Aksi BMW Putih Berpelat Dinas Kemhan Bikin Heboh, Ini Penjelasan Kementerian Pertahanan
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – Aksi sebuah mobil mewah BMW putih mendadak menyita perhatian publik. Mobil tersebut viral di media sosial setelah kedapatan melaju di jalanan lengang dengan menggunakan pelat nomor dinas Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Video itu diunggah akun Instagram @feedgramindo. Dalam rekaman tersebut, BMW putih tampak melaju menggunakan pelat dinas Kemhan. Bahkan, penumpang di kursi depan kiri terlihat merokok, dengan tangan menjulur keluar jendela mobil.
Kementerian Pertahanan pun buka suara. Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, memastikan pelat dinas yang digunakan mobil mewah tersebut adalah palsu.
“BMW putih dengan pelat dinas Kemhan 51692-00, Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa pelat tersebut palsu dan tidak sah, serta tidak pernah diberikan izin penggunaannya,” kata Toni saat dihubungi, dikutip Senin, 12 Januari 2026.
Rico menjelaskan, kendaraan dinas di lingkungan Kemhan memiliki ketentuan khusus. Seluruh kendaraan dinas berwarna hitam, dan sedan BMW tidak termasuk dalam daftar inventaris kendaraan dinas Kemhan.
Tak hanya itu, nomor pelat dinas 51692-00 juga sudah tidak lagi berlaku. Masa izin penggunaannya telah berakhir.
“Adapun pelat tersebut pernah digunakan secara resmi oleh Mayjen TNI (Purn) Sudibyo, M.Si saat menjabat Warek I Unhan RI. Namun izin penggunaan berakhir pada 1 Juni 2025 dan tidak diperpanjang,” ujarnya.
Lebih jauh, Rico mengungkap bahwa kasus serupa bukan kali pertama terjadi. Penyalahgunaan pelat dinas dengan nomor yang sama juga sempat dipakai mobil Toyota Fortuner dan viral di media sosial pada awal 2025.
Atas viralnya kembali pelat dinas tersebut, Kementerian Pertahanan kini bergerak cepat. Koordinasi dilakukan dengan Kepolisian dan Polisi Militer TNI untuk menelusuri serta menindak tegas pelaku pemalsuan.
“Saat ini Kemhan tengah berkoordinasi dengan POM TNI, Polri, serta aparat penegak hukum kewilayahan untuk melakukan penertiban. Sekaligus mengimbau masyarakat untuk menyikapi setiap informasi di berbagai media secara bijak, menunggu klarifikasi resmi,” kata dia.
Foe Peace Simbolon
Load more