Kondisi Pilu Syafiq Ali Saat Ditemukan Meninggal Dunia di Gunung Slamet: Posisi Sujud, Nyaris Hipotermia
- Kolase tvOnenews.com/ Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – Kisah pilu menyelimuti penemuan jenazah pendaki asal Magelang, Syafiq Ali (18), yang sempat dinyatakan hilang di Gunung Slamet sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Kondisi jasad Syafiq saat ditemukan memicu keharuan sekaligus perhatian publik.
Foto-foto yang beredar menunjukkan posisi jenazah Syafiq Ali ditemukan dalam kondisi menyerupai sujud. Kedua kakinya terlipat dengan posisi seperti duduk, sementara tubuh bagian atas dalam keadaan tengkurap. Kedua tangannya berada di belakang, dan korban masih mengenakan jaket hitam saat ditemukan.
Syafiq Ali Alami Hipotermia
Anggota relawan Tim Wanadri, Arie Afandi, mengungkapkan kondisi korban saat ditemukan mengindikasikan Syafiq Ali sempat mengalami penurunan suhu tubuh ekstrem.
“Survivor sempat melepas celananya. Kondisi hampir hipotermia,” ujar Arie Afandi, dikutip Kamis (15/1/2026).
Hipotermia sendiri merupakan kondisi darurat medis ketika suhu tubuh turun drastis dan tubuh tidak lagi mampu mempertahankan panasnya secara normal.
Relawan Pastikan Jenazah Adalah Syafiq Ali
Arie Afandi memastikan bahwa jenazah yang ditemukan merupakan Syafiq Ali. Kepastian tersebut diperkuat dengan ditemukannya barang-barang pribadi milik korban di sekitar lokasi.
“Ini sudah A1 survivor Ali. Ini dompetnya kami bilang A1 ada STNK. Ini barang yang dibawa sama adik Ali,” ungkapnya.
Selain dompet hitam berisi STNK sepeda motor, relawan juga menemukan sepatu, senter, dan sarung tangan yang diyakini milik Syafiq Ali. Afandi menambahkan, lokasi penemuan jenazah tidak jauh dari titik terakhir korban berpisah dengan rekannya, Himawan.
“Ali ditemukan di lereng tidak jauh dari lokasi Ali dan Himawan berpisah. Senter kami temukan pertama kali. Kondisi Ali tidak terkubur,” jelasnya.
Evakuasi Terkendala Cuaca Buruk
Syafiq Ali yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh Slamet Ardiyansyah, salah satu relawan dari BPBD Purbalingga.
Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam pencarian tahap kedua yang dilakukan secara mandiri oleh relawan, setelah operasi pencarian resmi sebelumnya dinyatakan ditutup.
“Korban sudah berhasil ditemukan sekitar jam 11 siang, lokasinya berdekatan dengan puncak Batu Langgar antara jalur Gunung Malang dan Batturaden. Kondisi survivor dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Slamet.
Menurut Slamet, posisi korban saat ditemukan dalam keadaan tengkurap. Namun hingga kini, jalur evakuasi jenazah masih belum dapat dipastikan.
“Untuk penurunan belum bisa dipastikan lewat jalur mana, apakah Dipajaya, Bambangan, atau jalur lain. Kami masih menunggu informasi dari SRU di atas,” katanya.
Ia menambahkan, pencarian mandiri telah dilakukan secara maksimal sejak 9 Januari 2026 dengan melibatkan relawan dari berbagai basecamp, mulai dari Bambangan, Gunung Malang, Baturraden, hingga relawan dari kabupaten lain.
Bahkan, upaya non-teknis juga sempat dilakukan. “Lokasi ditemukannya korban sebenarnya sudah pernah kami sisir sebelumnya. Namun karena cuaca yang tidak bersahabat dan jarak pandang terbatas, korban baru bisa ditemukan hari ini,” ujarnya.
“Alhamdulillah hari ini ada titik terang,” tambah Slamet.
Kronologi dan Fakta Kematian Syafiq Ali
Syafiq Ali (18), siswa SMAN 5 Kota Magelang, ditemukan meninggal dunia pada hari ke-17 pencarian, tepatnya pukul 10.22 WIB, Rabu (14/1/2026). Ia ditemukan di lereng puncak sisi selatan Gunung Slamet, tepatnya di jalur Punggungan Gunung Malang dekat area Watu Langgar, di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden.
Tim Wanadri bersama relawan menemukan sejumlah tanda alam di sekitar lokasi, seperti jejak longsoran, prosotan, dan patahan tanah. Penemuan tersebut dilakukan oleh tim pencarian tahap kedua setelah operasi tahap pertama resmi dihentikan.
Selama proses pencarian, berbagai ikhtiar dilakukan, termasuk lantunan Al-Fatihah sebanyak 1.000 kali di Basecamp Dipajaya serta sholawatan sehari sebelum jenazah ditemukan. Ayah Syafiq Ali, Dhani Rusman, serta kakak korban juga sempat terlibat langsung dalam upaya pencarian.
Berpisah Demi Menolong Sahabat
Sebelum tragedi terjadi, Syafiq Ali diketahui mendaki bersama rekannya, Himawan. Keduanya beristirahat di Pos 5 Gunung Slamet, namun di lokasi tersebut kaki Himawan mengalami kram dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.
Syafiq Ali kemudian memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan dan meminta Himawan menunggu di Pos 5. Namun, Syafiq Ali tak kunjung kembali hingga malam hari dan kontak pun terputus.
Himawan akhirnya memutuskan bergerak naik menuju Pos 9 Gunung Slamet yang berada di ketinggian sekitar 3.183 mdpl, dengan jarak sekitar 300–600 meter dari puncak. Ia bertahan di pos tersebut hingga Selasa (30/12) pagi sebelum ditemukan relawan dan dievakuasi melalui Basecamp Dipajaya dalam kondisi selamat.
Sementara Syafiq Ali, yang turun untuk menolong sahabatnya, tak pernah kembali hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (nba)
Load more