Load more