Denada Klaim Rutin Transfer hingga Belikan Mobil, Kuasa Hukum Ressa Rizky Berikan Jawaban Telak!
- Kolase Istimewa & Instagram/@@senator_emiliacontessa
Jakarta, tvOnenews.com - Pedangdut Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan tengah menjadi sorotan publik seusai diduga menelantarkan anak kandung, bernama Ressa Rizky Rossano (24).
Pria asal Banyuwangi itu kini menuntut Denada hingga Rp7 miliar melalui Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.
Kuasa hukum Ressa, Firdaus Yulianto menegaskan gugatan yang diajukan kliennya sudah dilengkapi bukti untuk kepentingan proses hukum jika persidangan berlangsung nantinya.
"Merujuk pada Pasal 43 Ayat 1 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Undang-undang perkawinan, anak yang lahir di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan dengan ibunya dan keluarga ibunya," kata Firdaus, Selasa (13/1/2026).
- Instagram @denadaindonesia
Firdaus menegaskan kalua kliennya sudah ditelantarkan oleh Denada selama 24 tahun lamanya.
"Tergugat dipastikan tidak pernah memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang ibu terhadap anak biologisnya," tegasnya.
Denada sempat membantah jika Ressa bukan anak biologisnya, sehingga langkah hukum yang ditempuhnya tidak tepat.
"Silakan buktikan di hadapan hukum," katanya.
Firdaus mengaku sangat menghormati profesi Denada sebagai publik figur, sehingga bisa menyelesaikan persoalan hukum ini dengan tepat.
Denada Klaim Berikan Nafkah
Kuasa hukum Denada, Mohammad Ikbal, menegaskan bahwa seluruh tudingan penelantaran anak tidaklah benar.
Menurutnya, Denada selama ini telah memberikan bantuan kepada keluarganya di Banyuwangi, baik berupa materi maupun transfer rutin, bahkan termasuk pemberian mobil.
- Instagram/denadaindonesia
Namun, Ikbal menekankan bahwa bukti-bukti pendukung akan diungkap secara rinci di persidangan.
Sementara itu, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menjelaskan alasan di balik pengajuan gugatan.
Ia menyebut bahwa Ressa baru menyadari hubungan darahnya dengan Denada setelah neneknya, Emilia Contessa, meninggal.
Selama ini, pengasuhan Ressa dijalankan oleh paman dan tantenya.
Ketika melihat perjalanan hidup Denada yang sempat diperbincangkan di media, Ressa merasa kecewa karena tidak menerima perhatian yang sama.
Ronald menegaskan bahwa sejak kecil, Ressa tidak pernah memperoleh perhatian dari Denada, bahkan sekadar ditanya kabarnya.
Ia menyebut bahwa hal-hal sederhana seperti membeli pampers, memberikan alat tulis, atau menanyakan kondisi kesehatan anak pun tidak pernah dilakukan.
“Ucapan terima kasih saja selama 24 tahun tidak pernah ada. Bahkan tanya ke pengasuhnya, tidak pernah terjadi,” terang Ronald, sebagaimana dikutip dari YouTube Cumicumi.
“Bahasa agak ekstrem, membelikan pampers satu aja tidak pernah, membelikan bolpoin untuk menulis saja tidak pernah. Tanya anaknya sehat atau tidak itu juga tidak pernah,” lanjutnya.
Di sisi lain, Ikbal kembali menegaskan bahwa Denada selama ini memiliki hubungan baik dengan keluarga di Banyuwangi.
Ia membantah keras tudingan yang menyebut Denada tidak peduli dengan Ressa.
Bahkan, Denada disebut membiayai seluruh keluarga, bukan hanya Ressa, dan merasa terkejut dengan munculnya tudingan penelantaran setelah ibunya meninggal.
“Di sini saya tegaskan, semua yang dituduhkan itu tidak benar. Bukti-bukti semua ada, tinggal kami tunjukkan ke hakim. Untuk detailnya, tunggu persidangan,” ujar Ikbal, dikutip dari YouTube Intens Investigasi.
Persidangan kasus ini diprediksi akan menjadi sorotan publik, mengingat nilai tuntutan yang besar serta dugaan penelantaran yang menjadi isu sensitif.
Hingga kini, baik pihak Ressa maupun Denada tetap bersikukuh dengan posisi masing-masing, sementara bukti-bukti dan keterangan tambahan akan dihadirkan dalam sidang mendatang. (muu/gwn)
Load more