Ayah Esther, Pramugari ATR 42-500 Ungkap Anaknya Sempat Minta Maaf di Malam Sebelum Kecelakaan
- Tangkapan layar tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Ayah pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), Esther Aprilita Sianipar mengungkapkan percakapan terakhir bersama anaknya sebelum kecelakaan terjadi.
Diketahui, Esther adalah salah satu korban yang saat ini masih hilang dari kecelakaan pesawat IAT jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Sang ayah, Adi Saputra, mengatakan putri sulungnya itu sempat menghubungi dirinya pada Jumat (16/1/2026).
Tak seperti biasanya, Esther tiba-tiba meminta maaf kepada ayahnya pada kesempatan tersebut.
"Malam Sabtu, Jumat malam," kata Adi, ditemui tim tvOne di Bandara Sultan Hasanuddin, dikutip Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, anaknya itu biasanya bertugas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Namun, biasanya pramugari akan bertugas ke beberapa tempat lain. Adi pun tak mengetahui rinciannya.
"Dia kan stand by-nya di Halim. Dari Halim mungkin ke Jogja, kita enggak tahu dia rute-rutenya. Tapi dia stand by di Halim," kata dia menjelaskan.
Adi mengungkapkan, putrinya itu sudah bekerja hampir tujuh tahun sebagai pramugari.
Sebelumnya diberitakan, pesawat ATR 42-500 milik IAT dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta ke Makassar, Sabtu (17/1/2026).
Tak berapa lama kemudian, terungkap bahwa pesawat itu jatuh di wilayah pegunungan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.
Diketahui di dalam pesawat itu terdapat 10 orang, yang terdiri dari tujuh kru pesawat, dan tiga penumpang.
Sampai saat ini, tim SAR gabungan telah menemukan dua korban berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dalam keadaan meninggal dunia.
Meski demikian, belum diungkapkan identitas kedua korban yang telah ditemukan tersebut.
Pencarian terhadap delapan korban lainnya pun saat ini masih terus dilakukan. (iwh)
Load more