Profil Denada: Perjalanan Karier Rapper Perempuan Legendaris hingga Kasus Hukum yang Jadi Sorotan
- Instagram Denada indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Denada kembali mencuat dan ramai diperbincangkan publik. Bukan semata karena kiprahnya yang panjang di dunia hiburan Tanah Air, tetapi juga lantaran munculnya gugatan hukum yang menyeret namanya ke ranah pengadilan. Situasi ini membuat sosok Denada kembali menjadi perhatian, sekaligus mendorong publik menengok ulang perjalanan hidup dan kariernya.
Di tengah isu hukum, spekulasi publik, hingga perbincangan soal anak Denada, satu hal tak terbantahkan: Denada adalah bagian penting dari sejarah musik Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu pionir rapper perempuan yang berani tampil di genre yang pada masanya didominasi musisi pria. Perjalanannya tak singkat dan penuh dinamika, baik di panggung hiburan maupun kehidupan pribadi.
Artikel ini mengulas profil Denada secara lengkap, mulai dari biodata, latar belakang keluarga, perjalanan karier, hingga perkembangan kasus hukum yang kini menjadi sorotan.
Profil dan Biodata Denada
Denada Tambunan, yang dikenal luas dengan nama panggung Denada, lahir di Jakarta pada 19 Desember 1978. Ia berasal dari keluarga seni yang kuat. Denada merupakan putri dari Emilia Contessa, penyanyi legendaris Indonesia era 1970-an, dan Rio Tambunan.
Lingkungan keluarga inilah yang membuat Denada sejak kecil akrab dengan dunia panggung, musik, dan industri hiburan. Bakat seni yang mengalir dari orang tuanya menjadi fondasi awal perjalanan kariernya.
Latar Belakang Pendidikan dan Masa Muda
Ketertarikan Denada pada musik sudah terlihat sejak remaja. Ia tumbuh di era ketika hip hop dan rap mulai dikenal luas di Indonesia. Genre tersebut kemudian menjadi identitas awal Denada di industri musik.
Di tengah karier yang mulai menanjak, Denada sempat memilih menempuh pendidikan di Australia. Keputusan ini membuatnya vakum sementara dari dunia hiburan. Namun, pengalaman tersebut justru membentuk kedewasaan dan memperluas wawasannya, yang kelak memengaruhi arah kariernya.
Perjalanan Karier Denada di Industri Musik
Nama Denada mulai dikenal luas pada pertengahan 1990-an. Ia tampil sebagai rapper perempuan dengan gaya lugas, berani, dan berbeda dari penyanyi perempuan kebanyakan saat itu. Kehadirannya dianggap terobosan di industri musik nasional.
Setelah kembali dari masa pendidikan, Denada tak hanya bertahan di rap. Ia melakukan transformasi dengan menjajal genre pop hingga dangdut. Langkah ini membuat kariernya tetap relevan dan menjangkau segmen pendengar yang lebih luas.
Beberapa karyanya berhasil menembus tangga lagu populer dan masuk nominasi ajang bergengsi seperti Anugerah Musik Indonesia serta MTV Indonesia pada 2005.
Daftar Album dan Karya Musik Denada
Sepanjang kariernya, Denada telah merilis sejumlah album dari lintas genre, antara lain:
Album rap dan pop:
-
Kujelang Hari (Sambutlah)
-
Ini Album Gue
-
Awal Baru
-
Call Me Dena
Album dangdut:
-
Matahari
-
Ma…E
-
ST
-
One Stop Dangdut
Keberanian berpindah genre menjadi bukti fleksibilitas Denada sebagai musisi yang mampu membaca perubahan selera pasar.
Karier Akting dan Dunia Hiburan
Tak hanya bermusik, Denada juga aktif di dunia seni peran. Ia membintangi berbagai sinetron dan FTV yang tayang di televisi nasional, seperti Hari-Hari Mau, Nyari Bini, Aku Cinta Kamu, Rahasia Ilahi, hingga Cahaya Surga.
Meski tak selalu memerankan tokoh utama, kehadiran Denada kerap mencuri perhatian dan memperkuat karakter yang dibawakan. Hal ini menegaskan posisinya sebagai entertainer multitalenta.
Kehidupan Pribadi dan Peran sebagai Ibu Tunggal
Denada menikah dengan fotografer Jerry Aurum pada 15 Februari 2012 di Bali. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai seorang putri. Namun, rumah tangga mereka berakhir dengan perpisahan.
Sejak itu, Denada menjalani peran sebagai ibu tunggal. Ia dikenal sangat menjaga privasi anaknya dan jarang mengekspos kehidupan keluarga ke publik, yang justru membuatnya mendapat simpati luas.
Kasus Hukum yang Menyeret Nama Denada
Belakangan, Denada kembali menjadi sorotan setelah muncul gugatan hukum di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Gugatan tersebut diajukan oleh Ressa Rizky Rossano, yang mengklaim sebagai anak biologis Denada.
Gugatan terdaftar sejak 26 November 2025, dengan pokok perkara dugaan perbuatan melawan hukum terkait penelantaran anak. Kuasa hukum penggugat menyatakan kliennya berharap adanya pengakuan serta pemenuhan hak-hak hukum.
Hingga kini, proses hukum masih berjalan. Belum ada putusan pengadilan yang bersifat final, dan Denada juga belum menyampaikan pernyataan resmi. Informasi yang beredar masih berupa klaim sepihak dan menunggu pembuktian hukum.
Denada di Mata Publik
Terlepas dari isu yang berkembang, Denada tetap dipandang sebagai figur publik dengan perjalanan karier panjang dan berpengaruh. Ia menjadi simbol perubahan dan keberanian dalam industri musik Indonesia.
Bagi sebagian publik, Denada adalah pionir rapper perempuan yang membuka jalan. Bagi yang lain, ia adalah sosok ibu yang kuat menghadapi berbagai ujian hidup di bawah sorotan. (nsp)
Load more