News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

OTT KPK di Pajak, Pernyataan Purbaya soal Oknum “Main-main” Kembali Disorot

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa peringatkan oknum yang masih main-main di pajak dan bea cukai, janji pembenahan dan penindakan tegas.
Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:00 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk membersihkan praktik kecurangan di sektor perpajakan dan bea cukai.

Peringatan keras ini disampaikan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pegawai pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara terkait dugaan suap pengurangan nilai pajak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Purbaya secara terbuka mengakui masih adanya oknum yang “main-main” di sektor pajak dan bea cukai. Ia memastikan pembenahan menyeluruh akan dilakukan dalam waktu dekat, termasuk melalui penguatan sistem dan penindakan tegas terhadap aparatur yang terbukti menyimpang.

“Dalam waktu satu sampai dua bulan akan kita perbaiki perpajakan kita, termasuk penggalakkan sistem-sistem, ada Coretax dan segala macam, termasuk kita lihat ada nggak orang yang masih main-main. Sepertinya masih ada, jadi kita akan beresin,” ujar Purbaya dalam pernyataannya beberapa waktu lalu dikutip pada hari Sabtu (10/1/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena disampaikan di tengah mencuatnya kasus OTT KPK yang menjerat pegawai pajak dan wajib pajak (WP). Dalam operasi tersebut, KPK mengungkap dugaan praktik suap untuk mengurangi nilai pajak, sebuah modus lama yang kembali mencederai upaya reformasi perpajakan.

Purbaya menegaskan, perbaikan tidak hanya dilakukan pada aspek sumber daya manusia, tetapi juga pada sistem. Pemerintah saat ini tengah mendorong optimalisasi sistem perpajakan berbasis digital, termasuk implementasi Coretax, untuk menutup celah manipulasi dan meningkatkan transparansi.

Menurut Purbaya, praktik-praktik menyimpang seperti penghindaran pajak dan permainan nilai transaksi masih menjadi persoalan serius. Ia menyinggung praktik under invoicing yang dinilai masih terjadi dan melibatkan oknum di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

“Ada praktik under invoicing yang masih besar dan tidak terdeteksi, baik di pajak maupun di bea cukai,” ungkapnya.

Pernyataan keras Purbaya ini tidak lepas dari dorongan langsung Presiden Prabowo Subianto. Dalam retret kabinet kedua di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026), Prabowo secara terbuka mempertanyakan apakah pemerintah akan terus “dibohongi” oleh oknum di pajak dan bea cukai. Meski tidak ditujukan secara langsung, Purbaya mengaku merasa tersindir dan menangkap pesan kuat dari Presiden.

“Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan Presiden di Hambalang. Dia bilang apakah kita akan mau dikibuli terus oleh orang pajak dan bea cukai. Itu pesan ke saya dari Presiden. Walaupun dia nggak melihat ke saya, tapi deg ke sini,” kata Purbaya sambil menepuk dada.

Ia menilai pesan Presiden tersebut sebagai peringatan sekaligus mandat politik untuk melakukan pembenahan serius. Purbaya menegaskan tidak ingin ribuan pegawai yang bekerja dengan baik ikut terdampak ulah segelintir oknum.

Terkait Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Purbaya mengungkapkan adanya ultimatum keras dari Presiden. Jika dalam waktu satu tahun tidak ada perbaikan signifikan, maka langkah ekstrem bisa diambil.

“Kalau bea cukai, ancamannya jelas dari sana. Kalau nggak bisa diperbaiki setahun, ya betul-betul dirumahkan. Jadi saya akan selamatkan supaya 16 ribu orang itu tetap bekerja, tapi yang kerjanya bagus. Yang jelek-jelek kita rumahkan, saya akan kotakkan betul,” tegasnya.

Purbaya menekankan bahwa kebijakan tersebut bukan semata-mata hukuman, melainkan upaya menyelamatkan institusi dan menjaga kepercayaan publik. Ia menyadari sektor pajak dan bea cukai memegang peran vital dalam penerimaan negara, sehingga integritas aparatur menjadi kunci.

Kasus OTT KPK yang terjadi di DJP Jakarta Utara dinilai sebagai alarm keras bahwa reformasi birokrasi belum sepenuhnya tuntas. Pemerintah, kata Purbaya, tidak akan menutup mata dan akan mendukung penuh langkah penegakan hukum yang dilakukan KPK.

Ia juga menegaskan, tidak ada toleransi bagi pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran. Penindakan disiplin hingga pemecatan akan dilakukan sesuai aturan, seiring dengan proses hukum yang berjalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan peringatan terbuka ini, Purbaya berharap seluruh jajaran di Kementerian Keuangan, khususnya di DJP dan DJBC, memahami keseriusan pemerintah. Reformasi sistem, pengawasan ketat, dan keberanian menindak oknum menjadi tiga pilar utama pembenahan.

“Yang bekerja dengan baik akan kita lindungi. Tapi yang masih main-main, itu yang akan kita bereskan,” pungkas Purbaya. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Baleg DPR Sepakati RUU Pengaturan Reforma Agraria, Atur Penyelesaian Konflik hingga Redistribusi Tanah

Baleg DPR Sepakati RUU Pengaturan Reforma Agraria, Atur Penyelesaian Konflik hingga Redistribusi Tanah

Dalam pembahasan RUU PRA, pemerintah menyampaikan 596 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). Rinciannya, 164 DIM tetap, 54 DIM perubahan redaksional, 57 DIM perubahan substansi, dan 295 DIM dihapus.
Resmi! Hyundai Hillstate Umumkan Jadwal KOVO Cup 2026, Megawati Hangestri Cs Langsung Uji Nyali

Resmi! Hyundai Hillstate Umumkan Jadwal KOVO Cup 2026, Megawati Hangestri Cs Langsung Uji Nyali

Hyundai Hillstate resmi merilis jadwal KOVO Cup 2026. Megawati Hangestri dan kawan-kawan nantinya langsung akan menjalani tantang melawan para tim tangguh.
Satu Warga Lumajang Diduga Jadi Korban Kecelakaan KM Virgo

Satu Warga Lumajang Diduga Jadi Korban Kecelakaan KM Virgo

Seorang warga Kabupaten Lumajang, diduga ikut menjadi korban kecelakaan laut Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan.
Warga Terdampak Bencana Karhutla di Kalbar Terima Bantuan

Warga Terdampak Bencana Karhutla di Kalbar Terima Bantuan

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) menyalurkan bantuan kemanusiaan terhadap korban bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).
Baleg DPR Setujui RUU Reforma Agraria Dibawa ke Sidang Paripurna

Baleg DPR Setujui RUU Reforma Agraria Dibawa ke Sidang Paripurna

Seluruh peserta rapat pleno Baleg DPR RI menyatakan setuju RUU Pengaturan Reforma Agraria akan disahkan menjadi UU pada Sidang Paripurna DPR mendatang.
Asing Cabut Rp348,4 Miliar dari BUMI dan ADRO, Saham Tambang Lain Malah Diburu

Asing Cabut Rp348,4 Miliar dari BUMI dan ADRO, Saham Tambang Lain Malah Diburu

Investor asing melepas saham BUMI dan ADRO senilai Rp348,4 miliar pada 14-18 September 2026, saat BRMS, ANTM, AADI, dan EMAS diburu.

Trending

Video Mesum "A Day in My Life" Pasangan Sesama Jenis di Bogor Viral, Polisi Pastikan Keduanya Bukan Pelajar

Video Mesum "A Day in My Life" Pasangan Sesama Jenis di Bogor Viral, Polisi Pastikan Keduanya Bukan Pelajar

Video mesum pasangan sesama jenis di Bogor berkedok “A Day in My Life” viral di jagat maya. Keduanya dipastikan bukan pelajar.
Gaji Megawati Hangestri di Liga Voli Korea Naik, Ini Rinciannya dari Red Sparks hingga Hyundai Hillstate

Gaji Megawati Hangestri di Liga Voli Korea Naik, Ini Rinciannya dari Red Sparks hingga Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri ternyata mengalami kenaikan gaji saat akan menjalani musim ketiganya di Liga Voli Korea 2026-2027. Nominal yang diterima Megatron bersama Hyundai Hillstate dikabarkan lebih tinggi ketimbang saat masih membela Red Sparks.
Resmi! Bilal Hasan Tarung di UFC 334, The IndoNinja Lawan Petarung Senior

Resmi! Bilal Hasan Tarung di UFC 334, The IndoNinja Lawan Petarung Senior

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan resmi akan kembali bertarung di UFC 334. The Indo Ninja akan berhadapan dengan atlet yang lebih senior Luis Gurule.
Top 3 Voli: Pevoli Top Korea Ucapkan Selamat Ultah ke Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Hadirkan Food Truck, hingga Megatron Pecahkan Rekor

Top 3 Voli: Pevoli Top Korea Ucapkan Selamat Ultah ke Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Hadirkan Food Truck, hingga Megatron Pecahkan Rekor

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli. Berikut rangkuman ketiga berita terpopuler tersebut. 
Peluang Tak Terduga! 5 Zodiak Ini Diprediksi Makin Bersinar Soal Karier Besok 22 September 2026

Peluang Tak Terduga! 5 Zodiak Ini Diprediksi Makin Bersinar Soal Karier Besok 22 September 2026

Peluang baru menanti! 5 zodiak ini diprediksi paling beruntung soal karier besok, 22 September 2026. Ada yang dilirik atasan hingga panen apresiasi.
Jeli Cari Cuan tapi Awas Terpeleset, Cek Ramalan Keuangan Shio Tikus 22 September 2026 di Sini!

Jeli Cari Cuan tapi Awas Terpeleset, Cek Ramalan Keuangan Shio Tikus 22 September 2026 di Sini!

Sebagai shio yang melambangkan kecerdikan, kelincahan, serta kejelian melihat peluang sekecil apa pun, shio Tikus berpotensi besar memetik hasil manis besok.
Kondisi Terkini Wanita yang Ditendang Pria di Senayan Diungkap Polisi, Korban Masih Syok

Kondisi Terkini Wanita yang Ditendang Pria di Senayan Diungkap Polisi, Korban Masih Syok

Pihak kepolisian telah memeriksa wanita berinisial TL yang menjadi korban penganiayaan di Senayan City. Kondisinya masih syok.
Selengkapnya

Viral