News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Swasembada Beras Tercapai, Bulog Perketat Pengawasan Harga Beras demi Jaga Stabilitas Nasional

Meski swasembada beras tercapai, Bulog perketat pengawasan harga sesuai HET demi menjaga stabilitas pangan dan melindungi daya beli masyarakat.
Minggu, 11 Januari 2026 - 16:17 WIB
Dirut Bulog Tegaskan Kesiapan Ekspor Beras dan Jagung di 2026
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com - Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan pengawasan harga beras di pasar guna menjaga stabilitas pangan nasional. Langkah ini tetap dilakukan meskipun Indonesia telah dinyatakan mencapai swasembada beras, sebagai upaya melindungi daya beli masyarakat dan memastikan harga tetap sesuai ketentuan pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa harga beras di tingkat konsumen tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. HET menjadi instrumen utama pengendalian harga sekaligus perlindungan bagi konsumen agar tidak terdampak lonjakan harga yang tidak wajar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pengawasan harga terus kami maksimalkan. Bersama Menko Pangan, Menteri Pertanian, dan Menteri Perdagangan, kami melakukan roadshow hampir ke seluruh Indonesia untuk inspeksi mendadak atau sidak di pasar-pasar,” kata Rizal di sela Rapat Kerja Nasional Bulog bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1).

Menurut Rizal, hasil pemantauan langsung Bulog menunjukkan tidak adanya lonjakan signifikan harga beras maupun kebutuhan pokok lainnya dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut berlaku termasuk pada periode rawan kenaikan harga, seperti menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Pengendalian harga, lanjut Rizal, dilakukan melalui koordinasi intensif antara Bulog dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, serta Satgas Pangan. Sinergi lintas lembaga tersebut diwujudkan melalui pengawasan distribusi dan ketersediaan stok, serta pengecekan langsung di lapangan.

“Kami bersama Satgas Pangan juga turun langsung ke lapangan. Dari hasil pemantauan, harga-harga relatif stabil dan tidak ada yang menonjol mengalami kenaikan,” ujarnya.

Bulog mencatat harga beras di pasar masih berada dalam batas HET yang telah ditetapkan pemerintah. Berdasarkan pantauan lapangan, harga beras medium dan premium tetap terkendali.

Berikut kisaran harga beras sesuai HET nasional:

  • Beras medium: maksimal Rp12.500 per kilogram

  • Beras premium: maksimal Rp14.900 per kilogram

“Di lapangan tidak ditemukan harga yang melampaui ketentuan. Harga beras medium maksimal Rp12.500 per kilogram, sementara beras premium Rp14.900 per kilogram,” jelas Rizal.

Ia menilai stabilitas harga beras tidak terlepas dari ketersediaan stok nasional yang cukup serta pengawasan distribusi yang konsisten. Bulog memastikan pasokan beras tetap aman dan merata di berbagai daerah, sehingga tidak memicu kelangkaan maupun spekulasi harga di tingkat pedagang.

Rizal menegaskan, pengawasan harga akan terus diperkuat ke depan, sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan swasembada beras dan stabilitas pangan nasional. Bulog juga akan terus mendukung kebijakan pemerintah dalam mengendalikan harga dan menjaga inflasi pangan.

“Kami ingin memastikan swasembada yang telah dicapai ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya melalui harga yang stabil dan terjangkau,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan Indonesia telah mencapai swasembada pangan, khususnya beras, pada 2025. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo, disertai penumbukan alu ke dalam lesung sebagai simbol pencapaian swasembada beras.

Pemerintah menilai capaian swasembada beras harus dibarengi dengan pengawasan harga yang ketat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Dalam konteks ini, Bulog memegang peran strategis sebagai garda terdepan stabilisasi pangan nasional. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras mengungkapkan awal mula insiden dirinya digeruduk hingga diduga mendapat tindak kekerasan fisik di rumahnya oleh orang tak dikenal (OTK).
14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.
Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Kabar bahagia datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang resmi menikah lagi dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Berikut 5 faktanya.
Guru Besar UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi Raih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026

Guru Besar UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi Raih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026

Burhanuddin menyampaikan pidato akademik yang menggarisbawahi pentingnya menjaga keberagaman metodologi di tengah dominasi pendekatan kuantitatif pada diskursus ilmu politik global. 
Pakhtakor Tashkent vs Al Nassr 2-6 di LCA 2026: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan, Joao Felix Cetak Brace

Pakhtakor Tashkent vs Al Nassr 2-6 di LCA 2026: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan, Joao Felix Cetak Brace

Hasil positif diraih skuad Al Nassr, meski mereka harus tampil tanpa kehadiran sang megabintang andalan, Cristiano Ronaldo di Liga Champions Elit AFC 2026 (LCA)
Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging

Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging

Memasuki musim hujan, sejumlah fasilitas operasional di LRT Jabodebek menjalani fogging pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 untuk mengantisipasi risiko DBD.

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Selengkapnya

Viral