Sempat Putus Asa, Pasangan di Jakbar Ini Arungi Banjir Menuju Pelaminan, Endingnya Bikin Mewek
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah momen pernikahan penuh perjuangan terjadi saat banjir di kawasan RW 16 Pedongkelan, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (18/1).
Pasangan pengantin, Ela Laela dan Muhadi, terpaksa mengarungi genangan air demi tetap melangsungkan resepsi pernikahan yang telah mereka rancang jauh-jauh hari.
Banjir yang mengepung lokasi acara sejak pagi tidak memberikan banyak pilihan bagi keduanya.
Ela Laela, sang pengantin wanita, menceritakan betapa hancur hatinya saat melihat air setinggi lutut orang dewasa merendam area rumahnya tepat di hari bahagianya itu.
Ia bahkan sempat merasa sangat putus asa hingga ingin membatalkan seluruh rangkaian acara.
"Semua masakan udah siap itu, tapi saya akhirnya tidur aja, tukang rias bangunin saya enggak mau. Saya bilang buang aja," keluh Ela mengingat momen menyesakkan tersebut.
Keraguan besar sempat menyelimuti pikiran Ela. Ia merasa tidak mungkin ada tamu undangan yang sudi datang menembus banjir hanya untuk menghadiri pestanya.
"Dari awal emang udah niat segala sesuatunya, tapi pas itu banjir saya putus asa, sampai nangis semua. Saya sama bapak saya, sampai saya enggak yakin kayanya enggak bakal ada tamu," ujarnya.
Namun, semangat Ela kembali bangkit berkat dukungan sang ayah. Sang ayah terus membujuk dan meyakinkan putri tercintanya agar tetap tegar dan menjalankan resepsi tersebut meski dalam kondisi yang memprihatinkan.
"Akhirnya Bapak saya mendukung, nguatin semuanya, termasuk tukang masak akhirnya bisa, alhamdulillah surut," kata Ela.
Ada pemandangan haru sekaligus romantis saat prosesi berlangsung. Muhadi, sang mempelai pria, dengan sigap menggendong Ela menembus genangan air agar gaun pengantinnya tidak basah kuyup saat menuju panggung pelaminan.
Keajaiban seolah datang menjelang siang hari. Air yang tadinya tinggi perlahan mulai menyurut, dan kekhawatiran Ela pun sirna saat satu per satu tamu undangan mulai menampakkan diri di lokasi acara.
Rasa lelah dan sedihnya seketika berubah menjadi rasa syukur yang mendalam.
"Terharu, gembira. Semua pada datang. Dukungan semua keluarga, saudara saya dari Pandeglang, yang jauh-jauh pada datang. Alhamdulillah bersyukur sama yang kuasa. Sama keluarga saya, sama Bapak saya bersyukur," ujarnya.
Load more