GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Pak Ogah di Exit Tol Rawa Buaya, Polisi Pastikan Penutupan Bukan Ulah Preman Jalanan

Viral pak ogah di exit tol Rawa Buaya, polisi pastikan penutupan bukan ulah preman. Dishub DKI jelaskan jadwal buka tutup dan penertiban.
Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:33 WIB
Komplotan Pak Ogah Tutup Exit Tol Rawa Buaya Diringkus Polisi
Sumber :
  • Tangkapan Layar Instagram @lambe_turah

Jakarta, tvOnenews.com - Penutupan exit Tol Rawa Buaya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, mendadak viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat rantai dan gembok menutup akses keluar tol, disertai narasi bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh pak ogah di exit Tol Rawa Buaya yang meminta uang kepada pengendara.

Kabar tersebut langsung memicu keresahan publik. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana mungkin akses jalan tol bisa ditutup oleh pihak tak resmi. Aparat kepolisian bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun turun tangan untuk memastikan fakta di lapangan dan meluruskan informasi yang berkembang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi Tegaskan Penutupan Exit Tol Rawa Buaya Bukan Ulah Pak Ogah

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Aang Kaharudin memastikan bahwa rantai dan gembok yang terlihat di exit Tol Rawa Buaya bukan dipasang oleh pak ogah di exit Tol Rawa Buaya, melainkan merupakan bagian dari kebijakan resmi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

“Penutupan jalan itu memang dari Dishub, dan Dishub sudah menyatakan bahwa gembok penutupan tersebut berasal dari mereka,” ujar Aang, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, penutupan exit tol tersebut telah memiliki jadwal tetap dan bukan dilakukan secara spontan atau ilegal. Polisi juga menegaskan bahwa narasi mengenai pak ogah di exit Tol Rawa Buaya yang membuka dan menutup akses setelah diberi uang tidak sesuai fakta.

“Dari informasi Dishub, penutupan dilakukan pukul 06.00 sampai 11.00 WIB. Setelah itu dibuka kembali. Jadi memang ada jadwal resmi,” jelasnya.

Enam Pak Ogah di Exit Tol Rawa Buaya Diamankan

Meski penutupan akses bukan dilakukan oleh pak ogah di exit Tol Rawa Buaya, polisi tetap menindaklanjuti video viral tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan enam orang yang diduga sebagai pak ogah di exit Tol Rawa Buaya diamankan dalam operasi gabungan pada Rabu (14/1).

“Tim gabungan mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan terhadap enam orang yang diduga terlibat dalam aktivitas mengatur lalu lintas secara tidak resmi,” kata Budi, Kamis (15/1).

Dalam operasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa:

  • Uang tunai

  • Telepon seluler

Keenam orang itu kemudian dibawa ke Polsek Cengkareng untuk proses pendataan dan pembinaan. Polisi menegaskan, langkah ini dilakukan demi menciptakan ketertiban lalu lintas dan mencegah praktik pungutan liar di sekitar exit Tol Rawa Buaya.

Penjelasan Dishub DKI soal Penutupan Exit Tol Rawa Buaya

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan bahwa penutupan exit Tol Rawa Buaya merupakan bagian dari manajemen lalu lintas. Kebijakan tersebut diambil karena pintu keluar tol itu kerap memicu kemacetan parah di ruas Jalan Outer Ring Road.

“Penutupan dilakukan pada jam sibuk pagi hari karena exit tol tersebut menyebabkan antrean panjang dan perlambatan lalu lintas,” ujar Syafrin, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, jadwal penutupan sebelumnya berlangsung pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB. Namun Dishub kini tengah mengevaluasi kebijakan tersebut dan berencana mengubah jam penutupan.

“Kami akan koordinasi dengan Sudishub Jakarta Barat untuk mengatur ulang jam penutupan menjadi pukul 07.00 WIB sampai 10.00 WIB,” katanya.

Exit Tol Rawa Buaya Kembali Dibuka, Pak Ogah Masih Terlihat

Pantauan di lokasi pada Jumat (16/1/2026) pagi menunjukkan exit Tol Rawa Buaya sudah kembali dibuka. Arus kendaraan dari arah tol menuju jalan arteri terpantau ramai lancar, meski sesekali terjadi perlambatan pada jam sibuk.

Namun, di sekitar lokasi, pak ogah di exit Tol Rawa Buaya masih terlihat membantu mengatur kendaraan. Sejumlah pengendara tampak memberikan uang receh secara sukarela, meskipun tidak ada lagi rantai atau gembok penutup akses tol.

Situasi ini menunjukkan bahwa keberadaan pak ogah di exit Tol Rawa Buaya masih menjadi fenomena sosial yang sulit dihilangkan sepenuhnya, meski penertiban sudah dilakukan aparat.

Warga Minta Penertiban Pak Ogah Dilakukan Berkelanjutan

Sejumlah warga berharap penertiban terhadap pak ogah di exit Tol Rawa Buaya tidak berhenti pada operasi sesaat. Ranto (60), warga sekitar, menilai keberadaan mereka justru kerap membuat lalu lintas semakin semrawut.

“Kadang membantu, tapi sering juga bikin macet. Ada yang maksa minta uang, kalau nggak dikasih, kendaraan nggak dikasih jalan,” ujarnya.

Ia berharap Dishub dan Satpol PP bisa rutin berjaga di lokasi agar arus lalu lintas lebih tertib dan pengendara merasa aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau memang mau aman, seharusnya ada petugas resmi, bukan pak ogah di exit Tol Rawa Buaya,” katanya.

Dengan klarifikasi dari polisi dan Dishub, publik kini mengetahui bahwa penutupan exit Tol Rawa Buaya bukan ulah pak ogah, melainkan kebijakan resmi pengaturan lalu lintas. Namun, fenomena keberadaan pak ogah di exit Tol Rawa Buaya tetap menjadi perhatian, terutama terkait keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan pengguna jalan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Suami Istri Hubungan Intim Lewat Video Call, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Suami Istri Hubungan Intim Lewat Video Call, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya mengupas tuntas hukum suami istri yang LDR hubungan intim melalui video call (VC) HP demi numpahkan hasrat seksualnya.
Tren Penggunaan Mobil Listrik di Tanah Air Meningkat, ENTREV: Patut Diapresiasi

Tren Penggunaan Mobil Listrik di Tanah Air Meningkat, ENTREV: Patut Diapresiasi

Tren Penggunaan Kendaraan Listrik di Tanah Air Meningkat, ENTREV: Patut Diapresiasi
Fatal! Gara-Gara Berulah Ini, Dokter Richard Lee Langsung Dijebloskan ke Rutan Usai Diperiksa Polisi

Fatal! Gara-Gara Berulah Ini, Dokter Richard Lee Langsung Dijebloskan ke Rutan Usai Diperiksa Polisi

Polda Metro Jaya mengambil tindakan tegas dengan melakukan penahanan terhadap dokter sekaligus influencer kesehatan, Richard Lee (DRL), pada Jumat malam (6/3).
Media Belanda Sebut Juventus hingga Inter Milan Antre Ingin Jay Idzes, Nilai Transfer Bek Timnas Indonesia Tembus Setengah Triliun Rupiah

Media Belanda Sebut Juventus hingga Inter Milan Antre Ingin Jay Idzes, Nilai Transfer Bek Timnas Indonesia Tembus Setengah Triliun Rupiah

Media Belanda mengungkap Jay Idzes kini diincar Inter Milan, Juventus, dan AC Milan. Sassuolo disebut memasang harga transfer fantastis hingga Rp695 miliar.
Berkas Perkara Mantan Bupati Ponorogo Lengkap, KPK Segera Limpahkan ke Jaksa Untuk Disidangkan

Berkas Perkara Mantan Bupati Ponorogo Lengkap, KPK Segera Limpahkan ke Jaksa Untuk Disidangkan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan penyidikan terkait kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
Betapa Bahagianya Doktif setelah Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya: Segala Tipu Daya DRL Dapat Jawabannya

Betapa Bahagianya Doktif setelah Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya: Segala Tipu Daya DRL Dapat Jawabannya

dr Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif) bahagia Polda Metro Jaya tahan dr Richard Lee atas kasus dugaan pelanggaran konsumen terkait produk kecantikan.

Trending

Alasan Biarkan Bigmo dan Resbob Jadi Tersangka, Azizah Salsha Kesal Sudah Difitnah: Ini Dampaknya Buruk

Alasan Biarkan Bigmo dan Resbob Jadi Tersangka, Azizah Salsha Kesal Sudah Difitnah: Ini Dampaknya Buruk

Mantan istri Pratama Arhan, Azizah Salsha mengungkap dampak dugaan fitnah dari YouTuber Adimas Firdaus (Resbob) dan Muhammad Jannah (Bigmo) sudah sangat fatal.
Nilai Transfer Jay Idzes Meroket! Bek Timnas Indonesia Ini Resmi Jadi Pemain Termahal Sepanjang Sejarah, Lampaui Rekor Mees Hilgers

Nilai Transfer Jay Idzes Meroket! Bek Timnas Indonesia Ini Resmi Jadi Pemain Termahal Sepanjang Sejarah, Lampaui Rekor Mees Hilgers

Jay Idzes resmi menjadi pemain Indonesia dengan estimasi nilai transfer tertinggi sepanjang sejarah. Bek Sassuolo itu melampaui rekor Mees Hilgers setelah ETV-nya tembus €11,7 juta.
Coach Justin Ungkap Skenario Tak Terduga, Timnas Indonesia Bisa ke Piala Dunia 2026 karena Negara Pengganti Iran Semua dari Timur Tengah

Coach Justin Ungkap Skenario Tak Terduga, Timnas Indonesia Bisa ke Piala Dunia 2026 karena Negara Pengganti Iran Semua dari Timur Tengah

Timnas Indonesia disebut masih memiliki celah kecil untuk tetap tampil di Putaran 5 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Peluang tersebut muncul akibat situasi geopol
Betapa Bahagianya Doktif setelah Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya: Segala Tipu Daya DRL Dapat Jawabannya

Betapa Bahagianya Doktif setelah Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya: Segala Tipu Daya DRL Dapat Jawabannya

dr Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif) bahagia Polda Metro Jaya tahan dr Richard Lee atas kasus dugaan pelanggaran konsumen terkait produk kecantikan.
Media Belanda Sebut Juventus hingga Inter Milan Antre Ingin Jay Idzes, Nilai Transfer Bek Timnas Indonesia Tembus Setengah Triliun Rupiah

Media Belanda Sebut Juventus hingga Inter Milan Antre Ingin Jay Idzes, Nilai Transfer Bek Timnas Indonesia Tembus Setengah Triliun Rupiah

Media Belanda mengungkap Jay Idzes kini diincar Inter Milan, Juventus, dan AC Milan. Sassuolo disebut memasang harga transfer fantastis hingga Rp695 miliar.
John Herdman Harap-harap Cemas, Konflik Timur Tengah Bisa Ganggu Kedatangan Pemain Diaspora ke Timnas

John Herdman Harap-harap Cemas, Konflik Timur Tengah Bisa Ganggu Kedatangan Pemain Diaspora ke Timnas

Konflik Iran-Israel berpotensi mengganggu penerbangan pemain diaspora Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 yang akan berlangsung di GBK.
Gegara Perang Iran vs AS-Israel, PSSI Bingung Bagaimana Rute Penerbangan Pemain Timnas Indonesia

Gegara Perang Iran vs AS-Israel, PSSI Bingung Bagaimana Rute Penerbangan Pemain Timnas Indonesia

Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga mengungkapkan bahwa konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel berpotensi memengaruhi persiapan Timnas Indonesia -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT