News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Komisi IX DPR Nilai Dampak MBG Belum Terukur, Laporan Stunting dan Gizi Tak Kunjung Diserahkan

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago, menilai pelaksanaan program MBG hingga satu tahun berjalan belum menunjukkan dampak yang terukur terhadap penurunan
Selasa, 20 Januari 2026 - 16:22 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago, menilai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga satu tahun berjalan belum menunjukkan dampak yang terukur terhadap penurunan angka stunting maupun peningkatan gizi anak.

Hal itu disampaikannya usai rapat kerja dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Irma, hingga kini Komisi IX DPR belum menerima laporan resmi terkait capaian program MBG. Padahal salah satu tujuan utama program tersebut adalah menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Itu yang belum kami dapatkan dan tadi kita pertanyakan juga. Kami mempertanyakan itu, apa capaian yang sudah dicapai oleh makan bergizi gratis terkait dengan penurunan stunting,” kata Irma di Kompleks Parlemen Senayan.

Ia menyebut ketiadaan data capaian menjadi persoalan yang serius, mengingat program MBG telah berjalan selama satu tahun dengan anggaran yang sangat besar.

“Karena ini sudah satu tahun harusnya ada, ada laporan. Nah makanya kami minta bagaimana kerja sama BGN dengan Kementerian Kesehatan, karena kan di situ surveinya adanya di situ,” ujarnya.

Irma juga mengungkapkan hingga saat ini belum ada laporan dari Kementerian Kesehatan, BKKBN, maupun BPOM terkait kontribusi masing-masing lembaga dalam mendukung program MBG.

“Dari Kementerian Kesehatan belum, dari BKKBN belum, dari BPOM juga belum,” tegasnya.

Kondisi tersebut, kata Irma, membuat pengawasan DPR terhadap pelaksanaan MBG menjadi tidak maksimal, padahal anggaran yang dialokasikan untuk program ini sangat besar.

Ia secara khusus menyoroti anggaran sekitar Rp700 miliar yang diajukan BPOM untuk mendukung MBG, namun belum jelas aktivitas dan hasil konkret yang telah dilakukan.

“Saya pribadi menanyakan kepada BGN, dengan dana Rp700 miliar proposal yang diajukan BPOM kepada BGN itu apa saja yang sudah dilakukan. Kenapa kok Laik Hygiene-nya baru 32 persen,” ujarnya.

Irma menegaskan, transparansi penggunaan anggaran dan pelaporan capaian program menjadi hal mutlak agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Kami mau tahu anggaran dan aktivitasnya sesuai, agar jangan terjadi nanti BPK atau BPKP ataupun KPK masuk. Ini perlu menjadi bagian dari kontrol sistem,” katanya.

Selain dampak stunting, Irma juga mempertanyakan apakah MBG benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan status gizi dan kecerdasan anak sebagaimana target Presiden.

“Peningkatan IQ anak-anak misalnya seperti itu kan juga harus terlaporkan. Secara bold line ya, setelah satu tahun ini, angka stunting dan gizi, kami dari Komisi Sembilan belum mendapatkan laporan itu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Irma menilai lemahnya pelaporan lintas kementerian dan lembaga berpotensi membuat program MBG kehilangan arah dan fokus.

“Kalau laporan dasarnya saja belum ada, kita mau ukur keberhasilan program ini dari mana?” katanya. (rpi/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral