Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Kemenhub Tegaskan Awak Pesawat dalam Kondisi Fit sesuai Regulasi
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Perhubungan memastikan seluruh awak pesawat yang bertugas dalam insiden penerbangan Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) berada dalam kondisi laik kesehatan atau FIT sesuai standar medis penerbangan sipil.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).
Penegasan tersebut sekaligus menjawab spekulasi soal faktor kesehatan awak sebagai pemicu insiden.
Berdasarkan data Medical Examination (MEDEX) terakhir, seluruh personel dinyatakan telah memenuhi ketentuan kesehatan penerbangan sebagaimana Civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67.
“Berdasarkan data Medical Examination (MEDEX) terakhir, seluruh awak pesawat yang bertugas dinyatakan FIT dan telah memenuhi standar kesehatan penerbangan sesuai dengan ketentuan Civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67,” kata Lukman.
Dirjen Perhubungan Udara merinci seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat masih berlaku pada saat kejadian.
Pilot in Command Capt. Andy Dahananto mengantongi sertifikat kesehatan Kelas 1, hasil pemeriksaan medis terakhir pada 28 Juli 2025, dinyatakan FIT dan berlaku hingga 31 Januari 2026.
First Officer Yudha Mahardika memiliki sertifikat serupa, dengan hasil pemeriksaan 15 Agustus 2025, dinyatakan FIT dan berlaku hingga 15 Februari 2026.
Sementara itu, Flight Operations Officer (FOO) Hariadi memegang sertifikat kesehatan Kelas 3 dengan status FIT hingga 12 Juli 2026.
Di sisi kabin, pramugari Florencia Lolita dinyatakan FIT hingga 31 Januari 2026, dan Esther Aprilita Pinarsinta Sianipar hingga 24 September 2026.
Dengan seluruh sertifikat masih aktif, regulator menegaskan tidak ada faktor kelalaian medis.
“Dengan demikian, tidak terdapat catatan medis yang menunjukkan awak pesawat tidak laik secara kesehatan pada saat bertugas,” ujar Lukman.
Di lapangan, proses evakuasi terus dilakukan Basarnas bersama unsur gabungan TNI/Polri dan dukungan masyarakat setempat.
Basarnas telah mendirikan Posko Topo Bulu berjarak sekitar 4,6 kilometer dari lokasi kecelakaan sebagai pusat koordinasi operasi.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Serpihan pesawat ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Load more